Transformasi Digital : Hambatan dan Tantangan Inovasi Pelayanan Organisasi Sektor Publik

oleh -16 views

Penulis : Imam Sopwan

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Magister Administrasi Publik

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

Peranan teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat global saat ini sangat penting, Semua sektor tidak terlepas dari pengaruh dan peran teknologi informasi, baik sektor ekonomi, politik, pendidikan, dan kesehatan. Penggunaan teknologi informasi menjadikan aktifitas manusia menjadi lebih cepat, efektif dan efesien terlebih lagi apabila teknologi tersebut terintegrasi dengan jaringan internet. Melalui media internet pemanfaatan teknologi informasi menjadi semakin luas, mudah dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Di era digital ini dunia telah merubah pola pikir (mindset) kedalam satu pemahaman apa yang disebut dengan revolusi industri 4.0. Pemanfaatan teknologi dalam setiap sektor lebih dioptimalkan dan peranan manusia akan terus dikurangi. Penggunaan teknologi bisa lebih produktif, murah, efektif, efesien dan akuntabel menjadi argumentasi mendasar bagi para pebisnis, birokrat dan teknokrat untuk mengurangi keterlibatan sumber daya manusia dalam menjalankan roda organisasi.

Media masa mainstream baik cetak maupun elektronik yang selama ini berkiprah pada tataran konvesional dalam menjalankan fungsi – fungsi kemediaanya, sekarang telah beralih ke flatform digital dalam pemyebaran informasi. Hal ini dirasakan bahwa dengan media digital ruang akses publik akan semakin luas. Mulai dari perkotaan sampai ke peloksok desa, informasi akan dengan cepat dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi informasi sebuah organisasi akan semakin ramping dan lincah dalam menguasai persaingan global meskipun minim sumber daya manusia namun kaya fungsi.

Ornagisasi yang responsif terhadap perubahan zaman yang serba cepat akan mampu bertahan dalam persaingan global yang sangat masif. Bukan organisasi yang besar mengalahkan organisasi yang kecil tetapi organisasi yang cepat akan mengalahkan organsiasi yang lambat. Hal ini menuntut semua organisasi sektor publik harus lebih selektif lagi dalam merekrut SDM untuk menjalankan roda organisasinya. Karena hanya SDM yang unggul dalam penguasaan teknologi informasi yang bisa membawa misi dan visi organisasi tercapai.

Pada sektor publik atau organisasi pemerintahan seperti Dukcapil, Rumah Sakit, Samsat, Imigrasi dan lainnya, harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi informasi. Karena yang ada dipersepsi masyarakat (publik) selama ini bahwa organisasi pemerintahan cenderung lamban dalam mengadopsi perkembangan teknologi informasi. Organisasi pemerintah biasanya cenderung lebih mengedepankan pengayaan dibidang sumber daya manusianya dibandingkan dengan teknologinya sehingga prosedur pelayanan menjadi lebih panjang dan birokratis.

Birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi pada saat ini merupakan suatu keharusan, hal ini sejalan dengan fungsi birokrasi sebagai pelayan publik. Publik akan merasa puas manakala mekanisme pelayanan di sektor publik lebih cepat, murah, efektif dan efesien. Selama ini sektor publik selalu kalah satu langkah dibandingkan dengan sektor privat. Sektor privat paling cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi karena mereka mengedepankan mutu pelayanan, sehingga organisasinya mampu menjaga eksistensinya di dunia yang penuh dengan persaingan.
Organisasi sektor publik adalah organisasi sektor pemerintah yang memiliki peran dalam melayani urusan publik, baik dalam sektor perpajakan, kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan dan urusan administrasi lainnya. Keberadaan sektor publik harus bisa memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang cepat, murah, efektif, efesian dan transparan atau yang disebut pelayanan prima merupakan komitmen dari visi dan misi sebuah organisasi sektor publik.

Tuntutan pelayanan yang cepat, murah, efektif dan efesian harus didukung dengan SDM dan infrastruktur yang memadai. Karena proses produksi dalam sebuah organisasi saat ini bukan bertumpu pada kemampuan personal saja namun harus didukung oleh perangkat lunak (software) yang sudah disiapkan. Orientasi pelayanan saat ini semua diarahkan kepada pelayanan berbasis digital dengan menggunakan peranan teknologi informasi yang terkoneksi ke dunia maya atau internet.

Sebagaimana kita ketahui saat ini, semua sektor publik mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaporan dan evaluasi sudah menggunakan teknologi informasi yang barbasis dekstop, intranet bahkan internet. Hal ini untuk memudahkan akses masyarakat dalam melakukan pengawasan dan partisipasi dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan pelayanan yang dilakukan oleh sektor publik. Sistem informasi yang banyak dikembangkan pada pelayanan sektor publik bisa berupa penyampaian informasi, transaksi, pelaporan serta pengawasan dari masyarakat.

Hambatan
Dalam upaya meningkatkan akselerasi terhadap dan kualitas pelayanan publik, organisasi harus mampu beradaptasi dan merespon perubahan lingkungan dengan cepat dan baik. Namun dalam faktanya untuk menerapkan hal tadi tidaklah mudah, ada beberpa hambatan dalam melakukan tranformasi digital dalam organisasi sektor publik, baik dari faktor internal ataupun eksternal.

Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor utama penyebab penghabat transformasi digital di sektor pelayanan publik, ada beberapa faktor diantaranya :
Pertama adalah Kepemimpinan, perubahan kinerja dan budaya organisasi banyak dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, visioner, reformis, intelektual dan adaptip akan mampu mengendalikan organisasi kearah yang lebih baik. Pimpinan yang responsif dan enterpreneurship akan selalu melakukan perubahan – perubahan organisasi namun apabila pemimpin sebuah organisasi hanya sekedar melaksanakan tusi yang ada tanpa mau mencari perbandingan dengan lingkungan luar maka akan sulit perubahan pada organisasi itu terjadi.

Kedua adalah Anggaran, merupakan denyut nadi dalam mejalankan tugas dan fungsi sebuah organisasi, tanpa ada dukungan anggaran yang memadai, perubahan m ustahil bisa dilakukan dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan dengan cermat terhadap kebutuhan – kebutuhan dalam menjalankan operasional organisasi. Ketiga adalah Sumber Daya Manusia (SDM), sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas akan mampu menggerakan roda organisasi dengan baik. SDM yang baik akan mampu melakukan perencanaan dan kalkulasi anggaran dengan baik, selain itu juga akan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan – perubahan yang ada.

Faktor Eksternal
Belum meratanya pembangunan infrastruktur dalam bidang Information Comunication and Telecomunication (ICT) di setiap daerah menyebabkan terkendalanya pembangunan atau pengembangan teknologi informasi dalam organisasi. Trnasformasi digital yang menjadi trend di era digital saat ini. Pelayanan publik yang mengedepankan digitalisasi yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dan memenuhi ekspektasi masyarakat akan sulit terwujud.

Tantangan
Semakin meningkatnya perkembangan teknologi disemua sektor dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengkases produk teknologi informasi serta makin bertambahnya jumlah penduduk yang melek teknologi digital, hal ini menjadi modal utama bagi organisai sektor publik untuk melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Pelayanan yang biasa dilakukan secara konvesional harus mampu dan segara beralih ke pelayanan berbasis digital.

Tersedianya perangkat keras yang mudah dicari dipasaran serta mudahnya mencari SDM yang mampu membuat produk – produk teknologi informasi menjadi stimulus untuk melakukan perubahan atau inovasi. Integrasi sistem antar lembaga sangat mungkin dilakukan dengan menggunakan teknologi internet saat ini. sehingga pelayanan akan semakin cepat, efektif, efesian dan transparan.

Untuk mengimplementasikan transformasi digital melalui teknologi infomasi pada pelayanan publik dibutuhkan komitmen dari pimpinan visioner, anggaran yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten serta dukungan dari pihak luar dalam menyediakan infrastruktur jaringan Iformation Comunication Telecomunication (ICT) yang merata sampai ke peloksok desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *