Penjelasan Disdik Banten Terkait Lomba Baca Puisi Berhadiah Serbet

oleh -64 views

ANTERO BANTEN – Noval, mahasiswa Universitas Bina Bangsa, Kota Serang, Banten, pemenang lomba pembacaan puisi kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Banten, mendapatkan dua hadiah serbet.

Baca juga: Mirisnya Potret Pendidikan Di Banten

Kompetisi ini digelar untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) berlangsung pada hari Rabu, 2 Mei 2018, di halaman Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Sebelum perlombaan, Noval yang mengaku tidak sengaja melalui kantor Disdik Banten, kemudian memarkir kendaraannya. Melihat perlombaan membaca puisi, dia juga iseng berpartisipasi.

Tanpa diduga, Noval mendapat juara 2 dan mendapat hadiah. Setelah acara itu, dia pergi ke perguruan tinggi. Di situlah ia membuka hadiah yang dibungkus kertas kado rapi.

Baca juga: Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Tunda Disdikbud Pandeglang Jalani Sidang Perdana

Begitu kado dibuka, ia terkejut. Ia hanya mendapati dua helai kain serbet, yang biasa tersedia di dapur rumah.

“Memang tidak disebutkan hadiahnya apa saat itu, dan saya pun bukan semata-mata berharap hadiah. Waktu saya buka, ternyata isinya kain serbet, dua potong. Saya juga enggak paham ini maksudnya apa panitia,” kata Noval, Kamis, 3 Mei 2018.

Noval yang ketika lomba membaca puisi berjudul Indonesia Pada Sebuah Malam, karya Toto St Radik, penulis asli Banten, kesal. Bukan bentuk hadiah yang dipertanyakan, tetapi bagaimana pejabat dan lembaga pemerintah menghargai karya seni sastrawan.

“Kesannya justru melecehkan. Tadinya saya pikir hadiahnya itu buku, alat tulis, atau apa punlah. Kalau serbet begitu, sangat enggak etislah,” ucapnya.

Baca juga: WH: Dana BOS lambat didistribusikan ke Sekolah, Kita sikat yang menghambat

Penjelasan Disdik Banten Tentang Lomba Baca Puisi Berhadiah Serbet


Sementara itu, Disdik Provinsi Banten mengakui bahwa lomba membaca puisi dalam peringatan Hardiknas sebenarnya hanya ditujukan untuk karyawan internal saja.

“Ini bukan kompetisi yang terencana dan dipublikasikan untuk kompetisi,” kata Ganda Dodi Darmawan, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Disdik Banten.

Selain membaca puisi, kompetisi lain diadakan, seperti balap karung, menangkap belut, tarik tambang hingga menangkap belut.

“Karena itu, hadiah yang dipersiapkan adalah hadiah spontanitas yaitu hiburan, karena tidak ada anggaran,” katanya. (FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *