Tersinggung dan Salah Faham Terkait Pelayanan, Kades Cikande Minta Maaf 

oleh -65 views

Tersinggung dan Salah Faham Terkait Pelayanan, Kades Cikande Minta Maaf 

 

ANTERO.CO TANGERANG – Terkait ketersinggungan warga Kampung Candelekan Desa Cikande Kecamatan Jayanti Tangerang Banten, Yulianto dengan Pelayanan Staf Desa dan Kepala Desa (Kades) desa setempat yang menurut Yulianto arogan dan dipungut biaya Rp50 ribu yang sempat menjadi perbincangan publik.

Akhirnya, pada Selasa malam 13 Oktober 2020 telah selesai klarifikasi yang di hadiri oleh beberapa rekan media dan lembaga, bahwasanya antara kedua belah pihak Kades Acep Eman dan Yulianto bertemu dan saling meminta maaf karena dalam kejadian kemarin telah terjadi kesalah pahaman dengan kurangnya konsentrasi terhadap pelayanan publik terhadap Yulianto yang menurutnya di usir dan dipungut biaya Rp50 ribu itu tidak benar dan SKU sudah jadi dan sudah diterima oleh yang bersangkutan.

“Awalnya  ketika saya minta SKU ke kantor desa dipinta biaya 50.000 dan saya pun pulang karena tidak bawa uang sebesar itu, kemudian istri saya datang lagi kekantor desa dan dibuatkanlah surat SKU tersebut, dan pihak desa tidak meminta uang.” ungkap Yulianto menceritakan.

Wawancara sejumlah wartawan dalam pertemuan klarifikasi semalam yang dihadiri beberapa rekan media, lembaga dan keluarga dari Yulianto ikut terharu dan berharap untuk pelayanan publik desa Cikande Jayanti lebih baik kedepannya.

Sementara itu Kades Acep Eman meminta maaf atas terjadinya hal seperti itu dikarenakan dirinya sedang menangani ada warga dari desa gembong digerebek di desa Cikande dan sedang dihakimi massa.

“Waktu itu saya lagi meredam massa yang mau memukuli terkait mesum di desa saya, ketika Yulianto meminta SKU kesetaf desa, keadaan di kantor desa lagi banyak warga yang mau menghakimi warga gembong yang tertangkap basah didesa saya,” dalihnya menerangkan, seraya tidak membenarkan adanya pemungutan uang untuk SKU tersebut.

“Tetapi terkait adanya pemungutan biaya sebesar Rp50.000, stag desa saya tidak menerima uangnya, bahkan SKU atas nama istrinya sudah dibuatkan tanpa ada pungutan biaya,” tukasnya.

Dengan telah terjadinya kesalah pahaman antara Yulianto sebagai warga dengan pihak desa Cikande tersebut, Kades menyampaikan permohonan maafnya.

“Saya beserta staf meminta maaf, karena waktu itu kami sedang menangani terkait ada warga gembong yang berbuat mesum di desa kami yang mau dihakimi massa,” ucap Acep Eman.(Njr)

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *