Wisata Telaga Warna Bakal Dioptimalisasi, Berpotensi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Desa

oleh -25 views

Wisata Telaga Warna Bakal Dioptimalisasi, Berpotensi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Desa

 

ANTERO.CO SERANG – Telaga warna sebagai potensi Desa ini airnya dapat berubah warna. Hingga masyarakat menyebutnya telaga warna. Optimalisasi kawasan ini, tentu meningkatkan perekonomian desa.

Desa Telaga Warna Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang, terletak 360 meter di atas permukaan laut (DPL) . Luasnya mencapai 278 hektar, yang terdiri dari perkebunan dan pertanian 231,3 hektar, pwmukiman 7,5 hektar, fasilitas umum 1,5 hektar, fasilitas sosial 2,1 hektar, dan lain-lainya 35,6 hektar. Desa telaga warna merupakan pemekaran dari Desa Tanjungsari.

Geografinya, di sebelah utara bersebelahan dengan Desa Kadubeureum, sebelah selatan berbatasan dengan desa Sukarena Kecamatan Ciomas, sebelah barat bersebelahan dengan Desa Sukabares dan Desa Sukadana Kecamatan Ciomas, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Tanjungsari.

Letak yang di penuhi dengan kawasan perbukitan, potensi desa telaga warna meliputi pertanian dan perkebunan, di barengi dengan sumber air yang cukup melimpah. Sehingga pesawahan dan perkebunan milik warga desa terbilang sangat produktif.

Ada satu potensi desa yang sangat menonjol, yaitu adanya telaga yang airnya dapat berubah berwarna warni. Sehingga masyarakat desa dan kalangan umum lainya menyebut telaga tersebut sebagai telaga warna.

Dan nama desa Telaga Warna juga di ambil dari nama telaga tersebut.

Menurut Kades Telaga Warna, TB Faoji, telaga warna meliputi tiga desa, yaitu Desa Telaga Warna, Sukabares dan Sukadana Kecamatan Ciomas.

“Tapi bagi mereka yang ingin berkunjung ke telaga warna, umumnya melalui desa telaga warna, karna jalanya yang lebih dekat untuk mencapai telaga tersebut,” ujarnya Senin (8/3/2021).

Atas potensi ini kata Faoji, kepada awak media Antero.co, Desa Telaga Warna senantiasa ramai lalu-lalang orang dan kendaraan yang ingin berkunjung dan menikmati pemandangan di sekitar telaga warna.

“Kadang-kadang sampai malam pun, banyak warga desa, atau orang-orang desa lain yang datang ke telaga warna. Karena di situ terbangun warung-warung dan gubuk-gubuk untuk berteduh, yaangbersiaga hingga malam hari,” imbuhnya.

Berdasarkan potensi desa ini, TB Faoji berniat mengembangkan potensi desa tersebut, terutama dari sektor pariwisata, dengan memanfaatkan telaga warna sebagai ikonnya.

“Ya, kita ingin mengoptimalkan potensi telaga warna. Dengan harapan meningkatan kegiatan perekonomian masyarakat desa,” terang Kades yang baru menjabat 15 bulan ini, (Bahrudin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *