Polres Serang Ringkus Jaringan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu

oleh -0 views
Polres Serang Ringkus Jaringan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu
Polres Serang Ringkus Jaringan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu

ANTERO SERANG – Sindikat pengedar uang palsu (upal) berhasil di bongkar Satuan Reskrim Polres Serang. Tiga tersangka berhasil di ringkus, satu diantaranya berasal dari Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi Pandeglang.

Jaringan pengedar uang palsu (upal) yang biasanya beroperasi di wilayah Banten, berhasil di bongkar Satuan Reskrim Polres Serang.

Dalam pengungkapannya, Polisi berhasil menangkap 3 tersangka di lokasi dan waktu yang berbeda, dari tangan tersangka diamankan bukti 227 lembar uang kertas palsu pecahan Rp50 ribu, kertas dan lem kertas.

Baca: Polres Serang Bekuk Empat Sindikat Perampok Sadis

Satu pelaku diketahui berasal dari Pandeglang Tar (24), warga Kampung Sawah, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang. Sementara Har alias Ari, (36) warga desa / Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dan ME alias Endi (48), warga Lingk. Gudang, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Satu pelaku diketahui berasal dari Pandeglang yakni Tar (24), warga Kampung Sawah, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang.

Sedangkan Har alias Ari, (36) warga Desa/Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dan ME alias Endi (48), warga Lingk. Gudang, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Ketiga pelaku yang kini meringkuk di sel tahanan Polres Serang.

“Satu pelaku lainnya yang disebut para tersangka sebagai pengirim uang palsu masih dalam pencarian,” ungkap, AKP Gogo Galesung, Kepala Satuan Reskrim Polres Serang , didampingi Kanit Pidum Iptu Ilman Robiana, Kasi Humas, Iptu Mursidin kepada saat menggelar ekspose di Mapolres Serang, Kamis (5/4/2018).

Gogo Galesung menjelaskan, terungkapnya sindikat perederan uang palsu ini bermula dari tertangkapnya tersangka Tar saat berbelanja disebuah warung kelontongan di daerah Sukajadi, Kecamatan Kragilan pada Sabtu (31/3/2018). Dari tersangka Tar, diamankan barang bukti 2 lembar upal pecahan Rp50 ribu.

“Hasil  pemeriksaan, tersangka Tar mengakui upal dibelanjakan untuk membeli sembako di daerah Serang, Kota Cilegon dan Pandeglang. Upal diakui diperoleh dari Har alias Ari.

Baca: Polisi Gerebek Perusahaan Solar Palsu Di Serang

Dari pengakuan itu, tersangka Ari ditangkap saat nongkrong di warung tahu goreng tidak jauh dari rumahnya pada Minggu (1/4/2018). Dari tersangka Ari ini didapat 225 (dua ratus dua puluh lima) lembar upal pecahan Rp50 ribuan atau senilai Rp 11,350,000.- (sebelas juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah),” ujar Kasat Reskrim.

Dalam pemeriksaan, tersangka Ari mengatakan upal didapat dari tersangka Endi, yang kemudian berhasil diringkus di tempat pencucian motor tak jauh dari rumahnya.

Dari tersangka Endi ini, diamankan satu bungkus kertas tipis yang diduga sebagai material upal serta lem kertas.

“Endi mendapatkan kertas ini dari seseorang yang ditemui disekitaran Jakarta Barat. Endi ditugaskan merekatkan dua kertas menggunakan lem. Setelah direkatkan, kertas kemudian diserahkan kembali kepada pelaku di Jakarta Barat untuk dicetak dijadikan upal,” kata Kasat Reskrim.

Uang palsu  yang sudah dicetak, lalu diserahkan kembali kepada tersangka Endi dijual kepada tersangka Ari seharga Rp2 juta untuk Rp10 juta upal.

“Tersangka Ari selanjutnya menjual upal kepada Tar dengan sistem 1 banding 3. Artinya untuk Rp3 juta upal dihargai Rp1 juta. Pengakuan para tersangka upal yang sudah diedarkan sekitar Rp70 juta,” tutup Kasat Reskrim.(FH)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *