Proses Pembuatan Ikan Asin yang Benar

oleh -0 views

Proses Pembuatan Ikan Asin yang BenarIkan asin adalah makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini, daging ikan yang biasanya terurai dalam waktu singkat dapat disimpan pada suhu kamar selama beberapa bulan, meskipun biasanya harus ditutup rapat. Ikan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, selain itu nilai biologisnya mencapai 90 persen, dengan sedikit mengikat jaringan sehingga mudah dicerna.

Proses pembuatan ikan asin yang akan saya jelaskan di sini adalah pembuatan tradisional, di mana ada beberapa proses termasuk:

1. Pembersihan
2. Pemotongan
3. Pengasinan
4. Penjemuran
5. Pengemasan

Prosedur Cara Pembuatan Ikan Asin


Pembersihan Ikan

Pembersihan ikan di sini sangat penting, dimulai dengan mengupas kulit ikan sehingga ketika pengasinan dapat dengan mudah memasuki daging. Lalu membersihkan bagian dalam perut ikan, ini sangat penting karena jika tidak dikeluarkan itu akan mempercepat busuk dan tentu saja tidak ada yang mau mengisi perut ikan.

Pemotongan Ikan

Memotong ikan harus dilakukan dengan hati-hati, memastikan semua potongan Anda bagus dan rapi. cara yang baik untuk memotong adalah membagi dari kepala ke ekor, tidak untuk dipotong atau dipisahkan menjadi dua. Karena ikan akan terasa lebih besar dan ketebalan daging ikan lebih tipis sehingga lebih baik dalam proses pengasinan. Setelah memotong, jangan lupa untuk membersihkannya lagi.

Pengasinan Ikan

Ikan yang sudah dipotong lebar dan dibersihkan perlu diberi garam. Ini bertujuan untuk melestarikan alam, dan membuat ikan terasa asin tentunya. Dalam proses pengasinan berikut, Anda dapat melakukan ini dengan membuat air dan garam dengan persentase 50% air bersih segar dan 50% garam.

Selanjutnya, untuk proses pengolahan, dilakukan 1-1 / 2 hari tergantung keinginan dari keasaman ikan. Untuk menghemat lebih banyak wadah, Anda dapat menekannya dengan batu bersih agar ikan bisa tenggelam.

Sebenarnya ada 2 jenis ikan pengasinan, yaitu basah dan kering, yang dinyatakan sebagai cara untuk pengasinan basah. Sedangkan untuk pengasinan kering, ikan yang bersih dan terpecah lalu dikeringkan sementara garam kering merata di seluruh bagian tubuh ikan.

Penjemuran Ikan Asin

Proses pengeringan ini adalah tahap yang sangat penting, jika proses pengeringan gagal, ikan yang diasinkan tidak dapat mengering hingga potensi penuhnya dan hasilnya akan buruk. Buat wadah / tempat pengeringan bisa terbuat dari anyaman kayu / bambu. Kering 1 per 1 tidak menumpuk, memberikan ruang yang cukup sehingga daging di sekitar ikan dapat terpapar sinar matahari dengan baik dan merata. Terkadang ikan kering harus dibalik untuk dikeringkan secara merata di semua sisinya.

Pengemasan / Kemasan Ikan Asin

Ini adalah proses terakhir pembuatan ikan. Kemasan harus dilakukan dengan cara yang sehat dan rapi. Dalam arti bahwa ikan asin ditempatkan steril dari sampah, ketika membungkusnya dalam plastik pastikan plasitic bersih / baru, tutup plastik sepenuhnya erat untuk menghindari udara yang masuk. Jika Anda ingin membuat bungkus yang baik, gunakan perangkat hisap udara sehingga plastik benar-benar bersih dari udara.

Jangan lupa memberi merek agar produk yang Anda buat dikenal di masyarakat. Jika banyak yang tertarik, jangan lupa untuk melegalkan merek produk Anda sehingga memiliki standar kualitas yang sama.

Faktor Kegagalan Pembuatan Ikan Asin


1. Kadar garam

Kadar garam untuk pembuatan ikan asin harus benar tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi, sehingga rasa dan kualitasnya dijamin bagus.

2. Ketebalan daging ikan

Ketebalan ini juga sangat berpengaruh untuk pembuatan ikan asin, semakin tebal daging, kemungkinan daging busuk / garam tidak menembus sampai pori-pori terdalam. Sementara itu, jika daging ikan terlalu tipis itu tidak bisa dirasakan.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *