Tiga Petugas RSDP Serang Tersangka Pungli Jenazah Korban Tsunami

Pungli Jenazah Korban Tsunami, Polda Banten menetapkan 3 tersangka
Konfrensi pers penetapan tersangka pungutan liar korban tsunami Banten.

ANTERO BANTEN – Tsunami Banten yang menerjang kawasan pesisir pantai Anyer, Provinsi Banten, hingga Lampung pada Sabtu (22/12/2018) lalu masih menyisakan duka bagi keluarga korban.

Namun belum juga kering air mata keluarga korba Tsunami Banten usai musibah yang terjadi seminggu lalu, kini beredar kabar mengejutkan.

Baca juga:

Pasalnya, sejumlah oknum rumah sakit di Serang diketahui telah melakukan pungutan liar terhadap keluarga korban Tsunami Banten yang mengurus jenazah anggota keluarganya.

Polda Banten menetapkan 3 tersangka kasus dugaan pungli pengambilan jenazah korban tsunami

Polda Banten menetapkan 3 tersangka kasus dugaan pungutan liar pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda yang dilakukan oleh oknum di Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara (RSDP), Kabupaten Serang.

Tiga tersangka ditetapkan setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dan mengamankan dua alat bukti berupa kuitansi dan uang tunai Rp15 juta.

“Sore tadi ditetapkan tiga tersangka inisial F, I, dan B,” kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dadang Herli Saputra.

Satu tersangka berinisial F diketahui merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang betugas sebagai staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Kabupaten Serang, Banten.

Sementara dua tersangka lainnya merupakan karyawan CV Nauval Zaidan yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk pengadaan mobil jenazah.

Dadang mengatakan, RSDP menangani 34 jenazah korban tsunami Selat Sunda sejak 23 Desember 2018.

Dari jumlah tersebut, ada 11 jenazah yang dipulangkan menggunakan jasa mobil jenazah CV Nauval Zaidan.

Sementara sisanya menggunakan ambulans sendiri yang didatangkan oleh pihak keluarga korban.

“Dari 11 jenazah, lima jenazah dipulangkan gratis, sementara enam lagi dimintai pungutan oleh tersangka,” kata Dadang.

Dadang tidak merinci berapa jumlah biaya yang harus dibayarkan oleh keluarga korban meninggal saat mengurus pemulangan jenazah.

Namun, uang tunai yang disita dari tersangka tinggal tersisa Rp 15 juta lagi.

Ada Pungli Jenazah Korban Tsunami, RSDP Serang: Kami Sedih, Sangat Hancur

Pihak Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang mengaku kecolongan terkait pungli terhadap jenazah korban tsunami. Pihak rumah sakit merasa kecewa dengan tingkah oknum pegawainya.

Pelaksana tugas Direktur RSDP Serang, Sri Nurhayani, mengatakan pihak rumah sakit amat menyayangkan adanya pungli dalam pengurusan jenazah korban tsunami. Padahal, kata dia, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, tak ada pungutan apa pun jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti bencana tsunami.

“Kami terus terang amat sangat menyayangkan dan kami sendiri dari jajaran RSDP tentunya sangat terpukul dengan kejadian ini dan sangat sedih dan sangat hancur buat kami dalam kasus ini,” katanya saat jumpa pers di Mapolda Banten, Sabtu (30/12/2018) malam.

“SOP yang ada di kami peraturan yang ada di UU Kesehatan sudah jelas bahwa manakala ada kejadian KLB, salah satunya adalah bencana ini, tidak boleh dipungut biaya se-sen pun terhadap korban dan itu sudah kami lakukan dan kami instruksikan kepada semua jajaran yang ada di RSDP,” lanjutnya.

Baca juga: Jokowi Langsung ke Titik Bencana Tsunami Banten dan Bertemu Korban

Saat pungli terjadi pada 23 Desember atau sehari pascatsunami, situasi di rumah sakit sedang penuh sesak oleh korban tsunami, baik dari Serang maupun Pandeglang. Memanfaatkan situasi itu, oknum ASN dan dua pegawai swasta pun melakukan pungli.

“Kami terus terang saja pada saat kejadian tanggal 23 dengan kondisi yang sangat crowded dengan pelayanan yang kami berikan, baik itu di IGD maupun kamar jenazah karena memang sangat crowded sekali tanggal 23 itu,” tuturnya.

Setelah peristiwa ini, pihak rumah sakit akan mengevaluasi kinerja para pegawai agar peristiwa serupa tak terulang. Sri, yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, melanjutkan, dia bersama jajaran juga akan mengevaluasi kerja sama antara pihak swasta yang mengurusi jenazah di RSDP.

“Intinya kami sangat menyesalkan dan sangat mengutuk peristiwa ini,” tutupnya.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here