Wartawan Lebak Gelar Aksi Penolakan RUU-KUHP

ANTERO CO LEBAK – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak menggelar aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

Dalam aksi solidaritas tersebut, para pelajar di Lebak juga turut bergabung dalam Long March seraya menyuarakan aspirasi menolak RUU KUHP, di seputaran Alun-alun Rangkasbitung dan Halaman gedung DPRD Lebak, Rangkasbitung, Kamis (26/9/2019).

Koordinator aksi, Mastur Huda dalam orasinya mengatakan, RUU KUHP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membungkam kebebasan Pers seperti yang selama ini sudah diatur didalam Undangan-undangan Nomor 40 tahun 1999.

”Kami minta DPRD Lebak menyampaikan suara kami dalam menolak RUU KUHP. Karena, kami sebagai Pers tentu merasa akan dibungkam dengan adanya RUU tersebut,” pasalnya.

Selain itu Mastur juga mengecam terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pihak kepolisian kepada wartawan yang sedang bertugas meliput kegiatan demo mahasiswa di bebeapa daerah.

”Kami mengutuk keras atas terjadinya kekerasan terhadap wartawan. Kami minta DPRD Lebak juga menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak Polri agar menindak tegas oknum polisi yang telah melakukan kekerasan tersebut,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah mengatakan, DPRD Lebak berjanji akan menyampaikan aspirasi para wartawan dan pelajar yang menolak RUU KUHP serta tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian itu.

“Aspirasnya ini akan segera kami sampaikan melalui anggota partai yang ada di DPR-RI. Dan Kami siap menjadi garda terdepan apabila terjadi tindak kekerasan terhadap wartawan di Lebak,” katanya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here