Manfaat Puasa saat Hamil Menurut Islam dan Kesehatan

oleh -2 views
Manfaat Puasa saat Hamil Menurut Islam dan Kesehatan
Ibu Hamil

ANTERO – Puasa bagi ibu hamil muda Puasa saat Hamil menurut Islam Saat hamil, Anda tidak diperbolehkan menjalani puasa. Tetapi banyak wanita hamil juga merasa bisa melanjutkan puasa. Apalagi jika Anda sedang hamil.

Jika kondisi kehamilan sehat, sebenarnya Anda mungkin terus berpuasa. Namun Anda tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan. Menurut sebuah studi dari Modal Kesehatan dan Lingkungan Prenatal, ada beberapa tanda kesehatan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan puasa selama kehamilan muda.

Baca juga:

Salah satunya adalah kondisi selama trimester pertama. Selama periode ini, sangat umum jika Anda mengalami muntah. Tapi itu sering terjadi dalam satu hari, Anda harus bertekad puasa ketika Anda muda, ditunda dulu.

Ini karena ketika muntah, tubuh biasanya akan merasa pusing, lemas dan mual bersama. Selama trimester pertama, tubuh wanita hamil mengalami perubahan hormon. Ini menyebabkan peningkatan produksi asam lambung, sehingga sering mual dan muntah. Saat memasak puasa saat hamil muda dengan kondisi ini, bisa membahayakan kesehatan.

Mual dan muntah ini juga membuat Anda dehidrasi dan kurang gizi. Dalam kondisi ini, ibu hamil membutuhkan asupan makanan bergizi tinggi sehingga kesehatan ibu dan bayinya tetap terjaga, karena jika awal kehamilan kekurangan gizi dapat meningkatkan risiko saraf janin dan pembentukan otak tidak sempurna.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk berpuasa selama kehamilan adalah apakah Anda memiliki penyakit tertentu seperti hipertensi atau diabetes. Jika pada awal kehamilan terjadi perdarahan, Anda tidak harus memaksanya berpuasa selama kehamilan.

Manfaat puasa bagi ibu hamil menurut islam

Jika Anda ingin tetap berpuasa selama kehamilan muda, pastikan asupan gizi dan gizi Anda saat sahur dan berbuka puasa sempurna sesuai dengan kebutuhan ibu dan janin. Konsumsilah makanan yang mengandung banyak karbohidrat, protein, dan dilengkapi dengan susu sehingga kebutuhan nutrisi terpenuhi. Disarankan juga untuk tidak membatasi puasa, dengan melakukannya secara bergantian. Persiapkan diri Anda, agar tubuh tetap kuat.

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

Sebenarnya tidak ada larangan bagi siapa saja yang harus dan ingin menjalankan ibadah puasa, bahkan ibu hamil dan ibu menyusui pun dianjurkan untuk berpuasa. Mungkin ketika Anda tengah hamil dan Anda harus berpuasa, kondisi ini akan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi Anda. Dengan kondisi yang lemah, seorang ibu hamil harus bisa menahan diri dari rasa haus dan juga lapar.

Namun ketika Anda hamil atau bahkan ketika menyusui, sebenarnya boleh saja tidak melakukan anjuran berpuasa, namun Anda harus membayarnya ketika Anda sudah melakukan persalinan. Namun jika Anda merasa kuat, maka Anda boleh saja melakukan puasa ketika Anda hamil.

Apakah Berbahaya Melakukan Puasa Ketika Hamil?

Sebenarnya ketika Anda hamil dan Anda berpuasa, itu di bolehkan saja. Bahkan dengan berpuasa Anda akan mendapatkan dampak positif dan manfaatnya yang sangat mengagumkan. Hanya saja ketika terjadinya perubahan pola makan ketika Anda hamil, dikhawatirkan akan berdampak terhadap kondisi kesehatan Anda serta janin dalam kandungan Anda.

Manfaat Puasa Bagi Ibu Hamil

Nah, bagi Anda ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa, maka Anda akan memperoleh atau bahkan mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa hebatnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

Membantu pembakaran lemak tubuh

Manfaat pertama bagi Anda ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa adalah, mampu membantu tubuh untuk membakar sejumlah lemak yang memang tidak berguna untuk kesehatan tubuh Anda. Karena ketika tubuh memiliki lemak yang berlebihan, akan berdampak buruk juga bagi kesehatan Anda serta janin dalam kandungan. Bahkan bisa meningkatkan resiko diabetes.

Menyeimbangkan zat kimia dalam darah

Hebatnya lagi ternyata ketika Anda hamil dan berpuasa, mampu membantu Anda untuk menstabilitas kondisi tubuh. Itu artinya, berpuasa sangat berguna untuk membantu tubuh menyeimbangkan zat kimia yang memang berada di dalam tubuh. Dan hal ini sangat bermanfaat agar para ibu hamil tidak mengalami sejumlah gangguan pada kehamilannya.

Terhindar dari morning sickness

Penting untuk Anda ketahui, bahwa dengan berpuasa, Anda juga bisa terhindar dari kondisi morning sicknes. Seperti apa morning sicknes itu? Morning Sicknes sendiri merupakan kondisi yang umumnya di alami oleh ibu hamil dengan gejala mual yang disertai dengan muntah. Hal ini terjadi karna adanya peningkatan asam lambung di pagi hari.

Mencegah sembelit

Selain morning sicknes, masalah lain yang biasanya terjadi saat Anda hamil adalah sembelit. Nah, ketika Anda berpuasa saat hamil, maka Anda juga bisa mencegah terjaidnya sembelit di masa kehamilan Anda.

Mengatur kadar gula darah

Kandungan gula darah yang berada di dalam tubuh sangatlah penting untuk diatur agar tetap dalam kondisi yang stabil. Untuk mengatasi hal itu, maka Anda bisa melakukan puasa. Mengapa? Karena dengan berpuasa, Anda bisa menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan menstabilkan kadar gula darah Anda.

Syarat Puasa Bagi Ibu Hamil Menurut Dokter

Syarat yang harus dipenuhi ibu hamil saat berpuasa adalah nutrisi sebesar 2500 kilo kalori per hari. Rian mengatakan, hal itu terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani dan nabati seperti ikan, telur, daging, susu, tahu dan tempe, serta 20 persen yang dalam bentuk lemak seperti kacang-kacangan.

Seorang ibu hamil membutuhkan suplemen vitamin yang terdiri dari asam folat, kalsium dan zat besi. Hal itu karena vitamin yang didapatkan dari makanan saja dinilai tidak mencukupi. Biasanya, seseorang meminum suplemen vitamin itu sebelum tidur.

“Dalam kondisi hamil, seseorang harus mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi karena hampir 50 persen ibu hamil memiliki anemia. Zat besi itu contohnya, daging dan sayuran hijau”.

Untuk menghindari seorang anak lahir dengan kondisi cacat. Biasanya, asam folat terdapat pada sayuran hijau.

Seorang ibu hamil dapat memperoleh kalsium dari susu, ikan salmon dan sarden. “Tidak harus susu kalsium. Suplementasi kalsium itu juga tidak sendiri, kombinasi antara kalsium dan vitamin D, yang paling mudah seperti berjemur di sinar matahari sekitar pukul 6-8.00 pagi” .

Lantas, makanan apa saja yang perlu dikonsumsi oleh seorang ibu hamil saat sahur dan berbuka puasa?

Seorang ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang cukup, daging, vitamin C dan antioksidan. Sedangkan saat sahur seorang ibu hamil dianjurkan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

Konsumsi air putih tetap 1,8 sampai 2 liter per hari (saat sahur dan buka), dan segelas susu hangat ketika sahur juga penting.

Saat buka puasa seorang ibu hamil perlu mengawalinya dengan minuman yang hangat dan manis. Namun, tidak dianjurkan untuk meminum minuman dingin. Ibu hamil juga dapat menyantap kurma sebagai karbohidrat.

Trimester Kehamilan

Seorang ibu hamil memiliki tiga bagian masa kandungan. Riyan mengatakan, pada trimester satu atau tiga bulan pertama, janin masih proses pembentukan organ tubuh, otak, saluran cerna dan ginjal. Umumnya, mereka akan mengalami keluhan seperti mual, pusing, lemas dan muntah.

“Kalau mual dan muntah yang menyebabkan dia tidak bisa makan akan membahayakan. Biasanya, jika seorang ibu hamil memiliki masalah seperti itu tidak dianjurkan untuk puasa,” ujarnya.

Riyan menyarankan, jika seorang ibu hamil mengalami mual dan muntah yang hebat sebaiknya segera ke rumah sakit dan konsultasi dengan dokter kandungan.

Untuk trimester dua atau kandungan bulan keempat hingga keenam, ibu hamil akan mendapati berat badannya naik rata-rata 0,5 kg per minggu. Namun, Riyan mengatakan, keluhan seperti mual, muntah, lemas dan pusing di trimester satu tidak boleh terjadi.

Jika keluhan tersebut masih ada, seseorang perlu mengonsultasikannya ke dokter. Namun, jika semua kondisi dirasa baik maka ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa.

Menurut Riyan, susu merupakan sajian utama yang perlu ada ketika sahur dan berbuka puasa.

Trimester tiga atau di bulan ketujuh hingga kesembilan biasanya seorang ibu hamil sudah siap melahirkan. Meski demikian, asupan dalam jumlah yang cukup dibutuhkan janin karena terus berkembang.

Seseorang di trimester tiga diperbolehkan puasa ketika tekanan darah normal, tidak ada anemia, tidak memiliki sakit gula, janinnya baik, dan berat bayi sudah sesuai.

Cara Bayar Utang Puasa Ramadan dengan Fidyah bagi Ibu Hamil dan Menyusui Beserta Aturannya

Utang puasa ramadan hukumnya wajib untuk dibayarkan bagi umat muslim, termasuk bagi wanita hamil dan menyusui hal tersebut tertuang dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183-184.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ){183}
أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةُ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرُُ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ {184}

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu), memberi makan seorang miskin.

Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.

Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Baqarah: 183-184).

Dikutip dari laman nu.or.id, terdapat dua pendapat mengenai waktu membayar utang puasa.

Pertama adalah pendapat yang menyebutkan pembayaran utang puasa ramadan dilakukan secara berurutan.

Pendapat kedua, pembayaran utang puasa ramadan tidak harus secara berurutan.

Jika menilik dalam surat Al Baqarah ayat 184, hanya disebutkan harus sesuai dengan jumlah yang ditinggalkan.

Terkait urutan ini, Rasulullah SAW membolehkan keduanya.

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ

“Qadha’ (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. ” (HR. Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar)

Bacaan Niat

Dikutip dari dalamislam.com, berikut bacaan niat mengganti puasa ramadan.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN QADAA’IN FARDHO ROMADHOONA LILLAHI TA’ALAA

“Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Fidyah

Bagi orang-orang tertentu yang tidak bisa membayar puasa dengan berpuasa di hari lain, dapat membayarnya dengan fidyah.

Dikutip dari risalahislam.com, berikut adalah penjelasannya.

Orang-orang yang Wajib Fidyah

Ada 3 golongan yang diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah, di antaranya lanjut usia (HR. Al-Bukhari), orang yang sakit (HR. An-Nasa’i), wanita hamil dan menyusui sehingga tak mampu berpuasa (HR. Abu Daud & Thabrani).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Yang dimaksud dalam ayat QS. Al Baqarah: 184) tentang fidyah itu adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin”.

Jenis Fidyah

Berdasarkan pendapat beberapa ulama dari berbagai madzhab, diketahui bahwa fidyah diberikan dalam takaran satu porsi makanan pokok, plus dengan lauk-pauknya untuk makan orang miskin.

Tak Boleh Uang

Dari Al Baqarah dijelaskan bahwa membayar fidyah adalah memberi makan orang miskin.

Oleh karena itu apra ulama sepakat membayar fidyah tidak boleh dengan uang.

Waktu Pembayaran Fidyah

Bagi Anda yang tidak perpuasa, dan memenuhi kriteria golongan wajib fidyah, maka bisa langsung membayar Fidyah di hari itu juga (saat tidak berpuasa).

Waktunya adalah ketika berbuka puasa di hari terkait.

Kedua, Anda bisa membayar fidyah di hari lain, selama bulan ramadan.

Membayar fidyah saat bulan ramadan disebut lebih baik, namun jika Anda tidak bisa, dapat membayarnya di bulan lain, di luar ramadan.

Tata Cara Bayar Fidyah

Model pembayaran fidyah ada 2 cara, pertama dengan menyediakan makanan dan mengundang orang miskin sesuai jumlah hari yang ditinggalkan (tidak puasa).

Kedua, memberi orang miskin berupa makanan yang belum dimasak, seperti sembako, untuk makan selama sekian hari yang ditinggalkan.

Fidyah bisa dilakukan sekaligus, misalnya Anda meninggalkan puasa 10 hari, maka diberikan kepada 10 orang miskin, atau bisa diberikan kepada 1 orang miskin, untuk makan 10 hari mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *