” Woow” Menjamur toko kosmetik abal abal “APH” di minta tindak tegas

oleh -98 views

antero.co,  tangerang –  menjamurnya toko obat keras daftar G jenis Exymer dan Tramadol yang berkedok Toko Kosmetik, daftar G Ilegal tanpa Izin Edar dan tanpa Resep Dokter, jenis Tramadol dan Exymer atau obat penenang, yang masih marak di jual di Kabupaten Tangerang , Wilayah Hukum (WILKUM) POLRES Kota Tangerang, 12/11/2021.

“Pantauan dari awak media, hampir seluruh pelosok di temukan toko kosmetik abal abal / Sebagai Kedok yang sebenarnya menjual obat keras daftar G, diduga hampir setiap Wilayah Hukum semua POLSEK yang ada di POLRES Kota Tangerang.

Dimana obat tersebut seharusnya digunakan untuk mengobati orang yang terkena gangguan mental, Seperti perilaku agresif, dan yang sangat membahayakan bagi orang yang meminum Pil tersebut, jenis Tramadol dan Exymer.

Dan obat-obatan tersebut jenis (tramadol / exymer) di jual seharusnya dengan resep dokter dan izin dari Badan POM, transaksi obat keras daftar G tersebut harusnya mendapat Pengawasan ketat dari Badan POM dan Dinas Kesehatan setempat. diduga kuat DINAS terkait terkesan adanya pembiaran dan tutup mata.

Hal itu menuai kritikan dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK) PERARI ,ketua DPC kabupaten Tangerang Solihin,

“Saya berharap penjualan obat keras daftar G , jenis tramadol / exymer tanpa resep dokter dan izin edar yang marak terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang , saya meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) dapat menindak tegas, dan memberikan sanksi apa bila terbukti dan dapat diproses secara hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Kami sebagai lembaga perlindungan konsumen berharap di Kabupaten Tangerang bersih dari peredaran obat-obatan terlarang jenis tramadol / exymer, karna itu sangat merusak generasi penerus bangsa”.

Apabila Pihak Kepolisian dan Instansi terkait tetap melakukan Pembiaran dengan adanya penjualan Obat Terlarang tersebut maka Kami Selaku Pengemban Amanah UU RI NOMOR 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang tergabung dalam Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri akan membuat Laporan Pengaduan Kepada Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta Pusat dan Kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia di MABES POLRI, Tutup Solihin. (Mesa Aditia AM.).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *