Pilkada Banten Tidak Berdampak Inflasi ekonomi di Banten

oleh -14 views
Pilkada Banten Tidak Berdampak Inflasi ekonomi di Banten
Pilkada Banten Tidak Berdampak Inflasi ekonomi di Banten

ANTERO BANTEN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang berlangsung di Banten dan diikuti oleh empat kabupaten dan kota, dianggap tidak berdampak pada inflasi ekonomi di Bumi Jawara.

Hal ini terbukti dari laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2018 tercatat 0,20 persen secara bulanan, sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen.

“Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh administered prices dan inflasi volatile food, yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya, di tengah menurunnya inflasi inti,” kata Yusi Gusman Sari, Kepala Departemen Komunikasi BI, Selasa (3/4).

Baca: Pilkada Kota Serang: Daftar Jumlah Pemilih di Kota Serang Menyusut

Dengan perkembangan ini, inflasi IHK dari Januari hingga Maret 2018 tercatat sebesar 0,99 persen, atau basis tahunan 3,40 persen. Angka itu meningkat dari sebes bulan lalu

“Terkendalinya inflasi IHK didukung oleh minimalnya tekanan inflasi kelompok inti. Inflasi inti tercatat sebesar 0,19 persen (mtm) pada Maret 2018, lebih rendah dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 0,26 persen (mtm),” terangnya.

Baca: Bawaslu Banten Tak Persoalkan Kotak Kosong

Realisasi inflasi inti juga lebih rendah daripada tingkat inflasi inti Maret selama empat tahun terakhir di kisaran 0,20 persen.

Komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi kelompok inti adalah perhiasan emas. Setiap tahun, inflasi inti tercatat 2,67 persen, naik tipis dari 2,58 persen bulan lalu.

Perkembangan ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia mempertahankan stabilitas nilai tukar dan mengarahkan ekspektasi inflasi.

Inflasi pada kelompok makanan bergejolak meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga berbagai cabai dan berbagai bawang merah. Inflasi volatile food pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,15 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya di 0,10 persen.

Baca: Pilkada Banten 2018 Di Ikuti tiga Calon Tunggal

Tingkat inflasi ini lebih tinggi dari rata-rata Maret dalam empat tahun terakhir mengalami deflasi 0,35 persen. Inflasi volatile foods terutama berasal dari cabe merah, bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit. Setiap tahun, inflasi volatile food berada di 4,06 persen, naik dari 3,10 persen di bulan sebelumnya.

Inflasi dalam kategori harga yang diatur meningkat dari harga energi. Inflasi administered prices pada Maret 2018 mencapai 0,20 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,07 persen.

Peningkatan inflasi administered prices terutama didorong oleh penyesuaian harga bensin non-subsidi, di tengah harga bahan bakar rumah tangga yang mencatat deflasi. Setiap tahun, inflasi administered prices mencapai 5,11 persen, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya 5,29 persen.

“Di masa depan, inflasi diproyeksikan tetap pada target inflasi 2018 3,5 persen plus minus 1 persen (yoy).” Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat, terutama untuk mengantisipasi meningkatnya inflasi volatile food, “katanya. (HNR)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *