PT. BEL Tak Tepati Janji, Warga Petani Desa Pasirkacapi Duduki Lahan Kembali

oleh -0 views
PT. BEL Tak Tepati Janji, Warga Petani Desa Pasirkacapi Duduki Lahan Kembali

ANTERO | Maja, LEBAK – Warga Petani desa Pasirkacapi didampingi Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) terdiri dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ARUN Provinsi Banten, Brigade ARUN Banten dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lebak beramai-ramai mendatangi Kantor Pemasaran PT. Bintang Energi Lestari (BEL) di Jalan Maja Koleang pada Kamis 19 Juli 2018.

Kedatangan mereka tak lain, untuk menagih janji pihak pengembang perusahaan PT BEL ketika dibicarakan dalam musyawarah saat digelarnya Unjuk Rasa (Unras) pada hari Senin 16 Juli 2018 beberapa hari lalu.

“Kedatangan kami sesuai janji mereka, bahwa pihak perusahaan akan melengkapi tuntutan dari Warga Petani Desa Pasirkacapi Kecamatan Maja sampai hari Kamis tanggal 19 Juli 2018,” Reval, Wakabid OKK DPD ARUN Lebak kepada ANTERO, Jum’at (20/7).

Menurut dia, ini sudah jelas bullshit dari pihak perusahaan PT. BEL hanya omong kosong, kalau memang ada itikad baik kenapa mereka menghindar seperti lari dari kenyataan

“Kalau memang pihak perusahaan merasa benar bisa menunjukan Legalitas atau Perijinannya, mana, tunjukan kepada kami. Ko malah diem-diem bae seperti udang ngumpet dibalik batu,” ungkap Reval penuh nada kesal.

PT. BEL Tak Tepati Janji, Warga Petani Desa Pasirkacapi Duduki Lahan Kembali

Sementara itu, Suryadi, salah seorang aktivis Brigade ARUN menuturkan, ternyata dari pihak perusahaan sampai sekarang masih belum bisa memenuhi tuntutan dari warga petani.

“Maka dari itu, kami bersama warga petani desa Pasirkacapi menduduki lahan kembali,” tandasnya.

Ia menambahkan, setelah menunggu dari hari Kamis pagi hingga mendatangi kantor pemasaran PT BEL dari pukul 13.30 WIB hingga 16.00.WIB Sore.

“Karena tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan, warga petani dan ARUN langsung menancapkan Bendera ARUN pada lahan tanah yang habis dikeruk alat berat dilokasi desa setempat sebagai lambang, bahwa itu dalam pengawasan ARUN dan Kantor Hukum Bob Hasan & Partners,” terang Suryadi.

Senada ditegaskan Prabu Yopi Riandra. SH, Ketua ARUN DPW Banten, jika memang pihak perusahaan mempunyai lahan, pihaknya harus bisa memperlihatkan Legalitas yang sah secara hukum atas lahan tanah di wilayah Desa Pasirkacapi. Juga harus bisa menunjukan batas-batas lahan yang jelas. Selain itu, biaya ganti rugi untuk si penggarap lahan cuma lima ratus ribu itu tidak wajar dibandingkan dengan modal biaya yang sudah petani keluarkan.

“Hadirnya ARUN di desa Pasirkacapi bukan untuk kepentingan pribadi, ARUN datang dari hati nurani yang tulus untuk membela masyarakat yang tertindas oleh penguasa rezim atau kaum kapitalis. Jika masyarakat merasakan sakit, ARUN pun juga merasakan hal yang sama,” pungkasnya (Bud)

Pernah diberitakan sebelumnya, Tuntut Legalitas Lahan, Warga Desa Pasirkacapi Demo PT BEL.
Ratusan warga masyarakat desa Pasirkacapi yang tergabung dalam Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) melakukan aksi demo Unjuk Rasa (Unras) di kantor Pemasaran PT Bintang Energi Lestari (BEL), jalan Maja-Koleang, Kecamatan Maja, kabupaten Lebak, Senin ( 16/7).

Dalam aksi Unrasnya massa menuntut pihak perusahaan PT BEL dan PT Salembaran Jatimulya untuk menunjukan legalitas perusahaan kepemilikan lahan yang sah dari perusahaan tersebut. (Bud)

Berita Sebelumnya :

Tuntut Legalitas Lahan, Warga Desa Pasirkacapi Demo PT BEL

Keberadaan Alat Berat di Area Perkebunan Warga Desa Pasirkacapi Dipertanyakan

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *