Warga Selfie Berlatar Tsunami Anyer Demi Mendapatkan Like Di Medsos Disorot Media Asing

Warga Selfie Berlatar Tsunami Demi Menjadapat Like Di Medsos Anyer Disorot Media Asing
seorang gadis berusia 18 tahun dari Jawa Tengah, Valentina Anastasia, mengatakan dia tidak kecewa harus datang jauh-jauh dari Jakarta berkendara dengan mobil selama tiga jam untuk melihat kehancuran
5/5 (1)

ANTERO BANTEN – Media sosial memiliki power yang kuat saat digunakan. Karena teknologinya netral. Hal yang sama berlaku untuk fungsi media sosial. Jika berbagi dengan sesuatu yang baik tidak apa-apa, tetapi jika sebaliknya? Atau bahkan lebih ironis adalah menggunakan lokasi bencana untuk mengambil foto selfie untuk mendapatkan like.

Baca juga: Mensos Janjikan Santuan Ahli Waris Korban Jiwa Bencana Tsunami Rp15 juta

The Guardian, media Inggris melaporkan ini. Laporan itu ditulis ketika mereka meliput di lokasi bencana Tsunami Banten, baru-baru ini. Di sana mereka menemukan sejumlah orang yang benar-benar menggunakan situs bencana untuk swafoto.

Warga Selfie Berlatar Tsunami Anyer Demi Menjadapat Like Di Medsos Disorot Media Asing
Solihat dan teman-temannya selfie di depan lokasi yang rusak di Provinsi Banten. Foto: Jamie Fullerton

Dalam sebuah foto, ada empat wanita berjilbab yang tersenyum pada kamera smartphone. Salah satu dari mereka bahkan mengacungkan jari, membentuk huruf V. Tidak tanggung-tanggung, para pecinta selfie sengaja melakukan perjalanan berjam-jam untuk mencapai lokasi. Kemudian di sana mereka mengambil foto narsis dan mengunggahnya di media sosial.

Salah satunya mengaku berasal dari Cilegon. Mereka tidak datang dengan tangan kosong. Para pecinta selfie sebelumnya telah mengadakan layanan sosial dengan membawa sejumlah pakaian untuk disumbangkan.

“Foto ini diunggah ke Facebook sebagai bukti bahwa kami benar ke sini dan memberikan bantuan,” tutur perempuan yang mengaku bernama Solihat.

Dia menambahkan, banyak orang beranggapan bahwa mengambil foto selfie adalah dangkal. Namun, pilihan latar belakang selfie yang tidak biasa dapat menunjukkan lebih banyak makna.

“Ketika orang-orang melihat foto tempat bencana, mereka sadar mereka ada di posisi yang lebih baik. Foto lokasi bencana akan mendapatkan tanda likes lebih banyak. Mungkin karena itu mengingatkan orang lain untuk bersyukur,” tuturnya.

Baca juga: Lima Hari Setelah Digulung Tsunami, 5 Desa di Banten Dilanda Banjir

Ketika ditanya tentang kesesuaian selfie di depan lokasi bencana atau mayat, Solihat menjawab, “Tergantung pada niat. Jika Anda selfie untuk pamer, jangan. Tapi jika Anda berbagi kesedihan dengan orang lain, oke.”

Sayangnya, dari berbagai gambar yang diambil oleh jurnalis The Guardian, Jamie Fullerton, tampaknya tidak ada orang yang selfie sambil menunjukkan kesedihan mereka.

Pasalnya, Fullerton melaporkan, ada seorang wanita dengan pakaian mirip tentara justru menghabiskan waktu setengah jam mengarungi tengah lapangan yang banjir agar bisa berfoto selfie dengan sebuah mobil SUV yang sudah rusak.

Sementara itu, pemilik sebuah SUV yang mobilnya rusak, Bahrudin, mengatakan dia kecewa dengan pecinta selfie yang datang jauh-jauh ke desanya. Pria yang menjadi pemimpin petani setempat berdiri di genangan air dengan sepatu botnya. Dia mengatakan dia kecewa ketika ditanya bagaimana perasaannya melihat lokasi bencana menjadi populer di media sosial.

Sementara itu, seorang gadis berusia 18 tahun dari Jawa Tengah, Valentina Anastasia, mengatakan dia tidak kecewa harus datang jauh-jauh dari Jakarta untuk berkendara dengan mobil selama tiga jam.

“Saya ingin melihat lokasi bencana, kerusakan, dan orang-orang yang terkena dampaknya,” katanya kepada The Guardian.

Baca juga: Jokowi Langsung ke Titik Bencana Tsunami Banten dan Bertemu Korban

Ketika ditanya berapa banyak foto narsis yang diambil, dia tersenyum.

“Banyak. Untuk media sosial dan grup WhatsApp,” katanya.

Dia kemudian mengambil banyak selfie dengan smartphone-nya dengan latar belakang orang-orang yang dievakuasi dari kendaraan yang rusak di belakangnya.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here