Tetap Kokoh Saat Gempa Banten, Ini Rahasia Rumah Suku Baduy

oleh -0 views

Sedangkan berdasarkan data dari Korem 064/Maulana Yusuf, terdata satu korban jiwa atas tragedi gempa bumi, bernama Nama Karyana (40), yang merupakan warga Kampung Cikaung, RT 02 RW 04, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Lalu korban luka berat satu orang atas nama Ulum (62), yang mengalami patah tulang, merupakan warga Desa Cilograng, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Warganet diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Lantaran, usai gempa bumi di Lebak, banyak beredar informasi hoax yang membuat khawatir masyarakat.

“Jadi tidak benar itu ada jalan terbelah, rumah ambruk total, bahkan ada yang menyebutkan sampai ada korban jiwa,” kata Andika Hazrumy, Wakil Gubernur, Kamis (25/1/2018).

Sedangkan, saat terjadi gempa, atap Masjid Nurul Iman di Kampung Cirotan, Desa Cihambali, Kabupaten Lebak, ambruk. Bangunan rumah ibadah itu dibangun tahun 1993 oleh PT Antam, sewaktu melakukan penambangan di Cikotok.

“Udah enggak pernah ada perawatan lagi. Mudah-mudahan ada perhatian dari Antam atau pemerintah untuk dibangun. Korban alhamdullah tidak ada,” kata Rudiat, Jaro (kepala desa) Cihambali.

Pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIB, kantor kecamatan Panggarangan, atapnya ambruk usai diguyur hujan semalaman. Beruntung, gedung yang didatangi Mensos, Idrus Marham, sewaktu memberikan bantuan ke korban gempa, pada Rabu 24 Januari 2018 ini, tak memakan korban luka maupun jiwa.

“Akibat bangunan sudah tua. Karena hujan terus dari kemarin, bukan karena gempa. Anggota Brimob (15 personel) dan TNI (10 personel) sudah ke lokasi untuk kerja bakti,” kata AKBP Reza Herasbudi, Dansat Brimob Polda Banten. (*RED)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *