Warga Kareo Lakukan Aksi Unras di PT KRI

Warga desa Kareo saat berunjuk rasa dipintu gerbang PT KRI, di jalan Raya Cikande-Rangkasbitung KM 05, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, kabupaten Serang, Senin (2/7/2018).
Warga desa Kareo saat berunjuk rasa dipintu gerbang PT KRI, di jalan Raya Cikande-Rangkasbitung KM 05, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, kabupaten Serang, Senin (2/7/2018).

ANTERO | Serang – Ratusan warga desa Kareo, kecamatan Jawilan, kabupaten Serang melakukan Aksi Unjuk Rasa menuntut PT Kenda Rubber Indonesia (KRI) yang memproduksi ban sepeda motor dan mobil tersebut agar memprioritaskan tenaga kerja dari lokal.

Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat desa Kareo Bersatu (FMKB) tersebut berunjuk rasa dipintu gerbang PT KRI, berlokasi di jalan Raya Cikande-Rangkasbitung KM 05, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, kabupaten Serang, Senin (2/7/2018).

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian Polres Serang. Massa membubarkan diri sekira pukul. 12. 00 WIB usai sejumlah perwakilan warga melakukan mediasi bersama pihak PT KRI di pabrik setempat.

Pantauan ANTERO. CO, ratusan warga tersebut datang sejak pukul 08.20 WIB, mereka datang lengkap dengan atribut aksi seperti spanduk tuntutan dan secara bergantian massa melakukan orasi.

Baca juga: Resah Diserbu Lalat, Rabu Besok Warga Cilayang Ancam Lakukan Aksi Unras

Rilis yang diterima, tuntutan yang mereka sampaikan diantaranya, PT Kenda Rubber tidak boleh menerima tenaga kerja dari luar desa Kareo sampai semua pengangguran didesa setempat dapat dituntaskan.

Selain itu, mereka mendesak pihak perusahaan untuk membubarkan sistem Outsourching atau yayasan security di PT KRI. Menurutnya, hal itu sudah diluar komitmen pendirian. Selanjutnya, tenaga kerja yang terampil, security, semua harus melalui desa dengan disortir terlebih dahulu oleh 17 RT didesa setempat.

“Kami meminta agar perusahaan bisa memprioritaskan tenaga kerja dari lokal. Masa ada perekrutan 30 orang, tapi yang diterima cuna 4 orang. Padahal di kabupaten Serang angka pengangguran tertinggi se-Banten dengan 14,2 persen. Itu karena masih banyak masyarakat setempat yang belum bisa kerja,” kata Rijal, salah seorang perwakilan aksi dalam orasinya.

Sambung Rijal, untuk itu, masyarakat lokal saat ini masuk kerja saja masih susah, bahkan masuk kerja harus bayar melalui calo.

“Hari ini kita sepakati kalau ada calo usir dia. Mau kerja masa bayar ada yang 3 sampai 4 juta. Mau kerja kok bayar, ” tukasnya.

Ia menegaskan, jika hari ini aksi yang dilakukan tidak membuahkan hasil, maka pihaknya akan terus melakulan perlawanan.

“Ini baru sebagian kecil masyarakat, nanti kita kerahkan lagi ,” tandasnya.

Sampai berita diturunkan pihak PT KRI tidak dapat ditemui awak media saat hendak dikonfirmasi. Pihak Security setempat meminta sejumlah awak media untuk meninggalkan No HP masing masing.

“Mohon maaf pak, pihak manajemen belum bisa ditemui, masih sibuk katanya, mereka meminta catat saja nomor Hp bapak. Nanti katanya dihubungi, ” kata salah seorang Security kepada sejumlah awak media usai melakukan peliputan Aksi Unras. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *