Polda Banten Tetapkan Tersangka Penyebar Hoax Himbauan BMKG Gempa Lebak

oleh
Polda Banten Tetapkan Tersangka Penyebar Hoax Himbauan BMKG Gempa Lebak
Loading...

ANTERO.CO , SERANG – Penyidik ​​Direktorat Investigasi Khusus Kejahatan (Direskrimsus) Kepolisian Banten secara diam-diam telah menetapkan tersangka dalam kasus penyebaran informasi palsu hoax tentang potensi pasca tsunami di Kabupaten Lebak.

Dari hasil investigasi maraton yang dilakukan oleh penyidik, diperkuat oleh hasil analisis Bareskrim Polisi, telah menetapkan satu orang tersangka.

“Sudah ada satu orang tersangkanya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Abdul Karim, dihubungi wartawan kemarin, (28/2/2018).

Sebelumnya, informasi pascagempa di Banten terus beredar. Jika sebelumnya foto bangunan dan video tentang gempa, kini seruan meninggalkan rumah malam ini pukul 22.30 – 23.59 WIB karena akan ada gempa susulan berkekuatan 7.5 skalarichter. Seruan tersebut disebarkan melalui layanan Whatsapps.

Baca juga : Polda Banten Periksa 4 Penyebar Berita Hoax Gempa Di Banten

Imbauan tersebut mengatasnamakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi palsu tersebut memanfaatkan peringatan resmi BMKG tentang peringatan gelombang tinggi dan ini adalah sebuah kebohongan.

“Surat itu benar mengenai warning gelombang, tapi surat itu dipotong dan disalahgunakan seperti akan terjadi gempa bumi, dan tsunami,” kata Prakirawan BMKG Klas I Stasiun Serang Trian Asmarahadi, Selasa (23/1/2018).

Baca juga : Gempa Di Lebak Banten Memakan Korban Jiwa

Trian mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi dusta yang menyebar luas melalui Whatsapp.

“Tidak ada gempa bumi susulan berkekuatan 7,5 dan tsunami. Jadi masyarakat bisa tenang dan istirahat di rumah,” ujarnya.

Sebelumnya, Foto dan video berisi peristiwa gempa yang beredar di media sosial dan layanan WhatsApp. Namun sayang, foto dan video tersebut tidak semuanya benar untuk menampung fakta tentang skalariter 6,4 skala besar yang berpusat di Lebak, Banten.

Baca juga : Polisi Bekuk 14 Anggota Grup Muslim Cyber Army

Ada beberapa foto jalan yang rusak dan dalam kondisi terbelah oleh gempa. Foto tersebut merupakan foto dampak gempa yang terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jawa Tengah. Foto-foto tersebut beredar melalui media sosial dan layanan Whatsapp.

Selain itu, foto tersebut menampilkan gambar rumah ibadah. Tidak semua foto merupakan gambar dampak gempa di Banten. (*FH)

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *