Tol di gunakan buat ngebeburit dan balap liar, Muspika kecamatan walantaka Temui pihak PT wika.

oleh -1 views

ANTERO. CO, Walantaka, –Beredar photo di sosmed bahwa jalan tol Serang -Panimbang dalam masa pembangunan Oleh PT. Wika, digunakan warga untuk balap liar dan ngebeburit di bulan ramadhan, terkait hal ini Pemerintah kota serang melalui muspika kecamatan walantaka menemui pihak PT. Wika (Wijaya karya tbk) serta survey kelokasi, senin (27/04/2020) pukul 09″ 30.wib di kantor cabang PT.wika di kelurahan pabuaran kecamatan walantaka.

Unsur muspika walantaka yang hadir di pertemuan ini di antaranya camat walantaka(karsono), kapolsek walantaka(Kasmuri)dan anggota, Danramil walantaka(Tumiran) dan anggota, dan langsung di terima oleh perwakilan PT. Wika, KHC PT wika (Tri probo) dan HSE PT wika (Andi M.Z), pertemuan dilakukan di ruang rapat dan dilanjutkan menuju lokasi yang di sinyalir tempat ajang balap liar serta ngebeburit ramadhan oleh warga.

“Karsono, “selaku camat walantaka menjelaskan, ” Terkait pertemuan dengan PT. Wika merupakan tindak lanjut atas viralnya photo bahwa area jalan tol yang masih dalam pembangunan di alih pungsikan warga menjadi tempat balap liar dan ngebeburit bahkan ada warga yang memampaatkan moment dengan berjualan dan masuk dalam wilayah kecamatan walantaka, tentunya hal ini berbanding terbalik dengan program pemerintah dalam pencegahan penyebaran pandemic covid-19, diantaranya sosial distancing, physical distancing serta PSBB, sehingga muspika ingin mempertanyakan sejauh mana tindakan penanganan dan antisipasi pihak PT Wika terhadap kejadian ini. “Ungkap karsono. ”

Tol di gunakan buat ngebeburit dan balap liar, Muspika kecamatan walantaka Temui pihak PT wika.
Tol di gunakan buat ngebeburit dan balap liar, Muspika kecamatan walantaka Temui pihak PT wika.

Sementara, “management PT.Wika melalui KHC PT wika (Tri probo) dan di dampingi HSE PT wika (Andi M.Z),menyampaikan, ” Terkait kejadian seperti ini berkumpulnya warga untuk melakukan kegiatan seperti balapan liar dan ngebaburit merupakan kejadian yang telah lama terjadi bahkan tahun lalu atau ramadhan tahun lalu sudah seperti ini, namun bedanya sekarang ada pandemic covid-19, tindakan pencegahan sudah dilakukan dengan penutupan jalan serta patroli yang di lakukan oleh anggota marinir, namun warga selalu terus melanggar dan sulit untuk di beri arahan ,biasanya berkumpulnya warga sekitar jam 16″00 wib tiap harinya”ujar Tri probo. ”

” Andi M.Z, menambahkan, ” Bila likakukan teguran atau pembubaran kegiatan warga tersebut oleh petugas PT. Wika , maka ada beberapa warga akan melakukan perusakan pada rambu-rambu jalan bahkan ada yang dengan sengaja merusak dan menghilangkan rambu jalan dan pembatas jalan, terkait penanganan pada tahapan ke tokoh warga belum di lakukan secara intensif namun koordinasi kepada pihak polres sudah di lakukan., pada intinya kekurangan personil dalam penanganan karena yang bertugas hanya sekitar dua orang dari anggota marinir dan kalau dari kami yang datang atau patroli , warga tidak mengindahkan .”Imbuh andi”.

Di sisi lain, kasmuri kapolsek walantaka bersama Tumiran Selaku Danramil walantaka, keduanya senada dan sependapat akan melakukan giat penanggulangan dengan langkah melakukan patroli bersama, di lokasi tol tempat warga berkumpul tersebut, Namun setidaknya Pihak PT. Wika dapat memberikan informasi kepada pihak Polsek atau Koramil walantaka serta pemerintah kecamatan walantaka, jangan hanya diam seakan- akan tidak ada masalah.karena secara khusus dari PT wika belum pernah memberikan impormasi terkait permasalahan yang terjadi kepada polsek dan koramil walantaka serta pemerintah kec. Walantaka secara rinci , sampai photo kegiatan warga di jalan tol serang -panimbang viral.

(Rohmansyah)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *