Usai Debat Dengan Oknum Pegawai Kelurahan, Rifa’i Terserang Stroke Gegara Dituding Nunggak PBB

oleh -2.837 views

Usai Debat Dengan Oknum Pegawai Kelurahan, Rifa’i Terserang Stroke Gegara Dituding Nunggak PBB

 

ANTERO.CO LEBAK – Rifa’i (55) warga Kampung Palaton Rangkasbitung, Lebak, Banten, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit dan menjalani perawatan karena diduga mengalami darah tinggi dan terserang stroke diduga akibat mendapatkan perlakuan tidak baik dari salah satu oknum pegawai Kelurahan Muara Ciujung Timur berinisial R. Hal tersebut diungkapkan Edi yang merupakan keponakan korban Rifa’i.

“Berniat ingin membayar PBB, paman saya (Rifa’i-red), langsung mendatangi ke kantor kelurahan Muara Ciujung Timur, bukannya dapat sambutan baik malah dituding belum membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) selama 7 tahun oleh salah satu petugas Kelurahan, dan mendapatkan perdebatan,” terang Edi menceritakan kepada awak media, Rabu (15/07/2020).

Sehingga, kata Edi, Rifa’i (55) yang memiliki 2 orang anak ini yang bertempat tinggal di Kampung Babakan Palaton  langsung dilarikan ke Rumah Sakit di Rangkasbitung, karena mengalami darah tinggi dan terkena stroke.

“Paman saya masih terbaring di Rumah sakit saat ini, akibat ulah oknum Kelurahan yang  berinisial (R),” ujar Edi menyesalkan.

Sementara diceritakan Novela anak Rifa’i, sekitar pukul 09.00 ayahnya mendatangi Kelurahan, sepulang dari kelurahan masih memikirkan perdebatan bersama oknum berinisial (R) tersebut.

“Tidak lama kemudian, ayah saya langsung pingsan, dan dilarikan ke Rumah sakit terdekat. Ayah saya terkena serangan stroke,” bebernya.

Atas kejadian yang menimpa ayahnya tersebut, Novela meminta kepada pihak yang berkompeten menindak oknum Kelurahan tersebut.

“Harapan saya tolong ditindak tegas oknum dari Kelurahan itu, supaya mendapatkan efek jera, supaya tidak terulang lagi. Cukup ayah saya yang menjadi korban dari oknum berinisial R itu,” tandas Novela.

Setelah mendapat informasi tersebut, sejumlah awak media mendatangi Kantor Kelurahan Muara Ciujung Timur untuk menemui oknum R upaya melakukan Konfirmasi. Namun R berikut Lurah setempat sedang tidak ada, hanya ada beberapa orang Staf dan Kasie Pemerintahan.

Madtuki, Kasie Pemerintahan Kelurahan Muara Ciujung Timur, kepada awak media mengatakan, bahwa yang mengadu bukan hanya Bapak Rifa’i saja melainkan banyak warga juga yang menanyakan prihal PBB tersebut,

Madtuki mengaku menjabat Kasie Pemerintahan di Kelurahan Muara Ciujung Timur ini baru 4 bulanan. Ia juga membenarkan masyarakat banyak yang masih menunggak PBB dari tahun 2013.

“Kenyataannya masyarakat sudah membayar, dan ada bukti Kwitansinya dari kelurahan. Silahkan saja tanyakan langsung kepada yang bersangkutan saja,” pasalnya. (Bud)

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *