Sengketa Tapal Batas Dua Desa Belum Selesai, Kades Desak Pemkab Terbitkan Kepastian Hukum

ANTERO CO, LEBAK – Soal sengketa tanah seluas 200 Hektare di tapal batas, antara Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten belum selesai.

Bahkan Kepala Desa (Kades) Cipining bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cipining mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera menerbitkan kepastian hukumnya.

Hal tersebut disampaikan pihak Desa Cipining pada Rabu (3/7) saat jumpa pers, di salah satu rumah makan di Rangkasbitung.

Kades Cipining, Kasta Wijaya mengatakan, tanah seluas 200 hektare yang ada di tapal batas dengan Desa Mekarsari diakui milik Desa Mekarasari. Bahkan dalam peta produk pemerintah pada saat itu Provinsi Jawa Barat (sebelum jadi Provinsi Banten), jelas-jelas bahwa tanah seluas 200 hektare tersebut berada di wilayah Desa Cipining.

“Sekarang sengketa tanah tapal batas desa kami dengan Desa Mekarsari sudah lama diproses Pemkab Lebak. Anehnya, hingga saat ini belum juga ada kepastian hukumnya dari pemkab,” tukasnya.

Sementara itu, pemerhati sekaligus juru bicara Desa Cipining, Abdul Rohman menegaskan, bila pekan ini belum ada kepastian hukum soal sengketa tanah tapal batas tersebut, maka warga Cipining akan mempertanyakanya langsung ke pihak pemkab.

“Kalau nanti dalam kepastian hukumnya dimenangkan oleh Desa Mekarsari, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan bukti-bukti yang ada,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa pada Jumat (5/7) pihaknya bersama aparat Desa Cipining serta beberapa warga berencana menemui dan sekaligus menyampaikan persoalan tersebut kepada Komisi I DPRD Lebak.

“Kami akan secepatnya melayangkan surat ke pihak komisi satu agar rencana kami untuk menemuinya pada Jum’at ini bisa terealisasi,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan pihak media masih berupaya konfirmasi terhadap intansi dan pihak terkait soal sengketa tanah di kedua desa tersebut.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here