Program pembangunan Drainase Desa laban Sesuai standar juknis

ANTERO.CO, Tirtayasa,- Pembangunan Drainase/SPAL di Desa Laban Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang ,yang menggunakan anggaran dana sisa atau SIlPA APBD TA 2019 oleh pemdes Laban ini mendapat Apresiasi dari Pemerintah dan tentunya oleh masyarakat desa Laban, hal ini ketahui setelah awak media antero survei kelokasi dan menghubungi kepala desa laban, kamis(14/05/2020).

Desa laban mampu menyerap dan memperkerjakan tenaga kerja yang berasal dari wilayah Desa laban, dalam hal ini katagori pemberdayaan masyarakat lingkungan setempat yang efeknya terhadap program dapat terealisasi dengan baik berjalan sesuai dengan Juknis dan dalam karidor yang di tentukan.

Disamping realisasi program di atas , program selanjutnya penanganan penyebaran Covid-19, dengan target program pemberian bantuan langsung kepada masyarakat terdampak covid- 19 dengan memfalidasi data agar tepat sasaran,serta meminimalisir data ganda.

Program pembangunan Drainase Desa laban Sesuai standar juknis
Program pembangunan Drainase Desa laban Sesuai standar juknis

Ubaidillah, “selaku Kepala Desa Laban, manyampaikan, ” Kegiatan yang berlangsung dari mulai RT/RW. 009/03 sampai dengan RT/RW. 005/02 dengan luas 1540 m2 dan nilai Rp 255.738.800 ini yang saat ini berjalan 70 % Sesuai perencanaan,Terlaksananya pekerjaan proyek pembangunan (konstruksi) di dampingi oleh konsultan perencana yang propesional dengan kajian tepat yang menghasilkan setiap detail perencanaan bangunan dengan baik dan benar, realisasi di lokasi pembangunan, selalu dalam pengawasan konsultan tenaga ahli atau pendamping desa yang selalu melakukan pendampingan saat pekerjaan SPAL/drainase tersebut di laksanakan, dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan sosialisasi, sehingga terelisasinya SPAL/Drainase tersebut berjalan dalam karidor standar pembangunan.”ungkap beliau.

“Salah satu tujuannya pembuatan drainase yaitu untuk membantu warga dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. ” Imbuh ubaidillah. ”

kondisi saluran SPAL/drainase yang dulunya seperti bangunan saluran yang masih alami dan pola jaringan yang bersifat alamiah karena belum tertata dengan baik, dengan adanya pembangunan drainase saat ini menjadikan alur aliran air menjadi lebih baik, Keberhasilan pemerintah desa ini tentu tidak luput dari kerjasama yang baik antara pemdes dan masyarakat.
(Edi.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *