Rumah Warga Lampung Korban Tsunami Diganti Rp 50 Juta per Unit

Korban tsunami di Lampung akan diberikan bantuan simultan oleh Pemerintah sebesar Rp. 50 juta rumah rusak berat per unit.

Rumah Warga Lampung Korban Tsunami Diganti Rp 50 Juta per Unit
Rumah Warga Lampung Korban Tsunami Diganti Rp 50 Juta per Unit

ANTERO LAMPUNG – Pemerintah menetapkan bahwa mereka akan memberikan bantuan stimulan untuk rumah-rumah yang rusak parah akibat tsunami Selat Sunda per unit sebesar Rp50 juta.

Informasi yang diperoleh dari Dinas Komunikasi dan Informasi Lampung Selatan, di Kalianda, Lampung, pada hari Sabtu, mengatakan Penjabat Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto telah menghadiri rapat koordinasi terkait dengan bencana tsunami di Selat Sunda, di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kementerian PMK Indonesia).

Baca juga: Pemprov Banten Perbaiki 441 Rumah Akibat Tsunami Selat Sunda

Dalam rapat koordinasi, Pemerintah menetapkan akan memberikan bantuan stimulan sebesar Rp. 50 juta per unit rumah rusak berat, kerusakan sedang Rp. 25 juta, sementara ringan rusak Rp. 10 juta.

Menurut Nanang Ermanto, pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dan Banten, Bupati Lamsel, Bupati Pandeglang, dan lembaga dan lembaga terkait lainnya, Sony mengatakan bahwa upaya percepatan penanggulangan bencana harus terus dilanjutkan, terutama pemenuhan kebutuhan dasar orang yang terkena dampak.

Baca juga: Pungli Korban Tsunami Selat Sunda di Cilegon, Polisi Periksa 12 Orang

Sony juga meminta kepala daerah di daerah yang terkena bencana untuk menyiapkan tanah sebagai lokasi untuk membangun kembali rumah-rumah penduduk yang hancur oleh tsunami Selat Sunda.

“Segera membangun rumah permanen di Lampung Selatan dan Pandeglang, juga untuk rumah sementara karena studi akan dilakukan,” kata Sony pada pertemuan tersebut, mengutip instruksi Presiden Jokowi.

Selain itu, Sony menambahkan, Presiden juga menginstruksikan penataan ruang di daerah rawan bencana untuk mengurangi risiko jika terjadi bencana.

“Selain itu, kita juga perlu menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here