Soal Kematian SI Keluarga Minta Almarhum Di Autopsi, Dr Dwi Seno Wijanarko SH MH: Agar Menjadikan Sebuah Kepastian Hukum Yang Jelas

oleh -39 views
Soal Kematian SI Keluarga Almarhum Minta Untuk Di Autopsi, Dr Dwi Seno Wijanarko SH MH: Agar Menjadikan Sebuah Kepastian Hukum Yang Jelas
Soal Kematian SI Keluarga Almarhum Minta Untuk Di Autopsi, Dr Dwi Seno Wijanarko SH MH: Agar Menjadikan Sebuah Kepastian Hukum Yang Jelas

ANTERO.CO TANGERANG – SI (46) Pria yang ditemukan meninggal di gudang kosong tepatnya di Jalan Raya Jakarta-Serang Km 32 Kampung Sumur Bandung RT 006/001, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti-Tangerang pada Hari Senin (26/4/2021) sekira pukul 21.00 WIB beberapa hari yang lalu, penyebab kematian SI tersebut masih menggantung di benak istri dan keluarganya.

Sementara beredar kabar penyebab meninggalnya SI adalah bahwa diduga korban terkena angin duduk atau serangan jantung

Menurut Sarbayi istri almarhum SI bahwa pada saat SI ditemukan meninggal digudang kosong tersebut dalam keadaan tidak wajar.

“Almarhum suami saya pada saat dibawa ke rumah, tangan kanan almarhum memar seperti terpelintir, dan bagian bawah lehernya almarhum berwarna biru kehitaman serta kepala almarhum ada luka bocor seperti ada bekas pukulan,” kata Sarbayi, Jum’at (30/4/2021).

Disinggung mengenai otopsi atau pemeriksaan, Sarbayi menyampaikan keluarganya tidak memiliki biaya Untuk di otopsi karna diperlukan biaya tak sedikit.

“Untuk otopsi, katanya butuh biaya Kami keluarga kecil tidak mampu untuk melakukan itu karena bapak Kepolisian menyerahkan biaya otopsi semuanya kepada keluarga,” tuturnya

Dihubungi terpisah, Purnomo Anggota kepolisian Sektor (Polsek) Cisoka mengatakan untuk Biaya otopsi itu semua di tanggung oleh Keluarga korban pak ”

“Iya, biaya otopsi itu semua ditanggung oleh keluarga korban,_ ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon

Sementara itu menurut Ahli Pidana sekaligus PEMBINA YLPK PERARI Dr. Dwi seno wijanarko, SH.MH. menyatakan pendapatnya agar menjadikan sebuah kepastian hukum yang jelas.

“Sekiranya dilakukan pengumpulan alat bukti oleh penyidik benar atau tidak atas kematian itu murni sakit atau atas pembunuhan. Kita butuh kepastian,” katanya singkat. (Najar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *