Sebabkan Kecelakaan, Aktifitas Galian Tanah  Bikin Geram Warga

oleh -42 views

Sebabkan Kecelakaan, Aktifitas Galian Tanah  Bikin Geram Warga

 

ANTERO.CO LEBAK – Aktivitas galian tanah menyebabkan Jalan Raya Cikande Rangkasbitung atau jalan Prof Ir Soetami, tepatnya di Kampung Ketug Desa Citeras Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten, tertimbun tanah, berdebu dan licin akibat ceceran tanah yang berjatuhan dari truk pengangkut tanah. Sehingga pengendara roda dua pun yang melintas dijalur ini harus berhati-hati karena rawan kecelakaan berjatuhan.

Informasi diperoleh, Rabu (23/9/2020), sekira pagi 06.50 WIB di ruas jalan akibat ceceran tanah dari galian tanah disekitar Kampung Ketug tersebut telah terjadi kecelakaan yang dialami pengendara Roda Dua (R2) atau pemotor akibat kondisi jalan yang licin. Bahkan, peristiwa berjatuhannya R2 banyak terjadi di malam hari.

Akibat berjatuhannya korban Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) yang disebabkan adanya aktifitas galian tanah tersebut membuat warga geram dan melayangkan surat penolakan melalui Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa setempat.

“Karena jalanan licin akibat ceceran tanah merah dari galian disekitaran sini (Kampung Ketug-red) pengendara roda terjatuh, terplanting dan tergelincir,” kata Aceng, salah seorang warga setempat, Rabu (23/9/2020).

Ia mengatakan, peristiwa terjatuhnya R2 ini diakibatkan oleh truk-truk tanah yang melintas yang membuat sebagian kecil muatannya berceceran di jalan.

“Lumpur tanah itu dari ceceran tanah yang dibawa truk, pada berjatuhan. Karena truk yang melintas banyak jadi lama kelamaan tanahnya juga menumpuk dipinggir jalan, apalagi tertimpa air hujan jalanan jadi licin,” ujarnya.

Maman, masih warga setempat menuturkan, pihaknya bukannya mau menggangu orang lain sedang usaha, tetapi mengingatkan kepada pemilik lahan dan pengusahanya gimana caranya biar sama -sama enak dan tidak banyak merugikan masyarakat ataupun pengguna jalan.

“Kalau sudah begini dan sudah banyak korban berjatuhan akibat jalanan menjadi licin, siapa yang mau bertanggung jawab,” tukasnya.

Intinya, terang Maman, sekarang masyarakat sudah sepakat agar kegiatan tanah merah itu untuk diberhentikan.

“Kalau masih membandel masyarakatpun tidak akan segan segan untuk menutup paksa,” tegasnya.

Dihubungi terpisah menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Desa (Kades) Desa Citeras, H Mamad Madra’i SE mengatakan, terkait adanya aktivitas galian tanah di wilayahnya tersebut pihaknya belum pernah mengijinkan atau pun menandatangani surat ijin lingkungannya.

‘Saya belum pernah menandatangani perijinan. Bahkan, saya sudah sempat memanggil dari pihak perwakilan pengusahanya dan menegur untuk dihentikanya kegiatan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Madra’i, banyak masyarakat yang mengadukan kepada dirinya terkait jalanan yang ditutupi tanah merah yang menyebabkan banyak sekali korban pengguna jalan yang berjatuhan.

“Masyarakat melalui RT setempat dan tokoh sudah melakukan pembuatan surat penolakan dan diberikan kepada saya,” katanya.(Bud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *