Proyek Jalan Lebakwangi Pontang Kragilan Tirtayasa Diduga Minim Pengawasan

oleh -0 views
Proyek Jalan Lebakwangi Pontang Kragilan Tirtayasa Diduga Minim Pengawasan

ANTERO SERANG – Pekerjaan Peningkatan Jalan Penghubung Kecamatan Lebakwangi Pontang Kragilan dan Tirtayasa Sumber Dana APBD. Kab.Serang, Tahun Anggaran Program Pembangunan Jalan dan Jembatan 2018

Kegiatan Pembangunan Jalan Jenis Pekerjaan Betonisasi dengan Tangal Kontrak ,10 Juli 2018 Nomor Kontrak ,620/14-PK.2068245/SPK/JL.PNGHBG.KEL.LBKWG.PTG.KGL.TRYS AT,18 19 /PPK.BM/DPUPR 2018

Waktu Pelaksanaan. 450 Empat ratus Lima Puluh Hari Kalender Masa Pemeliharaan,360 Tiga ratus Enam Puluh Hari Kalender, Nilai Kontrak Rp,25.369.254.900.00 (Dua Puluh Lima Milyar Tiga ratus Enam Puluh Sembilan Juta Dua ratus Lima Pulah Empat ribu Sembilan ratus Rupiah)

Pelaksana Pekerjaan ini diamanahkan kepada PT. Tunggal Jaya Mandiri dan Konsultan Pengawas PT.Tanoeraya Konsultan

Proyek Milyaran ini tampak Minim Pengawasan ,saat awak Media Menyambangi lokasi kegiatan kemarin sore (Senin, 05/11/2018), Para Pekerja menyatakan Konsultan Pelaksana Pengawas Pekerja Dan Mandor Tidak ada Dilokasi, akan tetapi Pekerjaan Pengecoran tetap diselenggarakan.

Wakil pelaksana/mandor Taufik mengatakan Bahwa “Hari ini Saya diperintahkan Suryadi Selaku Mandor untuk menghandel kegiatan ini, kami lakukan uji slum pada TM pertengahan dan akhir, pada TM Ke 5 ini betul tidak kita tidak slump, nanti di TM 7, dan biasanya kami gunakan vibrator namun karena gelar beton hari lebih awal kita belum siapkan'” akunya

Masih kata Taufik “saya hanya menjalankan perintah dan arahan mandor, ya benar kami juga bekerja tanpa lampu penerangan itu sudah biasa” ucapnya

Dalam pantauan awak media sudah tampak beton yang mengalami rongga rongga dan retakan, minim nya pengawasan didalam kegiatan ini diduga dapat menjadi penyebabnya menurunnya kwalitas dan kwantitas ujar Aktivis LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Negara).

“Jelas dengan tidak digunakannya vibrator dalam gelar beton dibanyak sisi rigit tampak rongga rongga seperti rengginang dan retakan juga, minimnya pengawasan dalam kegiatan ini kami duga dapat menurunnya kwalitas dan kwantitas, lihat saja ketebalan LC (lean concrete) yang kita ukur bervariatif” terangnya.(Njr.Tim)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *