Timses Jokowi-Ma’ruf Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual Aksi Kampanye PEPES

Timses Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual Aksi Kampanye PEPES
Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan bersama anggota Direktorat Hukum dan Advokasi TKN

ANTERO PILPRES – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta polisi mengusut dugaan kasus tiga ibu di Karawang, Jawa Barat, yang melakukan kampanye hitam. TKN meminta polisi mengungkap aktor intelektual di balik aksi tiga ibu dari Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES) itu.

“Terhadap ketiga ibu itu kami juga komunikasi ke penyidik seharusnya tidak berhenti di ibu itu. Kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual di balik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Ade Irfan Pulungan di Mapolda Jawa Barat, Senin (25/2).

Baca juga: Tiga Emak-emak Kampanye Hitam Diamankan Polisi, BPN-PEPES Bereaksi

Ade mengatakan, pihaknya mendorong polisi agar mengusut lebih dalam kasus ini untuk mencari tahu apakah ketiganya merupakan relawan dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Perlu ditelusuri pihak penyidik, apakah dari simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 atau memang mereka disuruh melakukan kampanye negatif yang saya duga ketiga ibu ini tidak paham tentang kalimat atau materi yang mereka ucapkan. Dan tidak paham dampak hukum yang bisa muncul ke mereka. Ini harus ditelusuri supaya terang benderang karena ini sesat menyesatkan, ini peristiwa murni ujaran kebencian ke Pak Jokowi,” kata dia.

Ade menjelaskan, kedatangan Ade ke Polda Jabar dilakukan untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait kasus yang kini ditangani penyidik Polda Jabar.

“Ini harus tuntas, di balik ini apakah diduga dari bagian kampanye 02 atau kepentingan kelompok lain yang mendompleng masalah pemilu ini. ini yang harus diungkap,” ujarnya.

TKN sendiri melalui Tim Kampanye Daerah (TKD) Karawang telah melaporkan adanya video itu ke Polres Karawang. Ade mengatakan konten dari video tersebut sudah jelas merupakan fitnah kepada Jokowi.

“Ini tidak masuk akal, fitnah dan keji. Kita tahu bersama Pak Jokowi memanggil wakilnya seorang ulama. Dari mana akal sehatnya sampai mengatakan Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin bila terpilih suara azan tidak diperdengarkan. Pergunakanlah akal sehat untuk melakukan kampanye ke masyarakat. Jangan gunakan orang-orang tertentu untuk kepentingan tertentu yang mengakibatkan timbulnya kegaduhan,” ujarnya.

Video emak-emak tersebut beredar di media sosial. Sejumlah media menyebut video tersebut dibuat di Karawang dan diunggah akun @citrawida5 di Twitter. Dalam video itu terlihat perempuan berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye dari pintu ke pintu.

Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata salah satu perempuan dalam video tersebut.

Dalam bahasa Indonesia perkataan itu berarti: “suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin”.

Loading...

TULIS KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini