Tinjau Lokasi Bencana di Lebak, Jokowi Meminta Perambahan Hutan dan Penambangan Emas ilegal Dihentikan

oleh -0 views

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Banten dan Bupati Lebak saat mengunjungi Ponpes Latansa Mashiro, Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten, Selasa (7/1/2020).

ANTERO CO, LEBAK – Presiden Jokowi meminta agar perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal dihentikan. Menurutnya, kedua aktivitas tersebut dinilai  dapat mengakibatkan banjir bandang, lokasi tersebut merupakan salah satu yang terdampak banjir bandang.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat mengunjungi lokasi terdampak bencana, di Pondok Pesantren (Ponpes) Latansa Mashiro, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/1/2020).

“Tadi sudah saya sampaikan ke Pak Gubernur Banten dan Bupati Lebak  agar ini dihentikan,” ujarnya.

Perambahan hutan dan penambangan emas, jelas Jokowi, secara ilegal hanya menguntungkan segelintir pihak. Di sisi lain, aktivitas ini merugikan ribuan orang lainnya yang terdampak banjir bandang.

“Badan Penanganan Bencana Daerah atau BPDB Banten mencatat, 8 orang tewas dan 17.200 jiwa atau 4.368 keluarga harus mengungsi akibat banjir bandang di Lebak. Selain itu, 1410 rumah dan 19 sekolah rusak,” terang Jokowi.

Jokowi menuturkan, ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antar desa, antar wilayah rusak. Ini agar segera  diselesaikan.

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan, warga yang rumahnya rusak terkena banjir bandang akan direlokasi. Namun, ia menyerahkan penentuan lahan untuk relokasi rumah warga kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Dua jembatan yang rusak di Lebak juga akan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

“Nanti sisanya dikerjakan oleh pusat,” imbuhnya.

Para kepala daerah, dihimbau Jokowi, memberikan peringatan dini kepada masyarakat atas kemungkinan cuaca hujan ekstrem di wilayahnya. Diberikan peringatan-peringatan sehingga masyarakat waspada dan hati-hati setiap hujan lebat.

Ia meyakini para kepala daerah sudah mengetahui lokasi-lokasi yang rawan bencana tersebut.

“Ini, terutama penting untuk lokasi yang rawan terjadi banjir bandang dan tanah longsor,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *