Supelmen Daya Tahan Tubuh Untuk Anak

Vitamin, Yoga, dan Nasi Merah Tak Sehat

Vitamin untuk daya tahan tubuh anak – Untuk menjaga kesehatan tubuh dan memastikan bahwa sistem kekebalan tubuh kita kuat melawan penyakit, nutrisi lengkap dibutuhkan dari makanan. Bukan hanya karbohidrat, protein dan serat, tetapi juga berbagai vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh.

Namun kebiasaan makan yang sibuk dan tidak sehat sering membuat banyak orang kekurangan vitamin atau mineral, dan ini mungkin perlu diatasi dengan mengonsumsi suplemen. Nah, suplemen apa yang terbaik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh?

Kandungan suplemen daya tahan tubuh yang perlu Anda cari

1. Vitamin A

Vitamin A adalah sejenis vitamin yang larut dalam lemak yang ditemukan dalam daging, hati, produk susu dan telur, buah-buahan, dan sayuran hijau. Selain itu, Anda juga bisa mendapat cukup asupan vitamin A setiap hari dari suplemen multivitamin.

Vitamin A memiliki banyak manfaat penting bagi tubuh. Beberapa fungsi vitamin A termasuk meningkatkan sistem kekebalan dan penglihatan mata.

Fungsi sistem kekebalan tubuh tergantung pada asupan vitamin A yang cukup, karena vitamin A dikenal sebagai generator vitamin sistem kekebalan tubuh.

Vitamin A, yang juga mengandung zat beta karoten dapat membantu retina, kornea, dan mata berfungsi dengan baik.

2. Vitamin B

Vitamin B terdiri dari delapan jenis, yaitu: B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (folat), dan B12 (cobalamin) . Pada dasarnya, setiap mikronutrien dalam vitamin B membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Mengkonsumsi vitamin B dapat meningkatkan energi, mendukung kesehatan otak, memperbaiki suasana hati, mempertajam memori, mengurangi stres, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan rambut dan kulit.

3. Vitamin C

Vitamin C adalah sejenis vitamin yang larut dalam air yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perbaikan sel-sel di tulang, gigi dan kulit.

Vitamin adalah antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel karena radikal bebas, yang dapat mengurangi risiko kanker tertentu.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai infeksi atau penyakit.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk memiliki asupan vitamin C yang cukup. Mengkonsumsi cukup vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan Anda.

4. Vitamin E

Di dalam tubuh, vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tubuh juga membutuhkan vitamin E untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan benda asing yang mengganggu tubuh, seperti bakteri atau virus.

5. Echinacea

Bunga Echinacea adalah salah satu jenis bunga dari keluarga daisy yang secara luas digunakan sebagai suplemen kesehatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Bunga ini memiliki campuran zat aktif yang kompleks, beberapa di antaranya disebut antimikroba. Sementara bahan lain memiliki efek pada sistem kekebalan tubuh manusia.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Infectious Diseases di University of Connecticut, bunga echinacea dapat menghasilkan efek kekebalan yang lebih kuat.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa bunga ini mampu mencegah serangan flu sekitar 58 persen dan mengurangi lamanya waktu flu sembuh hampir satu setengah hari lebih cepat daripada tanaman obat lainnya.

6. Ginseng

Tanaman ginseng dapat membantu Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Akar, batang dan daun Ginseng telah digunakan untuk mempertahankan homeostasis kekebalan dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit atau infeksi.

Ginseng meningkatkan kinerja sistem kekebalan Anda dengan mengatur setiap jenis sel kekebalan, termasuk makrofag, sel pembunuh alami, sel dendritik, sel T dan sel B. Ginseng juga memiliki senyawa antimikroba yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap infeksi bakteri dan virus.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Chinese Medicine menemukan bahwa ekstrak ginseng berhasil menginduksi tanggapan antibodi antigenik spesifik ketika diberikan secara oral. Antibodi mengikat antigen, seperti racun atau virus, dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh normal. Karena kemampuan ginseng memainkan peran dalam produksi antibodi, ginseng dapat membantu tubuh untuk melawan invasi mikroorganisme atau antigen patogen.

7. Mangan

Mangan berperan dalam berbagai proses kimia, termasuk sintesis nutrisi seperti kolesterol, karbohidrat dan protein. Mangan juga memainkan peran dalam pembentukan massa tulang dan membantu menyeimbangkan hormon secara alami yang mempengaruhi hampir semua kesehatan.

Mangan adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk penyerapan nutrisi, produksi enzim pencernaan, perkembangan tulang dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh.

8. Zinc

Zinc adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat. Zinc dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus dan bakteri ketika tubuh berhenti menerima makanan.

Zinc juga berperan dalam pemecahan karbohidrat. Jadi, memenuhi kebutuhan Zinc juga dapat membantu mencegah Anda merasa lemah karena kekurangan energi.

9. Magnesium

Magnesium membantu menjaga fungsi saraf dan otot, menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, membuat jantung berdetak stabil, dan membantu menjaga tulang tetap kuat. Ini juga membantu mengatur kadar glukosa darah dan membantu dalam produksi energi dan protein.

Magnesium juga mempengaruhi kebugaran tubuh sehingga dapat meningkatkan performa olahraga. Mineral ini dapat membuat proses pembentukan energi menjadi lebih baik, yang membuat pengaturan energi saat berolahraga jauh lebih efektif.

Jadi, dengan asupan magnesium yang cukup, Anda bisa berolahraga dengan energi tinggi tanpa mudah merasa lelah.

10. Selenium

Selenium dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi selenium dapat mengurangi risiko kanker tertentu, juga mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Kebutuhan selenium menurut rekomendasi tunjangan harian (RDA) adalah 55 mcg per hari dan peningkatan pada wanita hamil dan menyusui, mencapai 60-70 mcg per hari.

BACA JUGA YANG INI

Loading...

LEAVE A REPLY

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini