Xiaomi Digugat Coolpad Terkait Hak Paten Desain

ANTERO.CO – Lantaran dinilai telah melanggar hak paten, Xiaomi  dituntut pemanufaktur Tiongkok yang berbasis di Shenzhen, yakni Coolpad. Seperti disebutkan dalam Reuters pekan lalu (14/5/2018), Xiaomi melanggar sejumlah paten UI, termasuk desain multi kartu SIM yang dipakai tanpa persetujuan Coolpad.

Berdasarkan gugatan di pengadilan Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Coolpad melalui anak perusahaannya Yulong Computer Telecomunication Scientific Co Ltd melayangkan tuntutan pada tiga kelompok perusahaan Xiaomi, yakni Xiaomi Telecom Technology Co Ltd, Xiaomi Technology Co Ltd, dan Xiaomi Factory Co Ltd.

Dalam catatan pengadilan, Coolpad menilai bahwa Xiaomi telah meniru tampilan dasar, berbagai fungsi komunikasi hingga fitur interaktif ponsel. Mereka menuntut Xiaomi untuk segera menghentikan produksi dan penjualan sejumlah ponselnya, yakni Mi 6, Mi Max 2, Mi Note 3, Mi 5X, Redmi Note 4X, dan Mi Mix 2S.

Saat ini Xiaomi tengah berupaya agar tuntutan hukum tersebut tak mengganggu rencana IPO (penawaran saham perdana) perusahaan tersebut di Hong Kong.

Coolpad menuduh Xiaomi berupaya membuang waktu dengan cara mengajukan keberatan atas yurisdiksi hukum. Namun, Pengadilan Menengah Shenzhen telah menolak keberatan tersebut.

Kini, Xiaomi telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Provinsi Guangdong untuk memperpanjang proses, kata Chief Patent Officer Coolpad Global, Nancy Zhang, kepada South China Morning Post (18/5).

“Kami telah mengirim surat dari pengacara kami ke Xiaomi sejak 2014 atas pelanggaran hak paten kami, tetapi mereka belum menjawab,” kata Zhang. “Oleh karena itu, kami tidak memiliki alternatif selain melindungi kepentingan kami melalui pengadilan.”

Zhang mengklaim telah mengembangkan teknologi dimaksud sejak tahun 2006 dan merupakan pemiliknya yang sah.

IPO Xiaomi di Hong Kong telah diprediksi akan menjadi yang terbesar dalam empat tahun terakhir. Nilainya diperkirakan mencapai hingga 10 miliar dolar AS (Rp141,8 triliun) dan menjadikan valuasi perusahaan ini di kisaran 100 miliar dolar AS.

Jika nilai tersebut tercapai, menurut para bankir, perusahaan yang didirikan Lei Jun pada 2010 itu akan melewati Baidu dan JD.com untuk menjadi perusahaan teknologi Tiongkok terbesar ketiga berdasarkan nilainya, setelah raksasa e-commerce Tencent Holdings dan Alibaba Group Holding.

Seorang juru bicara Xiaomi mengatakan bahwa perusahaannya tidak pernah menerima surat resmi dari Coolpad terkait dengan pelanggaran paten pada tahun 2014. Perusahaan menolak berkomentar mengenai pernyataan Coolpad bahwa pihaknya berusaha mengulur-ulur gugatan.

Xiaomi mengatakan bahwa mereka telah meminta Dewan Pemeriksaan Ulang Paten, di bawah Kantor Kekayaan Intelektual Negara Tiongkok, untuk membatalkan tiga hak paten yang dianggap melanggar oleh Coolpad. Dalam tuntutan itu, Coolpad juga meminta ganti rugi dalam bentuk uang.

Menurut Tech Radar, jika Coolpad memenangi gugatan tersebut, Xiaomi tidak hanya harus menarik kembali enam perangkatnya dari pasar, tetapi juga mengompensasi untuk biaya hukum, biaya notarisasi, dan biaya lain yang dibayarkan untuk menghentikan pelanggaran paten.

Coolpad tidak memiliki rencana untuk menghentikan kasus ini dan bahkan mungkin mengajukan tuntutan hukum baru terhadap produsen lain.

Gugatan ini bukan yang pertama kali dilayangkan oleh Coolpad pada Xiaomi. Pada Januari lalu, mereka juga menggugat Xiaomi di pengadilan wilayah Shenzhen dengan alasan serupa.

“Ini karena hak paten dan perlindungan hak cipta di Tiongkok telah ditingkatkan sejak Coolpad melayangkan gugatan pada Januari tahun ini,” ungkap Zhang.

Xiaomi, yang merilis ponsel pertamanya pada Agustus 2011, kini telah menjadi salah satu jenama ternama di dunia. Menurut International Data Corporation (IDC), Xiaomi adalah pemanufaktur terbesar keempat di dunia dan, mengutip Phone Arena, pengapalan ponsel secara global mereka naik 87,8 persen pada kuartal pertama 2018.

Mereka mengapalkan 28 juta ponsel dari Januari hingga Maret tahun ini, naik dari 14,8 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.

Xiaomi menguasai 8,4 persen pangsa pasar ponsel dunia pada kuartal pertama tahun ini. Keberhasilan mereka merebut pasar India–menguasai 59,6 persen pasar pada kuartal I 2018–menjadi salah satu faktor peningkatan penjualan di dunia.

Saat ini mereka masih mencoba untuk menerobos masuk ke pasar Amerika Serikat. Mereka tengah berkomunikasi dengan penyedia layanan telekomunikasi di Negeri Paman Sam tersebut dan diperkirakan bakal masuk ke sana mulai awal 2019.

Loading...

TULIS KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini