Penyebab dan Cara Mengobati Radang Usus

oleh -65 views
Radang Usus
Radang Usus

Radang usus adalah suatu kondisi di mana usus meradang atau meradang. Radang usus sendiri sering digunakan untuk menggambarkan dua jenis penyakit, yaitu Radang Usus ulserativa dan penyakit Crohn. Kedua kondisi ini disebabkan oleh peradangan kronis pada gastrointestinal (sistem pencernaan). Kondisi ini muncul karena reaksi palsu dari sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat.

Radang Usus ulseratif adalah peradangan kronis yang terbatas pada usus besar atau usus besar saja. Sedangkan penyakit Crohn adalah peradangan yang dapat terjadi di seluruh sistem pencernaan, dari mulut ke anus.

Selain itu, terdapat dua kondisi lain, yaitu Radang Usus collagenus dan Radang Usus limfosistik. Kedua kondisi ini lebih dikenal dengan istilah Radang Usus mikroskopik. Keduanya adalah jenis radang usus yang cukup langka.

Gejala Radang Usus

Radang usus adalah penyakit jangka panjang dengan gejala yang biasanya muncul dan menghilang selama beberapa waktu Tingkat keparahan gejala yang muncul tergantung pada bagian mana saja yang mengalami peradangan. Beberapa gejala yang umumnya terjadi adalah:

  • Nyeri atau sakit pada bagian perut. Peradangan yang terjadi dapat memengaruhi pergerakan normal usus, sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.
  • Nafsu makan berkurang. Kram dan nyeri perut akan menurunkan nafsu makan seseorang.
  • Penurunan berat badan. Penurunan berat badan bahkan kondisi kekurangan nutrisi dapat dialami pengidap radang usus karena tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap nutrisi makanan dengan baik.
  • Diare bercampur darah dan bersifat kambuh-kambuhan. Darah dapat muncul pada feses (tinja) dengan warna gelap kehitaman, atau bisa juga tidak kasat mata namun nampak di mikroskop.
  • Merasa mudah lelah.
  • Mengalami mual dan demam.

Perlu diingat bahwa gejala yang muncul pada orang tidak sama. Beberapa orang mungkin mengalami muntah, anemia, dan demam tinggi. Kondisi ini akan datang dan pergi untuk waktu yang lama. Ketika kambuh, gejalanya bisa ringan atau sangat parah.

Apa yang menyebabkan peradangan?

Hingga saat ini, peradangan usus tidak diketahui penyebab yang mendasari. Pola makan dan tingkat stres meningkatkan risiko seseorang terkena Radang Usus, tetapi itu bukan penyebab utamanya. Apa yang diketahui adalah kerusakan sistem kekebalan yang menyebabkan peradangan. Namun belum diketahui apa yang menyebabkan kesalahan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: 7 Gejala Awal Usus Buntu

Selain itu, faktor keturunan juga diduga memiliki efek pada munculnya Radang Usus. Risiko seseorang akan lebih tinggi jika ada keluarga dekat yang menderita Radang Usus.

Berikut beberapa faktor lain yang membantu meningkatkan risiko terkena Radang Usus.

  • Usia. Kebanyakan orang didiagnosis mengidap radang usus sebelum usia 30 tahun. Namun ada juga yang mengalami penyakit ini setelah mereka menginjak usia 50 atau 60 tahunan.
  • Keturunan. Faktor keturunan bisa meningkatkan risiko radang usus. Jika orang tua Anda, anak, atau saudara kandung pernah mengidap penyakit ini, Anda juga berpotensi mengalaminya.
  • Merokok. Kegiatan ini sangat meningkatkan risiko terkena penyakit Crohn.
  • Tempat tinggal. Jika Anda tinggal di wilayah kumuh atau daerah padat industri, Anda wajib mewaspadai kemungkinan munculnya radang usus. Sebab faktor lingkungan sangat memengaruhi penyakit ini.
  • Pengobatan isotretinoin. Isotretinoin (amnesteem, claravis, sotret/accutane) adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi jerawat. Sejumlah penelitian menyebut isotretinoin bisa menyebabkan radang usus. Namun hubungan antara keduanya masih terus diteliti.
  • Obat anti Radang nonsteroid (OAINS). Beberapa obat-obatan dalam kelompok OAINS bisa meningkatkan risiko mengalami radang usus, misalnya ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan lainnya.
  • Ras. Di beberapa wilayah di dunia, jenis ras dan warna kulit turut memengaruhi kehadiran radang usus. Menurut penelitian, orang berkulit putih memiliki risiko mengidap radang usus yang lebih besar dibanding orang berkulit hitam.

Diagnosis Radang Usus

Diagnosis akan dilakukan oleh dokter setelah memeriksa tanda dan gejala yang muncul. Serangkaian tes dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis radang usus. Berikut ini adalah beberapa tes yang mungkin perlu dilakukan oleh dokter.

  • Tes darah. Tes darah akan dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh mengalami anemia atau infeksi bakteri maupun virus. Tinja juga diteliti untuk memeriksa apakah ada darah.
  • Prosedur endoskopi. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat melihat bagian dalam sistem pencernaan Anda dan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium. Prosedur itu terdiri dari colonoscopy, flexible sigmoidoscopy, upper endoscopy, capsule endoscopy, dan double-ballon endoscopy.
  • Tes pencitraan. Beberapa prosedur pencitraan seperti X-ray, CT scan, MRI scan, dan pencitraan usus halus juga bisa dilakukan.

Pengobatan Radang usus

Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan radang usus. Perawatan dan pengobatan dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul atau untuk mencegah terulangnya gejala. Untuk gejala ringan, pengobatan mungkin tidak diperlukan. Biasanya, gejala ringan akan hilang dalam beberapa hari.

Selain menghilangkan gejala yang muncul, perawatan juga dilakukan untuk mengurangi risiko kemungkinan komplikasi. Penanganan bisa dalam bentuk obat, terapi, atau operasi.

Baca juga: Beda Sakit Maag dan Gejala Usus Buntu

Obat-obatan yang akan diberikan untuk mengatasi Radang Usus adalah:

  • Obat anti Radang. Obat ini biasanya akan diberikan pertama kali untuk mengatasi radang usus. Obat ini berfungsi mengurangi Radang yang terjadi. Obat yang biasanya digunakan adalah golongan aminosalisilat dan kortikosteroid.
  • Obat imunosupresan. Obat ini berfungsi untuk menghalangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak atau membahayakan. Obat ini akan mengurangi Radang yang terjadi. Beberapa contoh obat imunosupresan adalah azathioprine, cyclosporinemethotrexate, natalizumab, vedolizumab, ustekinumab, dan infliximab. Bagi beberapa orang, kombinasi beberapa obat berfungsi lebih baik daripada hanya mengonsumsi satu jenis obat saja.
  • Antibiotik. Obat ini bisa diberikan sebagai tambahan dari obat-obatan lainnya, terutama apabila terjadi infeksi. Penderita Radang Usus ulseratif mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan infeksi yang terjadi. Contoh obat antibiotik yang umumnya digunakan adalah metronidazole dan ciprofloxacin.
  • Obat-obatan lain. Terdapat obat-obatan lain untuk mengatasi gejala yang muncul selain terjadinya Radang. Tanyakan pada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat bebas yang bisa dibeli di apotek. Obat anti-diare, pereda rasa sakit, suplemen zat besi, suplemen vitamin, dan kalsium mungkin akan diberikan tergantung kondisi dan gejala yang muncul. Anda juga mungkin disarankan untuk menjalani diet khusus dan penyuntikan nutrisi.

Jika perawatan yang dilakukan untuk meredakan gejala usus tidak dapat membantu, prosedur bedah mungkin diperlukan. Pasien dengan Radang Usus ulseratif dengan gejala berat biasanya tidak akan merespon pengobatan dengan obat-obatan. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat sebagian dari usus besar dengan peradangan parah.

Pada pasien dengan penyakit Crohn, operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang rusak dan menyambungkan kembali saluran pencernaan yang sehat. Setelah operasi, konsumsi obat harus dilanjutkan untuk mencegahnya berulang.

Komplikasi Radang Usus

Peradangan usus yang dibagi menjadi penyakit Crohn dan Radang Usus ulseratif dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika peradangan tidak terkontrol. Berikut adalah kemungkinan komplikasi penyakit Crohn:

  • Tukak/Ulkus. Apabila peradangan yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama atau kronis, bisa mengakibatkan munculnya tukak pada sistem pencernaan Anda, seperti pada mulut, usus halus dan juga anus.
  • Fistula. Tukak yang sudah dalam hingga membentuk lubang pada dinding saluran pencernaan akan menyebabkan fistula. Fistula adalah koneksi abnormal antara beberapa bagian tubuh misalnya usus dengan organ lain menjadi terhubung. Fistula akan mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan. Fistula bisa terinfeksi dan bisa membahayakan jika tidak ditangani dengan benar.
  • Obstruksi usus. Penyakit Crohn bisa memengaruhi ketebalan dinding usus. Akibatnya, penyaluran hasil pencernaan makanan bisa tertutup. Untuk mengangkat bagian yang bermasalah, akan diperlukan prosedur operasi.
  • Kanker kolon (usus besar). Risiko Anda terkena kanker kolon akan meningkat ketika penyakit Crohn memengaruhi usus besar. Bagi penderita penyakit Crohn, disarankan melakukan prosedur kolonoskopi secara teratur.
  • Fisura ani. Munculnya luka robek pada jaringan di sekitar dinding anus atau pada kulit di sekitar anus. Luka ini bisa menjadi lokasi munculnya infeksi. Anda akan merasakan sakit dan pendarahan saat buang air besar.
  • Malanutrisi. Tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi karena munculnya peradangan yang terjadi dan gejala seperti mual dan diare. Kondisi yang sering terjadi pada penderita radang usus adalah defisiensi zat besi dan vitamin B12.
  • Efek samping obat-obatan. Obat-obatan untuk penyakit Crohn yang berfungsi menghalangi kinerja sistem kekebalan tubuh berisiko menyebabkan kanker limfoma dan kanker kulit. Kortikosteroid juga berisiko menyebabkan kerapuhan tulang, katarak, glaukoma, dan kadar gula tinggi.
  • Penyakit lainnya. Penyakit Crohn bisa menimbulkan masalah lain di tubuh Anda, seperti peradangan mata, kulit, sendi, hati, saluran empedu, serta kondisi lain seperti anemia, dan Penyakit ini juga bisa memperlambat pertumbuhan fisik dan organ seksual pada anak-anak.

Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada kolitis ulseratif adalah:

  • Muncul lubang pada usus besar.
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Luka di dinding mulut.
  • Pendarahan dalam organ tubuh.
  • Dehidrasi.
  • Peradangan pada kulit, mata, dan persendian.
  • Meningkatnya risiko terkena megakolon toksik, kanker usus besar, serta penggumpalan darah di vena dan arteri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *