Pemkot TangSel Akan Optimalkan Program JKN

oleh
Pemerintah Kota Tangerang Selatan
Loading...

ANTERO.CO, TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah sepakat untuk mengoptimalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu terungkap pada rapat koordinasi lintas stake holder, di ruang Asisten Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Asda III) Teddy Meiyadi, di gedung Balai Kota Jalan Maruga, Serua, Ciputat, pada Rabu (28/2).

Hadir dalam pertemuan yang dipimpin oleh Teddy Meiyadi, Kepala BPJS Tangsel Kota Dwi Asmariyati, dan Plt. Kepala Petugas Medis Suhara Manulang, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca juga : Kutip Rp250 Ribu, Kepala SMKN 4 Tangerang Dipecat Gubernur Banten

“Jadi dalam tiga bulan mendatang kita akan melakukan sosialisasi keseluruh potensi-potensi yang ada. Apalagi ini program nasional, supaya warga tidak sakit. Jadi membayar bukan untuk sakit, tapi yang sehat mensubsidi yang sakit,” kata Teddy Meiyadi.

Teddy lebih lanjut mengatakan, daerah ini baru mencapai 61 persen, padahal targetnya 95 persen diakhir tahun ini, ini rapat adalah dalam upaya lanjutan, rapat yang pertama Ibu Walikota yang memimpin. “Untuk kali ini saya coba mimpin, kita dalam waktu tiga bulan ini sosialisasi keseluruh potensi-potensi ini dengan OPD sasaran kemitraan, hal seperti ini agar dalam pelaksanaan dapat terkoordinasi, dan dilakukan secara terpadu supaya target 61% sekarang ini, menjadi 95%,” paparnya.

Sementara Suhara Manulang sat ditemui usai rapat, kepada wartawan mengatakan hasil pembahasan dalam rapat koordinasi itu.

“Dalam rangka mencapai itu, maka hari ini kami menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah OPD, yang dipimpin langsung oleh Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Asda III), terkait langkah-langkah apa yang ke depan akan kita lakukan,” kata Suhara Manulang.

Baca juga : Tingkat Pengangguran Tinggi di Banten, Inilah Penjelasan Gubernur

Dikatakan Suhara Manulang, berdasarkan data yang ada di BPJS, masyarakat Kota Tangsel yang terdaftar baru mencapai 61 persen. Itu sebabnya semua OPD harus terlibat dalam mensukseskan program tersebut.

“Sampai bulan Mei ini kita akan melakukan sosialisasi, baru dipertemuan ke dua nanti masing-masing OPD kembali akan ditanya soal rencana aksinya seperti apa. Karena saat ini sosialisasi dilakukan oleh masing-masing OPD keseluruh sasaran mitranya, misal Dinas Pendidikan (Dindik) itu ke sekolah-sekolah,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala BPJS Kota Tangsel Dwi Asmariyati menuturkan hal senada, bahwa pihaknya pun berharap cakupan kesertaaan program JKN di wilayah Kota Tangsel bisa mencapai 95 bahkan 100 persen.

“Jadi saya berharap, rapat hari ini dapat memformulasikan apa saja peran dari masing-masing OPD, dalam rangka percepatan menuju UHC,” tuturnya. (HNR).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *