Penyakit dan Pengobatan Pada Penyakit Ayam

oleh -9 views
Cara Menetaskan Telur Ayam Yang Benar
Cara Menetaskan Telur Ayam Yang Benar

Penerapan makanan pengganti antibiotic growth promter (AGP) berdampak pada pertumbuhan ayam yang lambat. Selain itu, ayam bisa rentan kena penyakit. Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping mengungkapkan, dampak pakan pengganti AGP memang tantangan yang sedang dihadapi para peternak sekarang. Tidak hanya peternak di Indonesia saja, peternak di negara-negara lain juga menghadapi kondisi serupa.

Lain halnya saat menggunakan antibiotik. Antibiotik, yang terkandung dalam pakan ternak mampu mencegah penyakit sehingga ayam tidak mudah terkena penyakit. Demi menjaga ayam tetap sehat, para peternak punya trik masing-masing. Dalam mengelola peternakan Ayam Herbal Green-Poultry, Ina Rohadi tidak hanya mengandalkan pakan probiotik saja. Kesehatan ayam didukung dengan pemberian herbal. Herbal diberikan dalam bentuk cairan, yang diminumkan pada ayam.

Cairan diletakkan dalam wadah minuman, yang berdampingan dengan wadah pakan ayam. Ayam pun dapat minum cairan herbal layaknya minum air putih.

“Cairan herbalnya itu berupa jamu. Bahannya di antaranya jinten hitam dan bawang putih. Lalu dikasih ke minumannya. Biasanya herbal diberikan pada sore hari.

Pakai vaksin

Bahan kimia dapat mencegah ayam terhindar dari serangan penyakit, meningkatkan metabolisme ayam, dan menjaga ayam sehat. Bahan kimia tersebut berupa vaksin. Pemberian vaksin dilakukan secara teratur sesuai jadwal.

Selama masa pertumbuhan hingga panen, ayam divaksin sebanyak tiga kali. Pertama, bibit ayam yang baru masuk akan divaksin. Lalu vaksin diberikan di hari ke-18 dan hari ke-25. Adanya jeda waktu pemberian vaksin menandakan, efektivitas vaksin baru aktif dua minggu setelah vaksin disuntikkan ke tubuh ayam. Vaksin baru aktif dua minggu kemudian.

Selain diberi vaksin, ayam yang dipeternakan juga diberi obat bahan sintetis. Perubahan cuaca atau musim pancaroba bisa membuat ayam flu atau diare. Saat didera sakit, ayam diberikan obat.

Formulasi yang tepat

Pakan penganti AGP hasil buatan industri, ada juga peternak yang memang mencampur bahan pakan alami sendiri.

“Di dunia peternakan (khususnya ayam) ada juga golongan peternak yang mencampur bahan pakan sendiri. Istilahnya itu self mixing. Nah, masalahnya mencampur bahan pakan sendiri itu beda dari buatan industri. Peternak belum tahu secara rinci formula yang tepat untuk mencampur bahan pakan sendiri. Mereka kan bukan ahli nutrisi,” ujar Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping melalui sambungan telepon.

“Dalam program tersebut, kami akan sosialisasikan self mixing agar para peternak dibekali pengetahuan dan wawasan lebih luas. Nanti bakal ada juga proses pengkajian soal bahan makanan pengganti antibiotik yang tepat, apakah jenis probiotik atau prebiotik—imbuhan pakan yang berasal dari tanaman tertentu dan dinding sel ragi,” ungkap Fadjar.

Pengganti AGP ini tengah berjalan seiring aturan larangan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 juncto Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan Kesehatan Hewan. Pasal 22 Ayat 4C menyebutkan, setiap orang dilarang menggunakan pakan yang dicampur hormon tertentu dan atau antibiotik dalam imbuhan pakan. Adanya larangan tersebut membuat para peternak memberikan pakan pengganti AGP.

Beberapa jenis penyakit pada ayam dan ciri-cirinya

Ayam lebih rentan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan jenis unggas lainnya, seperti itik, entok, angsa dan lainnya. Kepekaan terhadap penyakit ini, membawa konsekuensi terhadap lambatnya peningkatan populasi ayam buras tersebut. Beberapa jenis penyakit yang umum menyerang pada ayam buras, baik yang bersifat menular (Infeksius) dan non infeksius (tidak menular) di antaranya :

1. Penyakit Tetelo (ND=Newcastle Disease)

Penyebab       :    Virus dari golongan paramyxoviru.

Gejala klinis    :    Sesak nafas, terdengar bunyi ngorok, lesu, lemah, bulu kusam, sayap terkulai, leher sering tertarik kebelakang, berputar-putar, nafsu makan menurun, jengger dan pial berwarna merah kebiru-biruan dan akhirnya mati. Tingkat kematian 80 -100 %.

Penyebaran    :    Melalui kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi, dan dapat juga terjadi kontak dengan ternak sakit, pakan, selama pengangkutan, tikus, keong dll. Penyakit ND ini menyerang disemua umur ayam.

Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannnya, vaksinasi ND secara berkala.

Pengobatan    :    Belum ada pengobatan yang handal

2. Penyakit Cacing

Penyebab       :    Cacing

Gejala klinis    :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun.

Penyebaran    :    Terjadi pada saat makan pakan yang tercemar, kondisi kandang yang lembab, becek dan berair.

Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya,

Pengobatan    :    Menggunakan preparat sulfa dan anti cacing. Obat tradisional bisa menggunakan biji pinang atau daun papaya.

3. Penyakit Berak Darah (Coccsidiosis)

Penyebab       :    Koksidia (protozoa)

Gejalaklinis     :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, sering berak bercampur darah

Penyebaran:   :    Kontak langsung dengan ayam yang sakit, melalui pakan dan air minum

Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya, jauhkan ayam yang sakit dengan kelompok yang sehat.

Pengobatan    :    Menggunakan preparat sulfa dan koksidiostat dalam pakan dan air minum. Dosis sesuai dengann petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut.

4. Penyakit Mata (Oxypilurasis)

Penyebab       :    Koksidia (protozoa)

Gejalaklinis     :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun

Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannnya, hindari kontak langsung dengan ayam yang sehat.

Penyebaran    :    Kontak langsung dengan ayam yang sakit, peralatan kandang dan tempat pakan dan air minum

Pengobatan    :    Menggunakan preparat antibiotik. Dosis sesuai dengann petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut.

5. Penyakit Berak Putih (Pullorum)

Penyebab       :    Bakteri (Salmonella pullorum)

Gejalaklinis     :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, sering berak putih seperti pengapuran, keluar cairan (eksudat putih kekuningan kental dari rongga hidung,  dan akhirnya mati. Tingkat kematian berkisar antara 20 – 40 %.

Penyebaran    :    Kontak lansung dengan ayam yang sakit

Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya, Jauhkan ayam yang sakit dengan yang sehat (tindakan isolasi)

Pengobatan    :    Menggunakan preparat antibiotic terramicynoksitetrasiklin dan pemberian vitamin.  Dosis sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut

6. Penyakit Bengkak Persendian Tulang Kaki

Penyebab       :    Kekurangan kalsium dan vitamin B kompleks

Gejalaklinis   :    Nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, pincang dan kelumpuhan.

Penyebaran    :    –

Pencegahan   :   Sanitasi kandang dan lingkungannnya, suplementasi kalsium dan pemberian vitamin B complex dalam pakan,

Pengobatan    :    Menggunakan dosis sesuai dengann petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut.

7. Penyakit Pilek (Snot)

Penyebab       :  Bakteri Hemophillus gallinarum

Gejalaklinis   :  Ayam selalu gelisah, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, rongga hidung mengeluarkan cairan kental (eksudat), kelopak mata menjadi lengket , penurunan produksi telur.

Penyebaran   :  Melalui kontak langsung dengan ternak yang sakit

Pencegahan  :  Sanitasi kandang dan lingkungannya, Jauhkan ayam yang terkena dengan yang sehat.

Pengobatan  :   Dapat diberi obat dari golongan sulfa dan antibiotika yang disesuaikan dengan jumlah pemberian atau dosis yang tertera dalam kemasan obat.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *