Warga Wates Kecamatan Bandung Kidul Keluhkan Aktivitas Proyek PT KCIC Merusak Fasilitas Umum

oleh -111 views

Warga Wates Kecamatan Bandung Kidul Keluhkan Aktivitas Proyek PT KCIC Merusak Fasilitas Umum

 

ANTERO.CO BANDUNG – Warga RW 04 Kelurahan Wates, Kecamatan Bandung Kidul, mengeluhkan akses jalan rusak sebagai Fasilitas Umum (Fasum), tepatnya di jalan Naradireja yang saat ini kondisinya rusak parah akibat dilalui oleh aktivitas hilir mudik kendaraan proyek PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC)

Pasalnya, mereka khawatir akses jalan yang dipakai atau dilintasi oleh aktivitas kendaraan proyek PT KCIC tersebut rusak tergerus akibat Alat Berat dan Truk Pengangkut Tanah pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB),

“Akses jalan becek serta berlubang sehingga untuk bepergian saja kami merasa terganggu dengan harus menunggu lalu lalang kendaraan truk yang mengangkut tanah lewat terlebih dahulu,” keluh salah seorang warga Wates RW 04 Kecamatan Bandung Kidul, berinisial An kepada media ini, Rabu (20/08/2020).

Kata dia, seharusnya pihak KCIC Tanggapi keluhan warga disini. Bahkan, masih banyak lagi persoalan buruknya, seperti kurangnya perhatian pihak pelaksana proyek akan keamanan dan keselamatan kerja (safety system) di sepanjang area proyek.

“Salah satunya tiang-tiang distribusi PLN dan Telkom aktif pun
masih bertengger ditengah trase proyek yang tentunya dapat membahayakan operator,” ujar An.

Selain itu ungkap dia, alat berat yang selalu memaksakan diri untuk melintas. Juga pagar pembatas pemukiman yang hingga saat ini masih belum terealisasi sepenuhnya.

“Sehingga hal ini menyebabkan masih banyaknya anak-anak untuk bermain di area proyek tanpa ada peringatan dan larangan apapun dari pihak KCIC,” imbuhnya.

Sementara itu diungkapkan warga lainnya, mereka meminta pihak PT KCIC melakukan sidak turun tangan ke rumah warga sekitar area proyek yang terdampak.

”Karena selama ini proyek kereta cepat juga berdampak getaran tinggi sehingga banyak rumah mengalami retakan, polusi debu, dan bising dari kendaraan alat berat Proyek KCIC,” terangnya.

Dengan kondisi seperti itu, menurut dia, warga hanya dijanjikan akan diberi kompensasi apabila rumah warga mengalami keretakan.

“Tapi janji itu isapan jempol belaka, selama ini janji tersebut belum juga ditepati atau direalisasikan,”katanya penuh nada kecewa.

Hingga berita ini di publish ANTERO.CO masih berupaya konfirmasi baik terhadap intansi terkait maupun pihak pelaksana proyek tersebut. (Amir/Red)

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *