Ribuan Peziarah Kunjungi Haul Raden Kuncung Amarullah Di Cokel Curugbitung

ANTERO CO LEBAK – Setiap kali datang bulan Muharram yang merupakan bulan suci bagi umat Islam, seluruh umat Islam mempunyai tradisi atau kebudayaan sendiri untuk memperingati bulan pertama dalam kalender Hijriyah ini.

Banyak keistimewaan keindahan di bulan Hijriyah ini, selain tahun baru Islam yang diperingati setiap tanggal 8 Muharram, dalam bahasa Jawa juga biasa disebut hari Assyuro yang juga diperingati sebagai hari raya anak yatim.

Bahkan masih banyak kebiasaan umat Islam yang dilakukan di bulan Muharram, seperti mengadakan santunan anak yatim. Seperti halnya, di Kampung Cokel Pasir Nangka, Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu 8 September 2019 tahun ini memiliki kebudayaan rutin saat memasuki bulan Muharram, yaitu ziarah atau Haul ke makam Raden Kuncung Amarullah.

Informasi yang dihimpun media, makam tersebut dipercayai sebagai ulama besar dan tokoh penting terbentuknya kampung cokel. Beliau di makamkan di makam keramat cokel dan biasa diperingati pada tanggal 8 hingga 16 Muharram.

Salah seorang peziarah dari pondok pesantren Leuwiliang Bogor, Nurul Salam mengaku sudah sering datang berkunjung saat menjelang bulan Muharram, untuk memperingati haul wafatnya Raden Kuncung Amarullah yang diakui sebagai ulama besar.

“Saya sudah sering datang kesini saat bulan Muharram untuk berziarah ke makam keramat Raden Kuncung Amarullah, karena memang sudah tradisi,” kata Nurul Salam kepada media ini, Minggu (08/09/2019).

Sementara itu, Umri, Panitia Penyelenggara merupakan warga setempat mengatakan, tradisi ini memang sudah turun temurun.

“Mereka (penziarah-red) datang dari berbagai daerah atau kota, seperti dari Bogor, Tangerang, Parungpanjang dan kota lainnya,” ujarnya.

Senada dituturkan Asep, kalau dilihat sebenarnya, makam keramat ini bisa dijadikan objek wisata religi (ziarah-red) seperti di Banten, namun sangat disayangkan belum dikelola dengan baik.

“Harapan saya kedepan, pemerintah kabupaten lebak maupun pemerintah provinsi banten bisa membangun tempat ini jadi lebih baik, agar menjadi daya tarik wisatawan,” katanya. (bud/tik)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here