Untuk Pengendalian COVID-19 di Lebak, Musa Weliansyah Berharap Pemda Sediakan Tempat Isolasi Manfaatkan Gedung Tak Berfungsi

oleh -9 views

 

Untuk Pengendalian COVID-19 di Lebak, Musa Weliansyah Berharap Pemda Sediakan Tempat Isolasi Manfaatkan Gedung Tak Berfungsi

 

ANTERO.CO, LEBAK – Pemerintah daerah (Pemda) diminta menyediakan tempat isolasi mandiri untuk warga yang positif terjangkit COVID-19 dalam kondisi ringan atau orang tanpa gejala (OTG).

Demikian hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah kepada media, di Lebak, Rabu (16/9/2020).

“Kita berharap tidak ada lagi isolasi mandiri bagi penderita COVID-19 di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan gedung yang tidak berfungsi dijadikan tempat khusus untuk isolasi bagi warga yang teridentifikasi positif COVID-19 ringan tanpa gejala.

“Selama ini juga terdapat gedung pemerintah daerah yang sudah tidak berfungsi dan bisa dijadikan tempat isolasi mandiri,” imbuh Musa.

Selain itu juga, pinta dia, disediakan tenaga kesehatan guna pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19.

“Penyedian tempat isolasi mandiri itu sesuai keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) KMK Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 yang diterbitkan 13 Juli 2020,” terangnya.

Dijelaskan Musa, dalam KMK tersebut, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota bisa memfasilitasi memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Namun, pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 sesuai dengan kewenangan masing-masing dan dapat melibatkan masyarakat.

“Kami minta pemerintah daerah segera merealisasikan fasilitas pelayanan kesehatan,tenaga kesehatan, termasuk mempersiapkan gedung untuk menampung isolasi mandiri sehingga mampu mengatasi Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi kebijakan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Dimana dalam perbup tersebut juga memberlakukan tindakan denda bagi pelanggaran protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan tidak mencuci tangan menggunakan sabun,” tukasnya.

Dikatakan Musa, pelanggaran protokol kesehatan itu mulai dikenakan sanksi denda Rp150 ribu dan pelaku usaha Rp25 juta.

“Kami yakin komitmen pemerintah daerah cukup besar untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 itu,” paparnya.

Sementara itu, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lebak jumlah pasien positif COVID-19 sampai dengan Rabu (14/6) tercatat 111 orang, 39 orang dinyatakan sembuh, 68 orang menjalani isolasi dan empat orang dilaporkan meninggal dunia.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat menyediakan tempat isolasi dengan memanfaatkan gedung yang tidak berfungsi juga dilengkapi tenaga kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19,” pungkasnya.(Bud)

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *