Penyebar Hoax Asal Kota Cilegon Pernah Gabung dengan MCA

oleh
Penyebar Hoax Asal Kota Cilegon Pernah Gabung dengan MCA
Beri nilai

ANTERO, BANTEN – Kapolda Banten berhasil menangkap beberapa tersangka yang telah menyebarkan berita palsu (Hoax) di Social Media, salah satunya IT (49) yang berasal dari Kota Cilegon.

Menurutnya, ia ikut menyebarkan berita palsu di media sosial karena melihat status salah satu temannya yang menghina Panglima TNI dan Pejabat Negara di Facebook.

Baca juga : 6 Kasus Berita Hoax di Banten, dari PKI Serang Ulama hingga Teror Bom

“Saya telah memposting penghinaan terhadap Panglima TNI dan pejabat negara dan saya merasa bersalah dan menyesal, saya minta maaf pada panglima TNI dan pejabat negara dan tidak akan mengulangi, salahnya saya tidak baca lagi, langsung like dan share,” kata IT saat ditemui di Mapolda Banten, Jumat (2/3/2018).

Dia mengatakan, sebelum dia ditangkap oleh polisi, dia pernah bergabung dengan grup Facebook dan WhatsApp dengan nama CMA (Cyber ​​Muslim Army), namun setelah dia ditangkap, dia diusir dari kelompok tersebut.

Baca juga : Polda Banten Tetapkan Tersangka Penyebar Hoax Himbauan BMKG Gempa Lebak

“Dua bulan jadi anggota MCA dan dikeluarkan kembali, saya diundang digrup itu, tidak tau siapa yang ngundang, tahu-tahu masuk grup WA,” terangnya.

Ia mengaku tidak mengenal satu sama lain dengan orang-orang dalam di grup tersebut, bahkan menurutnya, ia juga mengabaikan diskusi di dalam grup tersebut.

“Saya tidak baca dan tidak memperhatikan, campuran (orangnya-red), tidak ada tokoh, saya juga tidak saling ketemu, cuma dua bulan, tidak tahu bulan apa, semua percakapan, saya abaikan karena saya tidak punya kepentingan, salahnya saya cuma di Facebook, langsung like dan share,” terangnya.

Sementara itu, Polres Dirreskrimum Banten, Pol Kombes Abdul Karim mengatakan bahwa pihaknya menangkap TI, karena telah menghina Panglima TNI dan pejabat negara, namun kasus tersebut diselesaikan dengan judgtice atau perdamaian restoratif.

“Untuk kasus seperti ini, ada dua penyelesaian, pertama sampai proses persidangan, kedua restoratif judgtice atau apabila pelapor melakukan perdamaian atau mencabut laporannya, karena sudah ada mediasi,” pungkasnya.

Baca juga : Polisi Tangkap PNS Penyebar Hoax PKI Serang Ulama di Facebook

Untuk diketahui, Kelompok MCA (Muslim Cyber Army) memiliki armada yang cukup besar di media sosial, bahkan anggota kelompok tersebut mencapai ratusan ribu yang tergabung dalam MCA United.

Meski demikian, Polisi telah menangkap sebanyak enam orang anggota kelompok Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup ‘The Family MCA’ di enam provinsi berbeda.

Mereka adalah ML (40), yang ditangkap di Jakarta Utara, RSD (35) ditangkap di Bangka Belitung, RA (39) ditangkap di Bali, dan YUS ditangkap di Jawa Barat.

Sementara, dua tersangka lainnya masih dalam proses pendataan identitas. Mereka ditangkap di Sulawesi Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *