Tulis Status Ujaran Kebencian di FB, Pendeta ini di Vonis Tiga tahun Penjara

oleh -0 views
Tulis Status Ujaran Kebencian di FB, Pendeta ini di Vonis Tiga tahun Penjara
Seorang pendeta bernama Julius Heri Sarwono divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Ungaran, Senin (7/5/2018) dalam kasus ujaran kebencian di media sosial. (foto: Kompas.com)

ANTERO KRIMINAL – Seorang pendeta bernama Julius Heri Sarwono divonis bersalah oleh Pengadilan Distrik Ungaran pada hari Senin (7/5/2018), dalam kasus ujaran kebencian di media sosial. Penduduk Kopeng, Kecamatan Getasan, dijatuhi hukuman 3 tahun penjara subsider 3 bulan karena terbukti melemparkan ujaran kebencian suku, agama, ras dan antarkelompok (SARA).

“Terdakwa terjerat dengan UU Pencemaran Agama dan UU Transaksi Elektronik (UU TE),” kata Hakim Agung Hendra Yuristiawan di persidangan. Hukuman hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu 4 tahun penjara.

Baca juga: Polda Banten Tetapkan Tersangka Penyebar Hoax Himbauan BMKG Gempa Lebak

Persidangan itu dijaga ketat oleh Polres Semarang. Julius dijadwalkan langsung dieksekusi ke LP Ambarawa, tetapi terdakwa menyatakan bahwa dia belum menerima putusan.

Terdakwa belum diketahui untuk mengajukan banding atau tidak untuk menilai putusan hakim.

Wartawan dari Koordinator Forum Islam Bersatu (FUIB) Semarang, Agus Mabruri, mengatakan bahwa ujaran kebencian yang dilakukan oleh terdakwa diketahui terjadi pada bulan Oktober 2017.

“Kami melakukan screenshoot di Facebook dan ternyata kami menemukan banyak ujaran kebencian. di sana,”katanya.

kata Agus. Setelah mengantongi beberapa bukti ujaran kebencian dari pendeta, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan mengumpulkan beberapa elemen agama pada bulan Oktober 2017.

Baca juga: Pasang Status Hoax soal PKI, Pria di Sukabumi Ditangkap Polisi

Dalam satu kesempatan klarifikasi, lanjutnya, dia bersikeras untuk mengaku tidak bersalah, sehingga pihaknya dipaksa untuk mengambil tindakan hukum.

“Saat pertemuan tersebut beliau tetap mengaku tidak bersalah dan akhirnya kita tetap memilih jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Baca juga: Polisi Tangkap PNS Penyebar Hoax PKI Serang Ulama di Facebook

Pelaporan pada terdakwa dilakukan di Mabes Polri Semarang pada bulan Oktober 2017. Dua bulan kemudian, polisi menangkap Julius.

“Kami mengapresiasi penyidik kepolisian karena saksi-saksi yang dihadirkan cukup kompeten. Mulai dari ahli pidana, ahli bahasa, ahli agama, kita cukup puas,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *