Demo di BPBD Lebak, Mahasiswa dan Pelajar Minta Pemkab Memikirkan Nasib Warga Korban Bencana Banjir Bandang 

oleh -19 views

Demo di BPBD Lebak, Mahasiswa dan Pelajar Minta Pemkab Memikirkan Nasib Warga Korban Bencana Banjir Bandang 

 

ANTERO.CO LEBAK – Puluhan Akademisi terdiri dari berbagai Organisasi Kemahasiswaan dan pelajar diantaranya yakni Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Lebak, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Lebak melakukan aksi demontrasi atau Unjukrasa (Unras) di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Jalan Komp. SD Pasirtariti, Kelurahan Rangkasbitung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Jum’at (25/9/2020).

Dalam aksinya, mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui BPBD Lebak untuk mengevaluasi penanganan bencana di Kabupaten Lebak.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lebak beserta BPBD lebak untuk mengevaluasi besaran-besaran tentang penanganan pasca bencana awal tahun 2020,” kata Korlap aski Muhamad Wahyu dalam orasinya.

Dijelaskannya, Pemkab Lebak saat ini masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk memikirkan nasib warga di 6 Kecamatan yang menjadi korban pada bencana banjir bandang yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu.

“Diantara para korban terdampak banjir bandang tersebut, sebagian masih belum memiliki tempat tinggal yang layak sehingga masih menempati Hunian Sementara (Huntara),” bebernya.

Selain itu, ungkap Wahyu, para korban bencana juga masih belum mendapatkan haknya, yakni bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH), dan Stimulan yang telah dijanjikan oleh Pemerintah. Untuk itu, ia meminta Pemkab dan BPBD Lebak dapat menyelesaikan berbagai peryaratan administrasi guna mempercepat penyaluran bantuan baik DTH, dan Stimulan yang telah menjadi hak para korban terdampak bencana.

“Kita harap hak para korban terdampak bencana ini dapat segera terealisasi, jangan hambat dengan persyaratan administrasi yang terbelit-belit,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Lebak Ajis Suhendi mengatakan, untuk bantuan DTH sendiri saat ini sudah mulai tersalurkan ke rekening masing-masing korban terdampak bencana di dua Kecamatan, yakni Maja dan Curugbitung melalui bank penyalur. Pihaknya menargetkan, untuk 4 Kecamatan lainnya, DTH akan mulai tersalurkan pada 28 September 2020.

Ajis berujar, untuk bantuan dana stimulan, pihaknya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melakukan verifikasi dan validasi calon penerima bantuan stimulan senilai Rp10 juta untuk korban terdampak bencana yang rumahnya mengalami rusak ringan, Rp25 juta untuk rusak sedang, dan Rp50 juta untuk rusak berat.

“Persyaratan administrasi telah kami lengkapi, Insya Allah pada tanggal 28 nanti dapat mulai disalurkan untuk 4 Kecamatan lagi,” katanya.(Bud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *