Terkait APBD 2021, Pemprov dan DPRD Banten Sepakat Ikuti Evaluasi Kemendagri

oleh -7 views

Foto : Istimewa 

 

ANTERO.CO SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten bersepakat mengikuti evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan APBD 2021.

Wakil Ketua DPRD Banten, Nawa Said Dimyati mengatakan dalam evaluasi perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah oleh Kemendagri pihak Pemprov dan DPRD Banten mempunyai dua pilihan.

“Evaluasi Perda APBD Propinsi oleh Kemendagri itu adalah sebuah kelaziman, Pemprov dan DPRD punya dua pilihan, mengikuti atau mengabaikannya,” katanya kepada media.

Pria yang akrab di sapa Cak Nawa mengaku Pemprov Dan DPRD Banten menyepakati untuk mengikuti evaluasi dari Mendagri.

“Yaitu dengan mengalokasikan anggaran untuk vaksinasi GRATIS dan menambah alokasi DBH Pajak dengan merasionalisasi kegiatan OPD dan Bankue untuk Kabupaten Kota,” ujarnya.

Nawa Said mengatakan Dana Bagi Hasil (DBH) pajak sebelumnya sebesar 2,2 triliun menjadi 2,6 triliun. Sedangkan Bantuan Kabupaten Kota dari 486,9 miliar menjadi 391,9 miliar.

“DBH sebelumnya di pasang di angka 2. 264. 977. 730. 950 menjadi 2. 627. 810. 301. 950 atau bertambah 362. 832. 571. 000, Bankue dari 486. 900.000.000 menjadi 391. 900. 000. 000 atau berkurang 95. 000. 000. 000 Belanja operasi terkoreksi 334. 942. 915. 000,” paparnya.

Dikonfromasi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten Rina Dwiyanti membenarkan hal tersbeut, kata Rina dana vaksinasi Pemprov banten menganggarkan sebesar 20 miliar.

“Dana vaksinasi penyempurnaan angarankan 20 miliar, kita lekatkan dengan Dinkes, BTT ada 84 miliar kita udah antisipasi, Bagi hasil awalnya 2,2 triliun evaluasi Mendagri minta diselesaikan di murni menjadi 2,62 triliun, Bankeu menjadi 334 miliar,” katanya.

Ditanya juga terkait Bantuan keuangan (Bankeu) Kabupaten Kota tahun 2020, Rina mengaku pihak Pemprov sudah menyalurkannya namun tersendat di Bank Banten.

Ia mengaku, pihaknya sudah menginstruksikan Pihak Bank Banten agar memenuhi kewajibannya. “Tersendat di bank Banten yang sudah di Bank Bangen itu menjadi kewajiban disalurkan ke Kabupaten kota dan kita sudah memenuhi cuma tertahan, Kami senantiasa menginstrusikan ke bank banten untik menyelesaikan kewajibannya,” tegasnya. (Njr/Red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *