Picu Kecelakaan, Belasan Pemuda Geruduk Kantor Kecamatan Maja, Tolak Aktifitas Galian Tanah Merah

oleh -1 views
Picu Kecelakaan, Belasan Pemuda Geruduk Kantor Kecamatan Maja, Tolak Aktifitas Galian Tanah Merah
Foto bersama FAM dengan Muspika Kecamatan Maja dan Kapolsek Maja usai penandatangan kesepakatan ditutupnya proyek galian tanah merah.

ANTERO | Maja, LEBAK – Belasan massa yang tergabung dalam Forum Advokasi Masyarakat (FAM) terdiri dari Pemuda Pemudi Maja geruduk Kantor Kecamatan Maja melakukan aksi Audiensi, di Aula Kantor Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, jalan Kopi Maja, pada Rabu 4 Juli 2018.

Informasi diperoleh ANTERO. CO, belasan aksi massa FAM semula dikabarkan akan melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras), namun saat itu juga mereka memperoleh kesepakatan hanya menggelar aksi audiensi dengan pihak pemilik lahan disaksikan Muspika Kecamatan Maja dan Kapolsek setempat.

Mereka datang sekira pukul 10.00 WIB dan membubarkan diri sekira pukul 11.30 WIB setelah selesai menyaksikan penandatangan kesepakatan antara pemilik lahan galian yang diketahui pihak Muspika kecamatan setempat.

Dalam kesempatan itu, aksi audiensipun tak ayal mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat Kepolisian Polres Lebak.

Dalam audiensinya, mereka menyampaikan tuntutan penolakan dan menghentikan operasional galian tanah yang hilir mudik diangkut truk-truk yang melintas di jalan Maja-Koleang akhir-akhir ini.

Sumarna, Koordinator aksi menyatakan, maraknya aktifitas galian tanah hingga kini belum ada penyelesaian komprehensif yang dilakukan oleh aparat pemerintah.

” Semenjak beroprasinya galian tanah tersebut, jalan raya Maja -Koleang menjadi kotor dipenuhi ceceran tanah dari hilir mudiknya truk yang memuat tanah merah, ” terang Sumarna, usai Audiensi di halaman kantor Kecamatan Maja kepada ANTERO.CO, Rabu (4/7).

Selain itu, sambungnya, banyak masyarakat khususnya pengguna jalan yang matanya sakit akibat debu tanah merah. Dan lebih parahnya banyak pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan

” Jika galian tanah tersebut tidak segera dihentikan, maka akan terus mengancam keselamatan pengguna jalan dan kesehatan masyarakat, ” ujarnya.

Audiensi yang digelar hampir satu jam tersebut memperoleh kesepakatan yakni, tidak akan beroperasional kembali aktifitas pengerukan galian tanah merah milik Jamhadi yang terletak di Blok Cigoak, desa Pasirkacapi, kecamatan Maja.

Sementara itu, Jamhadi, pemilik lahan tanah, pihaknya mengaku semenjak kemarin aktifitas pengerukan galian tanah merah yang dikelola oleh pengusaha galian sudah ditutup dan tidak beroperasi lagi.

” Berdasarkan kesepakatan tadi sebagai pemilik lahan, saya tidak akan lagi menggunakan lahan tersebut dengan pihak pegusaha manapun, ” katanya.

Namun, lanjut Jamhadi, sebagai pemilik lahan pihaknya meminta, seharusnya bukan hanya untuk satu pengusaha saja. Melainkan, galian yang berada diluar kecamatan Maja pun yang melintas di jalan Maja Koleang harus ditindak.

‘ Bukan yang berada di wilayah kecamatan Maja saja, semua pengusaha galian terutama yang melintas di jalan Maja Koleng harus ditindak, dihentikan dan ditutup, ” pintanya.

Ditempat yang sama, Camat Kecamatan Maja, Abdul Rohim mengatakan, berdasarkan hasil audiensi massa keduanya menyepakati dengan melakukan penandatanganan kesepakatan antara pemilik lahan, karena adanya tuntutan masyarakat untuk menghentikan aktifitas operasional galian tanah merah tersebut.

Ia mengaku, sebelumnya pihaknya juga telah melayangkan surat terhadap pihak pengusaha galian untuk tidak melakukan aktifitas pengerukan galian tanah.

” Sebelumnya, jauh jauh hari kami telah melayangkan surat kepada pihak pengusaha untuk menutup galian tanah tersebut sesuai aduan tuntutan masyarakat. Jika ini masih beroperasi, kami akan melakukan teguran keras,” tandasnya. (Bud)

Baca juga : Tak Ada PJU di Jalan Kopo Maja Picu Lakalantas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *