Setelah Makan Kenapa Malah Sakit Perut

oleh -0 views

Setelah Makan Kenapa Malah Sakit Perut

Setelah Makan Kenapa Malah Sakit Perut – Makan biasanya dilakukan untuk memenuhi rasa lapar yang menyerang dan untuk mencegah sakit perut dan rasa sakit jika dilakukan telat, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit maag. Namun, beberapa orang atau mungkin Anda pernah mengalami sakit perut yang justru terjadi setelah makan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh jenis makanan yang Anda makan. Lalu, jenis makanan dan minuman apa yang bisa memicu sakit perut setelah makan?

Makanan dan minuman memicu sakit perut setelah makan


1. Makanan asam

Benjamin Krevsky, MD., MPH., Kepala profesor gastrointestinal dan obat endoskopi di Lewis Katz School of Medicine di Temple University Philadelphia menyatakan bahwa makanan dan minuman yang terlalu asam dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung. Makanan ini termasuk acar, makanan yang mengandung banyak cuka, serta buah-buahan asam seperti lemon, jeruk, dan limau.

Baca: Obat Dokter Untuk Perut Kembung Masuk Angin

2. Makanan pedas

Hampir semua makanan pedas biasanya mengandung cabai. Cabai sendiri mengandung senyawa capsaicin yang dapat mengiritasi lambung dan memberikan sensasi panas atau rasa panas di perut ketika dikonsumsi terlalu banyak.

Khususnya bagi mereka yang tidak suka makanan pedas, maka makan hanya sedikit makanan yang mengandung cabe secara langsung membuat perut Anda bergejolak keluar.

3. Kafein

Coba ingat, apakah setelah makan Anda mengonsumsi teh, kopi, atau coklat? Jika demikian, maka salah satu alasan mengapa perut sakit setelah makan adalah karena kandungan kafein dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Kafein adalah minuman stimulan yang dapat mengiritasi dan menyebabkan rsa tidak nyaman di perut. Kafein merangsang gerakan usus untuk bergerak lebih cepat saat mencerna makanan. Saat buang air besar saat mencerna makanan terlalu cepat maka dapat menyebabkan sakit perut yang diakhiri dengan diare.

Baca: Penyebab dan Cara Mengobati Kanker Serviks

4. Makanan yang tidak bersih

Mengkonsumsi makanan tidak sehat bisa menjadi salah satu penyebab sakit perut setelah makan. Entah karena proses pembuatannya kurang higienis, area penyimpanannya kotor, atau bahkan makanan ini sudah kadaluwarsa.

Makanan kadaluarsa dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan yang akan mengakibatkan sakit perut. Selain sakit perut, Anda juga biasanya akan merasa mual, muntah, diare, dan badan terasa lemah.

5. Makanan yang menyebabkan alergi atau intoleransi

Beberapa orang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Tetapi ada orang yang hanya tidak tahu apakah dia alergi terhadap makanan tertentu. Makan makanan pemicu alergen dapat menyebabkan peradangan di perut dan menyebabkan rasa sakit setelah mengambilnya.

Begitu juga jika Anda mengonsumsi makanan yang tubuh tidak bisa mengambilnya dengan benar atau disebut intoleransi. Kondisi intoleransi umum biasanya disebabkan oleh gluten, gandum, dan laktosa.

Banyak orang yang tidak tahu jika tubuhnya tidak mampu mencerna jenis makanan. Karena itu, setelah dikonsumsi tubuh akan menunjukkan reaksi protesnya ditunjukkan dengan sakit perut.

Baca: Ini Obat Herbal Gangguan Pernapasan

Penyebab lain sakit perut Anda setelah makan


Selain faktor makanan, penyebab mengapa sakit perut setelah makan juga bisa merujuk pada kondisi kesehatan tertentu. Lokasi dan jenis nyeri perut biasanya dapat memberikan petunjuk penyebabnya.

Misalnya, sakit perut di bagian bawah setelah makan umumnya menunjukkan gejala gastroenteritis (infeksi usus atau lambung) dan keracunan makanan, terutama jika disertai diare, mual, dan muntah.

Baca: Mengobati anyang-anyangan

Kemudian rasa sakit di tengah perut beberapa jam setelah makan menunjukkan gejala maag. Sementara itu, rasa sakit yang membakar di daerah dada mungkin menunjukkan gejala GERD atau asam lambung dan sakit perut seperti biasa menunjukkan bahwa Anda makan terlalu banyak makanan.

Jika rasa sakit yang Anda alami berlangsung cukup lama dan disertai dengan gejala lain untuk menghambat aktivitas sehari-hari, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *