Tuntut Legalitas Lahan, Warga Desa Pasirkacapi Demo PT BEL

oleh -0 views
Tuntut Legalitas Lahan, Warga Desa Pasirkacapi Demo PT BEL
Ratusan massa ARUN saat aksi Unras di kantor Pemasaran PT BEL, di jalan Maja Koleang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Senin (16/7)

ANTERO | Maja, LEBAK – Ratusan warga masyarakat desa Pasirkacapi yang tergabung dalam Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) melakukan aksi demo Unjuk Rasa (Unras) di kantor Pemasaran PT Bintang Energi Lestari (BEL), jalan Maja-Koleang, Kecamatan Maja, kabupaten Lebak, Senin ( 16/7).

Dalam aksi Unrasnya massa menuntut pihak perusahaan PT BEL dan PT Salembaran Jatimulya untuk menunjukan legalitas perusahaan kepemilikan lahan yang sah dari perusahaan tersebut.

Dalam orasinya Korlap aksi Unras, Reval mengatakan, aksi Bela Masyarakat yang tergabung dalam ARUN, tidak lain, mengingat pihak perusahan sama sekali tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintahan desa sehingga masyarakat merasa didzolimi.

“Selain itu kami meminta terhadap perusahaan untuk menunjukan legalitas kepemilikan lahan dari perusahaan,” ucapnya.

Pihaknya meminta, agar pihak perusahan untuk segera melakukan negosiasi ulang terkait kesepakatan biaya ganti rugi terhadap para penggarap lahan. Dan meminta pihak perusahaan menunjukan batas-batas lahan atau tanah yang berada di wilayah desa Pasirkacapi.

“Saat ini pihak pengembang perumahan dalam hal ini PT. Bintang Energi Lestari belum pernah ada koordinasi maupun izin dengan pemerintahan desa,” ujarnya.

unjuk rasa (1)

Sementara itu, Fafan, salah seorang perwakilan perusahaan yang merupakan Koordinator pada PT BEL mengatakan, terkait tuntutan warga, pihak perusahaan akan menampung aspirasi warga tersebut sebagai bahan laporan kepada pimpinan perusahaan.

“Terkait ada beberapa tuntutan warga tentang dana ganti rugi dari luas lahan di blok Ciamba yang digarap perusahaan seluas 7,4 Hektar dan digarap oleh 22 orang dan dari jumlah tersebut sebanyak 19 orang sudah dibayar dan sudah di tanda tangani. Dan sisanya hanya tinggal 3 orang lagi yang belum dibayar. Terkait batas lahan dan legalitas perusahaan itu, datanya sudah ada di BPN,” jelasnya.

Terpisah, menanggapi aksi warganya tersebut, Kepala Desa (Kades) Desa Pasirkacapi, Jamhadi menegaskan, bahwa sepengetahuannya alamat PT Selembaran Jatimulya itu diduga tidak jelas.

“PT. Selembaran Jatimulya itu di SPPT yang beralamat Tanjunggirang RT.00 / RW.00, saya sungguh-sungguh tidak tahu dengan alamat itu. Selama saya menjabat sudah 2 periode, sejak Juni 2010 hinggq tahun 2018 sekarang,” kata Jamhadi kepada ANTERO.

Aksi tersebut berlangsung dari pukul 10.00 WIB dan mendapatkan pengawalan ketat Aparat Kepolisian Polres Lebak, Polsek Maja dan Polsek Curugbitung hingga massa membubarkan diri sekira pukul. 12.00 WIB. (Bud)

Baca juga :

  1. KUMALA Gelar Aksi Unjuk Rasa, Soroti Kinerja DPRD Lebak
  2. Khawatir Cemari Lingkungan, Warga Tolak Pembangunan Kandang Ayam di Sajira Induk
  3. Picu Kecelakaan, Belasan Pemuda Geruduk Kantor Kecamatan Maja, Tolak Aktifitas Galian Tanah Merah
  4. Warga Kareo Lakukan Aksi Unras di PT KRI
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *