Ali Sadikin, Tokoh Nyentrik dengan Segudang Pembaruan Jakarta

oleh -0 views
Ali Sadikin
Gubernur Jakarta ke sembilan: Ali Sadikin, mengamati model gedung Institut Pendidikan Seni Jakarta (sekarang Institut Seni Jakarta).

ANTERO.CO – Jauh sebelum kita mengenal Jokowi, Ahok, dan Bu Risma yang digadang-gadang sebagai kepala daerah paling dikenal “tegas” dan “kontroversial” di Indonesia. Sebenarnya ada satu tokoh “nyentrik” yang juga memiliki nama besar dan andil dalam pembaruan daerah yang dipimpinnya. Dialah Ali Sadikin atau lebih dikenal dengan sebutan Bang Ali oleh warga.

Baca juga: Profil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa

Dilahirkan di Sumedang pada tanggal 7 Juli 1927 Ali Sadikin, yang juga Letnan Jenderal Angkatan Laut ini merupakan Gubernur Jakarta ke sembilan yang diangkat langsung oleh presiden Soekarno pada tahun 1966. Lantas apa yang membuat mantan gubernur ini begitu berkesan di hati para warganya?

Jakarta tak mungkin seperti ini tanpa tangan dingin Bang Ali. Latar belakang militer dan sumpah prajuritnya benar-benar ia pegang teguh dalam memimpin Jakarta. Berbagai kebijakan kontroversial keluar dari mulutnya selama menjabat gubernur Jakarta dari tahun 1966-1977. Bukan tugas yang mudah pada saat itu bagi Bang Ali untuk memimpin Jakarta. Ia disuguhi PR yang begitu sulit yakni membangun Jakarta dengan anggaran minim bahkan deifisit tiap tahunnya.

Bang Ali yang mungkin salah satu sosok pionir “blusukan” pertama di Indonesia. Sering kali dia mengunjungi para warga tanpa kawalan dan bahkan berdesak-desakan di dalam bus umum. Walaupun tetap saja warga mengenalinya. Pernah sesekali dia mengatur lalu lintas yang sedang macet karena banjir dengan tangannya sendiri hingga baju yang ia kenakan basah kuyup. Tak hanya masalah kemacetan, banjir, sanitasi buruk bahkan Bang Ali menemukan sejumlah warga ibu kota mengalami gizi buruk yang memprihatinkan.

Ali Sadikin memutar otak hingga tercetuslah berbagai kebijakan yang menjadi perdebatan. Beliau melegalkan judi, lokalisasi hingga hiburan malam. Hanya untuk satu tujuan yaitu mendapatkan anggaran untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit, sanitasi yang layak hingga membangun terminal dan halte untuk mengurai kesemrawutan lalu lintas jakarta.

Banyak yang bilang Bang Ali sebagai “Gubernur Judi”, “Gubernur Maksiat”. Namun semua itu tidak menyurutkan tekad Ali Sadikin demi Jakarta, demi rakyat, dan demi kemanusiaan. Ia sempat menyindir tokoh besar Buya Hamka dengan pernyataan: “Silakan beli Helikopter, karena semua jalan dibangun pake uang Judi”.

Gamparan dan tempeleng adalah bahasa penegas dari Bang Ali. Perlu diketahui bahwa mantan gubernur Fauzi Bowo (Foke) pernah dilempar asbak oleh Ali Sadikin saat Foke masih menjabat staf di pemerintahan jakarta ketika berdebat tentang transportasi. Pernah juga Bang Ali memberhentikan supir yang ugal-ugalan di jalan dan diakhiri tempelengan dari sang jenderal.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *