5 Tips Cara Menggunakan Ragi Untuk Adonan Kue dan Roti

oleh -49 views
Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan
Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan

Tips Cara Menggunakan Ragi Untuk Adonan Kue dan Roti – Konon, penggunaan ragi dalam kue dan roti sering membuat para produsen kedernya. Jika salah langkah, bisa-bisanya ujung kue atau roti akan menjadi keras dan renyah. Awalnya saya merasa tidak perlu menggunakan ragi karena ada banyak bahan pengembang ramah seperti baking powder, baking soda, dan kuning telur. Tapi keyakinan saya runtuh ketika saya mencari resep pizza rumahan. Merk Ragi Instan yang Bagus untuk Membuat Roti dan Kue

Baca juga: Perbedaan Fermipan Dan Ragi Instan

Saya tidak pernah membuat adonan pizza tanpa ragi, tetapi hasilnya kurang renyah seperti yang diharapkan. Akhirnya karena diburu oleh rasa ingin tahu, saya juga mencoba menggunakan ragi dalam adonan roti. cara menyimpan ragi instan yang sudah dibuka

Yup, percobaan pertama saya dengan ragi berlangsung kurang lancar. Kerak pizza saya tidak sejernih yang dibayangkan dan cenderung keras. Saya juga mencari lokasi kesalahan, yang akhirnya menyimpulkan bahwa mengikuti resep tidak cukup. Ada beberapa trik yang dapat menyelamatkan kita dari adonan keras dan keras saat menggunakan ragi. Ingin tahu? Lihat ini! ragi instan yang bagus

1. Pastikan ragi masih aktif

Hal utama tentang menggunakan ragi dalam adonan adalah memastikan bahwa ragi yang kita gunakan masih aktif bekerja. Ragi, jenis apa pun, bisa cepat mati jika tidak disimpan dengan baik. Karena itu, periksa dulu aktivasi ragi dengan air hangat. Siapkan air hangat secukupnya di atas gelas kecil, lalu taburkan ragi (seperti yang ditentukan) ke dalamnya. Aduk sampai larut dan diamkan sebentar. Tanda ragi yang aktif adalah munculnya gelembung udara di permukaan larutan. Jika tidak muncul, ragi tidak boleh digunakan.

Oh ya, beberapa orang mengatakan tidak perlu memeriksanya seperti itu jika kita menggunakan ragi instan. Tetapi bagi saya, ragi instan cukup rentan untuk cepat mati. Jadi ingin menggunakan ragi kering aktif (ragi kering aktif) atau ragi instan, terus periksa sebelum mencampur ke dalam adonan, ya.

2. Simpan roti hangat atau adonan kue kering

Ingat, ragi akan bekerja efektif pada suhu hangat. Tidak panas atau dingin, tetapi hangat dalam suhu ruangan. Setelah ragi masuk dan adonan kemudian diuleni ke kalis, kita akan menunggu adonan mengembang dalam proses proofing. Tutup semangkuk adonan dengan kain atau bungkus plastik, lalu sebarkan lebih cepat, letakkan di tempat terhangat di dapur Anda. Bisa berada di dekat kompor yang terbakar (tidak terlalu dekat, ya) atau di oven mati tapi masih hangat.

3. Kurangi penggunaan mentega, telur, garam, dan susu cair dalam resep

Jika kita membuat roti atau kue, tentu saja semua dosis dalam resep sangat disesuaikan, ya. Tetapi bagi Anda yang terbiasa dengan modifikasi resep, dapat mencoba mengurangi dosis mentega, telur, garam, dan susu cair dalam adonan. Ternyata, ragi akan bekerja lebih lambat ketika dosis dari empat bahan mendominasi adonan. Anda bisa mengakali mentega dengan margarin atau jenis lemak nabati lainnya, sedangkan susu cair bisa diakali dengan susu bubuk. Jika Anda tetap ingin menggunakan garam agar lebih enak, tambahkan sedikit sebelum adonan diuleni.

4. Jangan biarkan adonan mengembang terlalu lama

Nah, inilah hal penting yang saya dan Anda sering abaikan. Proses pemeriksaan memang memakan waktu cukup lama, tetapi itu tidak berarti keluar dari daftar. Ingat, ada dua tahap pemeriksaan adonan. Pemeriksaan pertama adalah untuk membuktikan aktivasi ragi, sedangkan pemeriksaan kedua untuk membentuk adonan roti seperti yang diinginkan. Pastikan Anda memperhatikan proses ini sesuai dengan waktu yang ditentukan. Biasanya dibutuhkan waktu hingga satu jam untuk roti atau kue ukuran sedang. merk ragi instan untuk donat

Bahkan jika Anda sengaja melebih-lebihkan, setidaknya hanya 5-10 menit. Karena jika dibiarkan lama mengembang, adonan ini akan tiba-tiba kempes karena ragi telah mati. Saat dipanggang, adonan akan keras dan keras.

5. Simpan ragi dengan benar

Ragi adalah pengembang “langsung”, jadi mode penyimpanan harus tepat untuk bertahan. Untuk ragi basah (ragi yang dikompresi), simpan dalam kulkas dan gunakan sebelum 2-3 hari. Untuk ragi kering aktif dan ragi instan, pindahkan ke wadah kedap udara dan keringkan saat dibuka. Kedua jenis ragi kering dapat bertahan hingga suhu kamar selama sekitar satu tahun, tetapi bisa lebih tahan lama jika dimasukkan ke dalam lemari es.

Bagaimana? Tidak perlu khawatir ragi ini akan “merusak” adonan Anda, ya. Saat ini, ragi tidak hanya identik dengan membuat roti, tetapi juga kue kering seperti martabak manis, kue bluder, dan pukis. Soalnya, ragi memang punya aroma khas yang bisa membuat adonan lebih istimewa setelah dipanggang atau dikukus.

Baca juga:

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *