Tiga anggota LSM Aktor di Belakang Kerusuhan di Bayah Ditangkap Polisi

oleh -0 views
Tiga anggota LSM Aktor di Belakang Kerusuhan di Bayah Ditangkap Polisi
Nelayan rusak Mapolsek Bayah. ©2018 Foto: Merdeka.com

ANTERO.CO BANTEN – Satuan Reserse Kriminal Polda Banten menangkap tiga orang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ketiga orang tersebut adalah tersangka penculikan dan pemerasan terhadap pengusaha benur asal Bayah, Kabupaten Lebak yang berujung perusakan Mapolsek dan pembakaran kendaraan dinas.

Tiga anggota LSM dalang kerusuhan di Bayah ditangkap polisi


Ketiga tersangka yakni HD, TH dan SD yang saat menjalankan aksi mengaku sebagai anggota Intel Bayah Polri diamankan dari berbagai tempat. Tersangka HD ditangkap pada Minggu (13/5) sekitar pukul 02.00 di kediamannya di Kampung Cepunaga, RT 03 RW 04, Desa Cihara, Lebak, Banten.

Sementara tersangka TH diamankan di Saketi, Pandeglang, Banten. Pada saat penangkapan, pelaku mencoba melarikan diri dan petugas dipaksa menembak kaki tersangka.

“Tersangka SD kita amankan di Wanasalam di tengah sawah pukul 5 pagi,” kata Kapolda Banten Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (16/5).

Kapolda Banten menjelaskan, dalam menjalankan aksinya ketiga tersangka membuat perencanaan target sebelumnya di rumah salah satu tersangka HD. Pembagian tugas dimulai, mulai dari menyediakan kendaraan untuk menyiapkan dua jenis pistol revolver softgun. Dalam perencanaan mereka menentukan lokasi dan calon korban.

Baca juga: 16 Pelaku Penyerangan Mapolsek Bayah di Amankan Polisi

Keesokan harinya, lima orang (dua DPO) dari kawanan ini datang ke lokasi penjualan kentang goreng atau lobster. Seorang tersangka berpura-pura membeli gorengan untuk korban Haji Anwar. Baru-baru ini transaksi terjadi, dua kawanan keluar dari mobil dan mengarahkan pistol ke korban dan segera membawa korban ke dalam mobil.

“Ini yang menyebabkan kemarahan warga lain. Tersangka mengaku sebagai anggota Polri dengan menunjukan KTA (Kartu Tanda Anggota). Karena takut, korban percaya saja. Di dalam mobil itu, para tersangka memeras korban sambil mengancam akan menembak korban,” kata Kapolda.

Uang sebesar Rp 23,5 juta milik korban dan 6.000 bulu disita oleh tersangka. Setelah membawa korban di sekitar TKP, korban akhirnya diturunkan di tempat yang tenang.

Baca juga: Kantor Polsek Bayah Banten Diserang Warga

Di tempat lain, berita tentang tabrakan warga dan penangkapan Haji Anwar, sebagai pengusaha goreng langsung menyebar di kalangan nelayan.

“Nelayan marah dan terjadi ketegangan kemudian meningkat terjadilah pengrusakan Mapolsek Bayah dan pembakaran kendaraan dinas,” kata Kapolda.

Warga pada waktu itu menduga bahwa tersangka adalah anggota Polisi Bayah. “Apa yang beredar di masyarakat adalah anggota kami, jadi kami mengambil langkah dan itu bukan anggota Polisi,” kata Kapolda.

Akibatnya, tiga tersangka diancam dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 328 KUHP tentang Penculikan.

Baca juga: Polda Banten Tetapkan Tersangka Penyebar Hoax Himbauan BMKG Gempa Lebak

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *