Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Banten

oleh -0 views

Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Banten

ANTERO SERANG – Pada kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Presiden Joko Widodo menyerahkan 5.000 sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat.

Penyerahan sertifikat mengambil tempat di tengah alun barat kota Serang, jalan Veteran, new town, Kecamatan Serang, Serang, Banten, Rabu (14/3/2018)

“Sore hari ini telah diserahkan 5.000 sertifikat. Coba diangkat tinggi-tinggi. Jangan diturunkan dulu saya mau hitung. Satu, dua, tiga, ya 5.000 betul. Kenapa saya kejar betul sertifikat ini? Setiap saya keliling Indonesia, selalu yang masuk ke telinga saya mengenai sengketa lahan dan tanah,” kata Presiden.

Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Tanah di Serang

Sebanyak 5.000 sertifikat diserahkan kepada warga yang berasal dari Kabupaten Serang, Pandeglang Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Tangerang dan Cilegon.

Presiden juga menjelaskan bahwa sampai akhir tahun 2017 51 juta orang-orang baru mendapatkan sertifikat.

Presiden mengungkapkan Sejauh ini, hanya sekitar 500 ribu sertifikat didistribusikan setiap tahunnya.

“Saya hitung, kalau setahun 500 ribu sertifikat dibagikan, 150 tahun baru selesai. Di Banten separuhnya saja belum. Tadi saya sampaikan ke Menteri yang juga Kepala Badan Pertanahan Nasional, tahun 2023 seluruh Banten tanahnya sudah bersertifikat. Tahun ini perintah saya 7 juta sertifikat harus keluar. Kemudian tahun depan 9 juta keluar,” lanjutnya.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan warga yang menerima sertifikat untuk menjaga sertifikat tersebut dengan benar.

“Ini enggak apa-apa kalau mau dipakai jadi agunan ke bank silakan. Tapi saya titip dihitung yang betul. Bisa mencicil gak bulanannya, bisa angsur gak? Kalau gak bisa jangan,” sambungnya.

Masyarakat juga bertanya lebih bijaksana dalam menggunakan meminjam uang dari bank, jika hal itu membuat sertifikat hak tanah mereka sebagai jaminan. Presiden merekomendasikan bahwa pinjaman yang digunakan untuk modal investasi.

“Kalau sudah dapat agunan jangan sampai misal Rp 300 juta, Rp 150 juta beli mobil. Nyetir mobil gagah, lima bulan, setelah itu mobil ditarik dealer, sertifikat ditarik bank. Sudah. Oleh sebab itu saya titip, kalau pinjam ke bank dapat Rp 300 juta itu untuk modal investasi. Jangan untuk hal-hal kenikmatan, beli mobil, beli TV. Saya enggak mau kantor BPN sudah banting tulang untuk sertifikat, malah disita bank. Hati-hati,” pungkas Presiden.

Pada akhir acara, seperti setiap Presiden untuk dialog dan memberikan sebuah kuis dengan hadiah Sepeda kepada masyarakat yang hadir. Setiap masyarakat menyambut kuis dengan antusias. (FH)

Baca juga :

» Presiden Jokowi Bagikan KIP dan PKH ke 1.000 Warga Banten

» Jokowi meluncurkan Bank Wakaf Mikro Tanara

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *