Profil dan Sejarah Kota Tangerang

oleh -5 views

Kota Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini terletak tepat di sebelah barat ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Kota Tangerang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah utara dan barat, Kota Tangerang Selatan di sebelah selatan, serta Daerah Khusus Ibukota Jakarta di sebelah timur. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi di provinsi Jawa Barat dan dilalui oleh Jalan Nasional Rute 1

Pemerintahan

Kepala daerah Kota Tangerang adalah seorang wali kota dan wakil wali kota yang dipilih langsung oleh warga Tangerang dalam pilkada setiap lima tahun sekali. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang saat ini adalah Arief Rachadiono Wismansyah dan Sachrudin yang berasal dari Partai Demokrat setelah dipilih oleh rakyat kota Tangerang pada Pemilihan umum Wali Kota Tangerang 2013.

Lembaga legislatif kota Tangerang adalah DPRD Kota Tangerang yang juga langsung dipilih rakyat Tangerang dalam pemilihan umum legislatif setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD serentak secara nasional. DPRD Kota Tangerang bersidang di gedung DPRD kota yang memiliki 50 perwakilan dari 5 daerah pemilihan yang tersebar di seluruh kota Tangerang.

Nomenklatur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

NOSKPD
1Sekretariat DPRD
2Sekretariat Daerah
3Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan
4Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
5Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana
6Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
7Badan Pelayanan Perizinan Terpadu
8Inspektorat
9Satuan Polisi Pamong Praja
10Sekretariat KPUD
11Sekretariat KORPRI
12Dinas Pendidikan
13Dinas Kesehatan
14Wali Kota Tangerang
15Dinas Sosial
16Dinas Ketenagakerjaan
17Dinas Perhubungan
18Dinas Informasi dan Komunikasi
19Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
20Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan
21Dinas Pekerjaan Umum
22Dinas Tata Kota
23Dinas Kebersihan dan Pertamanan
24Dinas Pemadam Kebakaran
25Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi
26Dinas Pertanian
27Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
28Kantor Arsip Daerah
29Kantor Perpustakaan
30Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
31Kantor Penelitian, Pengembangan dan Statistik
32Kecamatan Batuceper
33Kecamatan Benda
34Kecamatan Cipondoh
35Kecamatan Cibodas
36Kecamatan Ciledug
37Kecamatan Jatiuwung
38Kecamatan Karang Tengah
39Kecamatan Karawaci
40Kecamatan Larangan
41Kecamatan Neglasari
42Kecamatan Periuk
43Kecamatan Pinang
44Kecamatan Tangerang

Kecamatan

Kota Tangerang terdiri atas 13 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 104 kelurahan. Dahulu Tangerang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan akhirnya ditetapkan sebagai kotamadya pada tanggal 28 Februari 1993. Sebutan ‘kotamadya’ diganti dengan ‘kota’ pada tahun 2001.

Pada saat pembentukan Kotamadya Tangerang, hanya terdiri dari 6 kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Batuceper (terdiri dari Kelurahan Neglasari, Selapajang Jaya, Karangsari, Batujaya, Poris Gaga, Batuceper, Benda, Belendung, Jurumudi, Pajang, Kedaung Wetan)
  2. Kecamatan Tangerang (terdiri dari kelurahan Sukarasa, Sukasari, Tanah Tinggi, Cikokol)
  3. Kecamatan Cimone (terdiri dari kelurahan Pabuaran, Gerendeng, Pabuaran Tumpeng, Bugel, Pasar Baru, Karawaci, Cimone, Karawaci Baru)
  4. Kecamatan Ciledug (terdiri dari kelurahan Pedurenan, Sudimara Barat, Sudimara Timur, Tajur, Paninggilan, Parung Serab, Larangan Utara, Larangan Selatan, Cipadu, Kreo, Pondok Bahar, Karang Tengah, Karang Mulya)
  5. Kecamatan Jatiuwung (terdiri dari kelurahan Periuk, Gembor, Gebang Raya, Jatiuwung, Keroncong, Jatake, Pasir Jaya, Gandasari, Cibodas, Panunggangan Barat)
  6. Kecamatan Cipondoh (terdiri dari kelurahan Poris Plawad, Cipete, Panunggangan, Kunciran, Pinang, Gondrong, Petir, Cipondoh)

Pada tahun 2001, saat penyebutannya diganti dari “Kotamadya” menjadi “Kota”, dibentuk 7 kecamatan baru dan beberapa kelurahan baru yang merupakan pemekaran dari kecamatan induknya. Kecamatan-kecamatan baru tersebut, yaitu:

  1. Kecamatan Benda, merupakan pemekaran dari Kecamatan Batuceper yang meliputi kelurahan:
    • Jurumudi
    • Jurumudi Baru (pemekaran dari kelurahan Jurumudi)
    • Belendung
    • Pajang
    • Benda
  2. Kecamatan Cibodas, merupakan pemekaran dari Kecamatan Jatiuwung yang meliputi kelurahan:
    • Jatiuwung
    • Uwung Jaya (pemekaran dari kelurahan Cibodas)
    • Cibodas
    • Cibodasari (pemekaran dari kelurahan Cibodas)
    • Cibodas Baru (pemekaran dari kelurahan Cibodas)
    • Panunggangan Barat
  3. Kecamatan Karangtengah, merupakan pemekaran dari Kecamatan Ciledug yang meliputi kelurahan:
    • Karang Tengah
    • Karang Mulya
    • Karang Timur (pemekaran dari kelurahan Karang Tengah)
    • Pedurenan
    • Pondok Pucung (pemekaran dari kelurahan Pedurenan)
    • Pondok Bahar
    • Parung Jaya (pemekaran dari kelurahan Pondok Bahar)
  4. Kecamatan Larangan, merupakan pemekaran dari Kecamatan Ciledug yang meliputi kelurahan:
    • Larangan Utara
    • Larangan Selatan
    • Larangan Indah (pemekaran dari kelurahan Larangan Utara)
    • Gaga (pemekaran dari kelurahan Larangan Selatan)
    • Cipadu
    • Cipadu Jaya (pemekaran dari kelurahan Cipadu)
    • Kreo Utara (dahulu kelurahan Kreo)
    • Kreo Selatan (pemekaran dari kelurahan Kreo)
  5. Kecamatan Neglasari, merupakan pemekaran dari Kecamatan Batuceper yang meliputi kelurahan:
    • Karangsari
    • Karanganyar (pemekaran dari kelurahan Karangsari)
    • Selapajang Jaya
    • Kedaung Wetan
    • Kedaung Baru (pemekaran dari kelurahan Kedaung Wetan)
    • Neglasari
    • Mekarsari (pemekaran dari kelurahan Neglasari)
  6. Kecamatan Periuk, merupakan pemekaran dari Kecamatan Jatiuwung yang meliputi kelurahan:
    • Periuk
    • Periuk Jaya (pemekaran dari kelurahan Periuk)
    • Gebang Raya
    • Sangiang Jaya (pemekaran dari kelurahan Gebang Raya)
    • Gembor
  7. Kecamatan Pinang, merupakan pemekaran dari Kecamatan Cipondoh yang meliputi kelurahan:
    • Cipete
    • Pakojan (pemekaran dari kelurahan Cipete)
    • Panunggangan
    • Panunggangan Utara (pemekaran dari kelurahan Panunggangan)
    • Panunggangan Timur (pemekaran dari kelurahan Panunggangan)
    • Kunciran
    • Kunciran Indah (pemekaran dari kelurahan Kunciran)
    • Kunciran Jaya (pemekaran dari kelurahan Kunciran)
    • Pinang
    • Neroktog (pemekaran dari kelurahan Pinang)
    • Sudimara Pinang (pemekaran dari kelurahan Pinang)

Adapun kelurahan baru yang dibentuk tetapi masih menjadi bagian dari kecamatan induknya, yaitu:

  1. Kecamatan Batuceper:
    • Batusari (dari kelurahan Batujaya)
    • Kebon Besar (dari kelurahan Batuceper)
    • Poris Gaga Baru (dari kelurahan Poris Gaga)
    • Poris Jaya (dari kelurahan Poris Gaga)
  2. Kecamatan Ciledug:
    • Sudimara Jaya (dari kelurahan Sudimara Timur)
    • Sudimara Selatan (dari kelurahan Sudimara Barat)
    • Paninggilan Utara (dari kelurahan Paninggilan)
  3. Kecamatan Cipondoh:
    • Poris Plawad Utara (dari kelurahan Poris Plawad)
    • Poris Plawad Indah (dari kelurahan Poris Plawad)
    • Kenanga (dari kelurahan Gondrong)
    • Ketapang (dari kelurahan Petir)
    • Cipondoh Indah (dari kelurahan Cipondoh)
    • Cipondoh Makmur (dari kelurahan Cipondoh)
  4. Kecamatan Jatiuwung:
    • Alam Jaya (dari kelurahan Gembor)
    • Manis Jaya (dari kelurahan Jatake)
  5. Kecamatan Karawaci:
    • Bojong Jaya (dari kelurahan Karawaci)
    • Cimone Jaya (dari kelurahan Cimone)
    • Koang Jaya (dari kelurahan Pasar Baru)
    • Margasari (dari kelurahan Bugel)
    • Nambo Jaya (dari kelurahan Pabuaran Tumpeng)
    • Nusa Jaya (dari kelurahan Karawaci Baru)
    • Sukajadi (dari kelurahan Gerendeng)
    • Sumur Pacing (dari kelurahan Pabuaran)
  6. Kecamatan Tangerang:
    • Sukaasih (dari kelurahan Sukarasa)
    • Kelapa Indah (dari kelurahan Cikokol)
    • Babakan (dari kelurahan Sukasari)
    • Buaran Indah (dari kelurahan Tanah Tinggi)

Saat ini, Kota Tangerang terbagi menjadi 13 kecamatan, yaitu:

  1. Batuceper
  2. Benda
  3. Cibodas
  4. Ciledug
  5. Cipondoh
  6. Jatiuwung
  7. Karangtengah
  8. Karawaci
  9. Larangan
  10. Neglasari
  11. Periuk
  12. Pinang
  13. Tangerang

Bentuk dan Arti Lambang

Lambang daerah berbentuk perisai dengan warna hijau

Motto “BHAKTI KARYA ADHI KERTARAHARJA”, ARTINYA ADALAH SEMANGAT PENGABDIAN DALAM BENTUK Karya Pembangunan untuk kebesaran negeri dan kemakmuran serta kesejahteraan wilayah

Didalam lambang tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut :

# Bintang :

  • Melambangkan keagamaan
  • Melambangkan pula bahwa masyarakat Kotamadya Dati II Tangerang adalah agamis

# Roda Mesin :

  • Melambangkan bahwa Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang adalah merupakan roda industri

# Landasan Pacu (Run Way) :

  • Melambangkan adanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang sekaligus melambangkan semangat pacu untuk mencapai cita-cita Pembangunan yang luhur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negeri RI

# Riak Air :

  • Melambangkan adanya Sungai Cisadane yang memberikan manfaat dan kesuburan bagi masyarakat Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang

# Gerigi Roda Besi, Padi dan Kapas :

  • Melambangkan Tanggal, bulan dan Tahun Proklamasi Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dengan penjelasan sebagai berikut :
  • Tujuh belas gerigi roda besi melambangkan tanggal tujuh belas
  • Delapan Bunga Kapas melambangkan bulan delapan
  • Empat puluh lima butir padi melambangkan tahun empat lima
  • Dua Lingkaran didalam Roda Besi melambangkan tahun lahirnya Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang pada bulan Februari

# Jumlah Gelombang, Riak Air, Dua buah lingkaran dalam roda mesin, tanda batas landasan dan lampu landasan :

  • Melambangkan tanggal, bulan dan tahun Hari Jadi Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang yaitu pada tanggal 28 Februari 1993 dengan penjelasan sebagai berikut :
  • Dua puluh delapan gelombak riak air melambangkan tanggal dua puluh delapan.
  • Dua buah lingkaran dalam roda mesin melambangkan bulan dua
  • Sembilan tanda batas di dalam Run Way segi tiga lampu landasan melambangkan tahun sembilan puluh tiga

# Arti warna dalam lambang daerah adalah :

  • Warna Hijau mempunyai arti kemakmuran dan kesuburan
  • Warna Kuning mempunyai arti keadilan, kekuasaan, kewibawaan dan keagungan
  • Warna Hitam mempunyai arti keteguhan dan ketabahan
  • Warna Biru mempunyai arti kesetiaan dan kebijaksanaan
  • Warna Putih mempunyai arti kesucian dan kebersihan
  • Warna Merah mempunyai arti keberanian

Pendidikan

Di Tangerang terdapat sarana pendidikan dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Kualitas dari pendidikan pun juga sangat bervariasi dari gedung mewah ber-AC sampai yang sederhana. Selain sekolah yang didirikan oleh Pemerintah, banyak pula sekolah dan perguruan tinggi yang dikembangkan oleh pihak swasta.

Beberapa Universitas dan Institut di Tangerang yaitu:

  • Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang sebagai universitas tertua di Tangerang
  • Universitas Muhammadiyah Tangerang, Cikokol, Tangerang
  • Universitas Buddhi Dharma, Tangerang
  • Universitas Bina Nusantara (Binus), Alam Sutera, Tangerang
  • Cikokol, Tangerang
  • STAI Asy Syukriyyah, Tangerang
  • STMIK PGRI Tangerang
  • STMIK Masa Depan, Tangerang
  • STMIK Raharja Tangerang
  • STISIP Yuppentek Tangerang
  • STMIK Bina Sarana Global
  • STT Yuppentek Tangerang
  • STIE Lepisi Tangerang
  • STIP Al – Husna Tangerang
  • Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Banten
  • Politeknik Gajah Tunggal

Pariwisata

Wisata Belanja

Tangerang memiliki banyak pusat perbelanjaan. Mulai dari yang sederhana hingga yang mewah.

Pusat jajanan rakyat yang cukup dikenal adalah pasar lama yang terletak di pusat kota Tangerang. Pasar lama menjual berbagai makanan mulai dari daerah babakan sampai daerah Masjid Agung Tangerang. Kawasan ini memiliki berbagai varian jajanan. Ketika Ramadhan, kawasan ini setiap sore hari kerap ramai pengunjung karena mencari hidangan untuk berbuka puasa.

Sebagai kawasan permukiman kaum urban, Kota Tangerang banyak memiliki pusat perbelanjaan, baik itu pasar tradisional, hypermarket, maupun pusat perbelanjaan mewah. Beberapa pusat perbelanjaan di Kota Tangerang antara lain :

  • Bale Kota Mall Tangerang
  • Tang City Mall
  • Metropolis Town Square
  • Supermall Karawaci, Lippo Village
  • Cimone City Mall
  • Plaza Robinson Tangerang
  • Ramayana Cimone
  • Tip Top Cibodas
  • Lotte Mart Jatake
  • CBD Ciledug
  • Mal Ciledug
  • Mall @ Alam Sutera
  • Plaza Baru Ciledug

Wisata Kuliner

Kota Tangerang selain terkenal dengan pariwisatanya juga mempunyai banyak makanan khas. Beberapa tempat yang menjadi tempat wisata kuliner khas Tangerang terletak di Pasar Lama Tangerang. Beberapa makanan ini adalah khas peranakan China-Tangerang seperti asinan, otak-otak, babi panggang, sate babi, mi pasar lama, laksa tangerang, kecap benteng, dan emping jengkol. Kuliner khas lainnya adalah Tenda dua Cobra dan Tenda Tiga Sekawan yang menyajikan sate biawak, ular, dan monyet.

Berikut adalah beberapa makanan khas kota Tangerang di antaranya:

  • Sayur Besan

Sayur Besan adalah makanan khas Tangerang yang selalu dihidangkan pada saat orang tua mempelai laki-laki datang ke rumah orang tua mempelai wanita, pada acara perkawinan (ngabesan), sehingga sayur ini dinamakan Sayur Besan.

  • Gecom (Toge dan Oncom)

Gecom mungkin saat ini lebih terkenal dengan nama toge goreng.

  • Pindang Bandeng

Meskipun banyak durinya, ikan bandeng tetap diburu. Ini karena dagingnya yang gurih lembut mirip dengan rasa susu.

Pindang merupakan salah satu istilah masakan tradisional yang mengacu pada hidangan berkuah. Hidangan sederhana ini berbumbu bawang merah, bawang putih, cabai, salam, lengkuas, jahe dan kunyit. Bumbu lain yang baisa ditambahkan adalah kecap manis dan rasa asamnya berasal dari belimbing sayur atau asam Jawa yang dibakar.

  • Kecap Benteng

Kecap Benteng terbuat dari bahan baku campuran kedelai hitam dan gula merah yang menyebabkan warna kecap manis menjadi hitam kecoklatan dan hitam legam. Produk ini merupakan hasil olahan warga Tangerang keturuna Tionghoa yang masuk ke Indonesia pada zaman dahulu dan mendirikan pabrik-pabrik kecil yang memproduksi kecap manis. Rasa manis kecap tersebut menjadikannya terkenal di kalangan penduduk Asia, khususnya Melayu yang menyukai rasa manis. Banyak masakan-masakan melayu-indonesia yang menggunakan kecap manis sebagai pelengkap dan bahkan unsur utama yang membuat masakan itu berbeda. Sebut saja seperti Sate Madura, Ketoprak, Gado-Gado, Nasi maupun mie goreng, Soto Betawi, hingga hidangan laut yang biasa disajikan dengan cara dibakar.

Tangerang merupakan cikal bakal produk kecap manis terkenal yang sekarang umum di pasaran. Hal ini tak lepas dari peran kaum etnis tionghoa benteng (China Benteng) yang menetap di daerah Tangerang. Lewat mereka lahirlah usaha-usaha produksi kecap dan salah satunya adalah Kecap Benteng (Siong Hin) yang telah eksis sejak tahun 1920.

  • Laksa Tangerang

Laksa Tangerang berbeda dengan laksa betawi atau malaysia. Laksa disini bahan utamanya adalah semacam bihun tetapi tebalnya seperti spaghetti dan terbuat dari beras. Kemudian bahan-bahan ini disiram dengan kuah laksa yang dimasak dari kacang ijo, kentang, santan dan kaldu ayam. Selain itu disediakan juga tambahan daging ayam kampung atau telor. Sebelum disajikan masakan ini diberi taburan daun kucai yang dirajang kecil-kecil.

Ada dua macam jenis laksa tangerang yaitu Laksa nyai dan laksa nyonya. Laksa Nyai dibuat oleh kaum pribumi tangerang sedangkan laksa nyonya dibuat oleh kaum peranakan China di Tangerang. Beberapa tempat menyajikan sajian khas ini seperti di Jl. M. Yamin-Kota Tangerang, tepatnya di depan penjara wanita.

Objek Wisata

Dengan statusnya sebagai kota satelit penunjang ibukota, Kota Tangerang tidak banyak memiliki kawasan wisata. Namun banyak tersedia hotel-hotel di Kota Tangerang karena lokasinya yang strategis menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kota Tangerang memiliki beberapa tempat wisata dan festival yaitu:

Bendungan Pintu Air 10 di Sungai Cisadane
  • Bendungan Pintu Air 10
  • Museum Warisan Tionghoa Peranakan Benteng
  • Masjid Raya Al-Azhom
  • Lapangan Ahmad Yani (Alun – Alun Kota Tangerang)
  • Situ Cipondoh
  • Taman Potret
  • Festival Cisadane (Acara Tahunan)
  • Bundaran Tugu Adipura
  • Taman Prestasi
  • Wisata kuliner pasar lama
  • Kampung Bekelir
  • Taman Gajah Tunggal
  • Taman Kunci
  • Taman Bambu
  • Taman Jagal
  • Taman Pramuka
  • Jembatan Brendeng

Kota Tangerang genap berusia 25 tahun. Di usia peraknya ini, Kota Tangerang yang tadinya bagian dari Kabupaten Tangerang, berkembang dan menunjukkan diri sebagai kota metropolitan penyangga Jakarta.

Namun pesatnya pertumbuhan di Tangerang tak hanya terjadi di era modern. Sejak lama, Tangerang telah dikenal sebagai pusat perekonomian yang dimanfaatkan penjajah.

Dalam buku Sejarah Banten: Membangun Tradisi dan Peradaban karangan Nina Lubis (2014), Banten sebagai induk Tangerang sudah tercatat dalam perjalanan para penjelajah yakni Tome Pires dari Portugis hingga Mao Kun dari China pada 1421.

Penulis Claude Gillot dalam buku Banten, Sejarah Peradaban Abad X-XVII (2008) mengungkapkan nama Tangerang disebut dalam catatan ekspedisi Francisco de Sá pada 1527 sebagai “Tamgaram”. Banten adalah pelabuhan terbesar di Pulau Jawa ketika itu.

Banten berada di jalur perdagangan internasional. Penduduknya datang dari bermacam-macam suku, mulai dari pedagang muslim yang berasal dari timur Indonesia, hingga bangsa China yang bermukim di pinggir Sungai Cisadane yang kini dikenal sebagai Cina Benteng.

Dalam perjalanannya membangun peradaban, Banten dan Tangerang merupakan bagian dari Kesultanan Banten.

Dikutip dari profil kota situs Pemkot Tangerang, sejarah mencatat lahirnya Tangerang bermula dari sebutan untuk sebuah bangunan tugu berbahan dasar bambu yang didirikan Pangerang Soegiri, putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten.

Tugu tersebut terletak di bagian Barat Sungai Cisadane yang diyakini saat ini berada di wilayah Kampung Gerendeng. Oleh masyarakat sekitar, bangunan tugu tersebut disebut tengger atau tetengger yang dalam bahasa sunda berarti tanda atau penanda.

Sesuai dengan julukannya, fungsi tugu tersebut memang sebagai penanda pembagian wilayah antara Kesultanan Banten dengan pihak Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang datang pada abad ke-17. Wilayah kesultanan Banten berada di sebelah barat dan wilayah yang di kuasai VOC di sebelah timur sungai Cisadane.

Hingga pada sekitar tahun 1652, penguasa Banten mengangkat tiga orang maulana, yang diberi pangkat Aria. Ketiga maulana tersebut merupakan kerabat jauh Sang Sultan yang berasal dari Kerajaan Sumedang Larang, bernama Yudhanegara, Wangsakara dan Santika.

Ketiganya diminta dan diutus untuk membantu perekonomian Kesultanan Banten dengan melakukan perlawanan terhadap VOC yang semakin merugikan Kesultanan Banten dengan sistem monopoli dagang yang diterapkannya. Dalam perjuangannya, ketiga maulana tersebut membangun benteng pertahanan hingga mendirikan pusat pemerintahan kemaulanaan yang menjadi pusat perlawanan terhadap VOC di daerah Tigaraksa.

Namun, dalam pertempuran melawan VOC, ketiga maulana gugur satu demi satu. Aria Santika wafat tahun 1717 di Kebon Besar Kecamatan Batuceper, Aria Yudhanegara wafat tahun 1718 di Cikolol dan pada tahun yang sama Aria Wangsakara menutup usia di Ciledug dan di makamkan di Lengkong Kiai.

Daerah di sekitar benteng pertahanan yang dibangun ketiga maulana disebut masyarakat dengan istilah daerah Benteng. Hal ini turut mendasari sebutan Kota Tangerang yang dikenal dengan sebutan Kota Benteng. Beralih ke latar belakang berubahnya sebuatan Tangeran menjadi Tangerang.

Hal itu bermula pada tanggal 17 April 1684, saat ditandatanganinya perjanjian antara Sultan Haji atau Sultan Abunnashri Abdulkahar putra Sultan Ageng Tirtayasa pewaris Kesultanan Banten dengan VOC.

Salah satu pasal perjanjian tersebut menyebutkan bahwa wilayah yang kala itu dikenal dengan Tangeran sepenuhnya menjadi milik dan ditempati VOC. Dengan adanya perjanjian tersebut, daerah Tangerang seluruhnya masuk wilayah kekuasaan Belanda.

Saat itu, tentara Belanda tidak hanya terdiri dari bangsa asli Belanda tetapi juga warga pribumi di antaranya dari Madura dan Makasar yang ditempatkan di sekitar wilayah benteng. Tentara VOC yang berasal dari Makasar tidak mengenal huruf mati, dan terbiasa menyebut Tangeran dengan Tangerang.

Kesalahan ejaan dan dialek inilah yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Pada masa awal pemerintahan VOC di Tangerang, setelah ditandatanganinya perjanjian Banten dengan VOC, Belanda membentuk pemerintahan kabupaten yang lepas dari Kesultanan Banten.

Pemerintahan itu pimpinan seorang bupati. Para bupati yang pernah memimpinan Tangerang di era pemerintahan Belanda pada periode tahun 1682-1809 adalah Kyai Aria Soetadilaga I-VII. Setelah pemerintahan keturunan Aria Soetadilaga, Belanda menghapus pemerintahan itu dan memindahkan pemerintahan ke Batavia.

Belanda lalu membuat kebijakan, sebagian tanah di Tangerang dijual kepada orang-orang kaya di Batavia. Nama wilayah Tangerang menjadi nama resmi pertama kali pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945.

Pemerintah Jepang saat itu sempat melakukan pemindahan pusat pemerintahan Jakarta Ken (wilayah administratif setingkat Kabupaten) ke Tangerang yang dipimpin oleh Kentyo M Atik Soeardi.

Peristiwa itu berdasarkan pada keputusan Gunseikanbu, yang merupakan pimpinan Departemen Militer Jepang. Keputusan tersebut juga menunjuk Atik Soeardi menjabat pembantu Wakil Kepala Gunseibu Jawa Barat dan Raden Pandu Suradiningrat menjadi Bupati Tangerang (1943-1944).

Seiring berjalannya waktu, daerah Tangerang yang setelah Indonesai merdeka berbentuk Kabupaten Daerah Tingkat II mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta menjadikan beberapa kecamatan yang berbatasan menjadi pusat kegiatan pemerintah, ekonomi, industri dan perdagangan, politik, sosial budaya. Hal tersebut mendasari pemerintah untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan secara khusus. Maka pada 28 Februari 1981 keluar Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1981 tentang Pembentukan Kota Administratif Tangerang.

Baca juga:

Penelusuran yang terkait dengan kota tangerang

  • profil kota tangerang
  • kecamatan di kota tangerang
  • sejarah kota tangerang
  • kota tangerang selatan
  • peta kota tangerang
  • keunikan kota tangerang
  • kode pos kota tangerang
  • kota tangerang selatan indonesia
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *