Beranda Berita Banten Lebak Sengketa Tapal Batas, Masyarakat Desa Cipining Mengadu Ke DPRD Lebak

Sengketa Tapal Batas, Masyarakat Desa Cipining Mengadu Ke DPRD Lebak

ANTERO CO, LEBAK – Masyarakat Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, mendatangi kantor DPRD Lebak. Kedatangan mereka tersebut untuk menyampaikan surat aduan dan meminta audensi kepada Wakil Rakyat atau anggota DPRD setempat untuk membahas terkait sengketa tapal batas Desa Cipining dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Salah satu perwakilan masyarakat Desa Cipining, Abdul Rohman mengatakan, ada dua surat yang dilayangkan ke DPRD Lebak,  yakni satu untuk komisi l dan satu lagi untuk pimpinan DPRD Lebak.

Kedua surat tersebut, kata Abdul Rohman yang akrab dipanggil Komeng ini, isi dan tujuannya sama, yakni pengaduan dan warga meminta untuk audensi dengan komisi l DPRD.

“Suratnya telah kita berikan ke bagian sekretariat dewan, karena komisi l dan ketua DPRD sedang melakukan kunjungan kerja,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

Ia menjelaskan, adapun tujuan melayangkan surat aduan ke DPRD ini tidak lain agar permasalahan sengketa tapal batas desa dan kecamatan ini tidak berlarut-larut dan adil, jika pemkab Lebak akan memutuskan.

“Kita sudah memiliki berkas-berkas atau bukti bahwa 200 hektar yang diklaim Desa Mekarsari, Kecamatan Maja adalah benar berada diwilayah Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung,” imbuhnya.

Dikatakan Komeng, warga Cipining sebelumnya tidak mau tahu terlalu jauh terkait klaim Desa Mekarsari. Namun, kejadian pengusiran terhadap warga Cipining yang sedang menggarap lahan, menjadi sumbu pemicu kemarahan warga. Sehingga, seluruh warga meminta agar pemerintahan Desa Cipining tidak tinggal diam.

“Masa warga kami yang sedang bercocok tanam dilahan garapan milik PT yang ada diwilayah desanya diusir dengan alasan lahan yang digarap masuk pada wilayah Desa Mekarsari, ini lah yang memicu seluruh warga agar desa tidak tinggal diam,” terangnya.

Sementara itu, anggota DPRD Lebak Komisi I, Muhamad Arif mengaku, pihaknya sudah mendengar adanya sengketa tapal batas antara Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Maja. Namun, memang belum ada yang mengadukan secara resmi ke DPRD.

“Jika memang sudah melayangkan surat aduan tentu DPRD akan menindak lanjutinya,” tutur Arif politisi dari fraksi Nasdem ini.

Sebetulnya, jelas Arif, sengketa tapal batas ini tidak perlu terjadi dan dapat diselesaikan oleh masing-masing kecamatan atau pemkab Lebak. Karena dua wilayah tersebut masuk pada wilayah atau kabupaten Lebak juga.

Meski demikian, pihaknya tetap memaklumi, karena 200 hektar yang menjadi perebutan tersebut merupakan lahan bernilai ekonomis.

“Jika melihat masalah ini, bukan hanya sekedar tapal batas wilayah, melainkan ada sesuatu yang bernilai ekonomis, sehingga ini harus diselesaikan secepatnya agar tidak menjadi gaduh dan kericuhan di masyarakat,” tutupnya.

Loading...

KOMENTAR

TULIS KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini