Khawatir Cemari Lingkungan, Warga Tolak Pembangunan Kandang Ayam di Sajira Induk

oleh -2 views

 

Warga Tolak Pembangunan Kandang Ayam di Sajira Induk
Puluhan warga kampung Sajira Induk yang didominasi kaum perempuan saat melakukan aksi Unras, dilokasi pembangunan kandang ternak ayam di desa setempat, Rabu (4/7) sekira pukul. 14.00 WIB

ANTERO | Sajira, LEBAK – Warga kampung Sajira Induk, desa Sajira, kecamatan Sajira, kabupaten Lebak, provinsi Banten menolak keberadaan pembangunan kandang ternak ayam yang saat ini kandang ayam tersebut sedang dalam proses tahap pembangunan.

Pasalnya, jika ada perusahaan ternak ayam di kampungnya tersebut mereka khawatir dapat mencemari lingkungan yang berdampak pada masyarakat. Seperti, munculnya lalat, timbulnya aroma bau tidak sedap bahkan bisa mengotori kali Ciberang yang merupakan sarana dan prasarana umum masyarakat Desa Sajira Induk dan sekitarnya.

Baca juga: Resah Diserbu Lalat, Rabu Besok Warga Cilayang Ancam Lakukan Aksi Unras

Dalam menyampaikan aspirasi bentuk kekecewaan itu, puluhan warga kampung Sajira Induk yang didominasi kaum perempuan itu melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) dilokasi pembangunan kandang ternak ayam di desa setempat, Rabu (4/7) sekira pukul. 14.00 WIB.

Aksi Unras puluhan warga kampung Sajira Induk itupun mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian Polsek Sajira.

” Aksi penolakan terhadap keberadaan pembangunan kandang Ayam di Sajira ini adalah murni aspirasi masyarakat, ” kata Leni Hasta Khairani, Koordinator Aksi saat ditemui wartawan.

Ia mengeluh, dimana pihaknya tidak mau kampung tempat tinggal mereka mendapat dampak negatif dari limbah ternak tersebut.

” Kami tidak mau kampung kami dihinggapi banyak lalat dan akan menimbulkan bau tidak sedap, ” tandasnya.

Bahkan, jelas Leni, dikhawatirkan limbah ternak ayam dapat mencemari kali Ciberang yang selama ini dipergunakan masyarakat. Untuk melakukan mandi, mencuci dan sebagainya,

” Mengingat keberadaan kandang ini lokasinya persis tak begitu jauh dari kali Ciberang, ” tukasnya.

Baca juga: Warga Kareo Lakukan Aksi Unras di PT KRI

Lebih lanjut, Leni membeberkan, terlebih Ijin lingkungan dari beberapa warga masyarakat juga ditempuh dengan cara asal tulis dan tidak ada sosialisasi sebelumnya dari pihak pengusaha.

” Bahkan ada warga sampai melaporkan pihak pengusaha terkait pemalsuan surat kepada pihak berwajib. Dan saat ini kasusnya sedang ditangani oleh pihak Kepolisian, ” terangnya.

Sementara itu, ketua BPD desa Sajira, Mahpudin mengatakan, dengan adanya hal tersebut, pihaknya juga secara tegas menolak keberadaan kandang tersebut.

“Karena sampai saat ini saja warga sudah sangat dikeluhkan dengan banyaknya lalat. Apalagi kalau ada kandang yang baru, pasti dampaknya akan semakin banyak,” imbuhnya. (Bud)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *