Ribuan warga Kota Serang terancam kehilangan hak pilih

oleh -0 views

Ribuan warga Kota Serang terancam kehilangan hak pilih

ANTERO SERANG – Ribuan warga Kota Serang, Banten, yang termasuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) terancam kehilangan hak pilihnya.

Mengacu pada Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Voting, pemilih harus memiliki rekaman KTP Elektronik.

Baca: Pilkada Kota Serang: Daftar Jumlah Pemilih di Kota Serang Menyusut

Hasil coklit yang telah dilakukan pemilihan penanggu di Kota Serang, tercatat 10.141 jiwa di DPS tidak berKTP Elektronik, Sebab, mereka belum melakukan pencatatan kartu identitas elektronik (KTP-el) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang.

Kepala Disdukcapil Kota Serang, Ipiyanto mengatakan, jumlah warga yang belum melakukan pencatatan diketahui dari data yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, dia belum bisa memastikan di mana penyebarannya.

“Sekitar 9.000 orang yang belum melakukan pencatatan tersebar di beberapa kecamatan dan kecamatan yang harus kami ketahui. Karena, jika kami sudah tahu itu akan memudahkan kami untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat untuk melakukan pencatatan, sehingga target Disdukcapil dalam pencapaian data kependudukan di Kota Serang bisa mencapai 100 persen, “ujarnya kemarin.

Baca: Pilkada : Bawaslu Banten Tak Persoalkan Kotak Kosong

Menurut data Disdukcapil, jumlah kartu KTP wajib di Kota Serang mencapai 400.000 lebih. Berbeda dengan jumlah Depdagri, data penduduk Kota Serang yang belum mencatat hasil Seruk Kota Disdukcapil mencapai 11.000. “Dari 11.000 juga belum valid apakah ada orang. Itu berarti bervariasi, dari 11.000 yang menurut perhitungan kami pertama kali bisa orang memindahkan alamat atau pindah ke wilayah lain. Yang kedua bisa karena orang ini meninggal dan tidak melaporkan, “katanya.

Rekaman KTP-el, katanya, menjadi syarat warga mendapatkan KTP atau sertifikat (suket). KTP-el dan suket kemudian digunakan untuk mendistribusikan hak suara dalam pemilihan umum dan pemilihan umum. “Kalau tidak melakukan perekaman tidak bisa mendapatkan suket,” katanya.

Baca: Pilkada Kota Serang 2018, Batas Dana Untuk Kampanye 35 Milyar

Dia mengatakan bahwa dia telah menawarkan solusi kepada Komisi Pemilihan Kota Serang, sehingga warga akan mendapatkan hak pilih mereka, di antaranya dengan membuat dua souws, suket pertama menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pencatatan KTP dan dua suvenir yang menjelaskan bahwa warga Kota merupakan penduduk yang terkait dengan data yang ada.

“Saat itu, KPU sedang menunggu keputusan dari pusat. Belum ada jawaban dan informasi terakhir dari kementerian mengharapkan warga di semua daerah memiliki rekaman,” katanya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, KPU Kota Serang belum menerima data warga Kota Serang yang belum melakukan pencatatan. KPU baru akan mengetahui setelah daftar pemilih hasil pemutakhiran yang dibuat oleh PPS dan PPK di Kota Serang.

“Setelah rapat pleno PPS, kami akan menindaklanjuti pemilih yang belum tercatat atau  sudah merekam, tapi belum punya KTP atau suket, itu masuk dalam model AC. Nanti kami serahkan untuk ditindaklanjuti. Karena, menurut PKPU Nomor 8 Tahun 2018 saat ini pemilih wajib membawa KTP atau suket pada saat datang ke TPS, selain membawa formulir C6,” ujarnya.
KPU berharap ada kerja sama antara KPU Kota Serang dan Disdukcapil Kota Serang untuk menindaklanjuti masyarakat yang belum melakukan pencatatan KTP. (FH)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *