Pemkab Pandeglang Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Hadirkan Narasumber Dari Kemenkes

oleh -6 views

Pemkab Pandeglang Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Hadirkan Narasumber Dari Kemenkes

 

ANTERO.CO PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. dr. Tubagus Rahmat Sentika, di halaman belakang Pendopo Pandeglang, Senin (04/1/2021).

Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Pandeglang TB Udi Juhdi, Kepala Kejaksaan Pandeglang Suwarno, Ketua MUI Pandeglang K.H Hamdi Ma’ani, Sekretaris Daerah Pandeglang Pery Hasanudin, para Assisten Daerah, Kepala Badan, Dinas, Bagian, Ketua PWI Pandeglang Iman Faturohman, dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Dr. dr. Tubagus Rahmat Sentika menjelaskan jika saat ini vaksin Covid-19 sedang dilakukan uji coba di Bandung.

“Kita sedang menunggu hasilnya sekaligus surat izin edarnya dari BPOM. Nanti tanggal 12 – 20 januari akan diumumkan oleh pemerintah kita nanti tunggu hasilnya,” kata Tb Rahmat Sentika.

Ia memaparkan, ada tiga vaksin sementara diseluruh dunia yang selesai uji coba diantaranya sinovac.

“Indonesia yang sudah masuk sinovac, dan WHO mengijinkan apabila vaksin tersebut di satu negara sudah di uji klinis bagus. Kita juga sudah kerjasama dengan beberapa negara pembuat vaksin seperti Inggris, Amerika, Belgia, dan Jerman,” terangnya.

Dijelaskannya, ada bebera kategori yang tidak diharuskan untuk divaksin diantaranya, orang yang terkonfirmasi, wanita hamil, tidak sedang memiliki penyakit dan orang yang memiliki alergi.

“Yang terkonfirmasi postif itu ada anti body yang bagus, harusnya dia mendonorkan darah plasma konvalesen karena sangat dibutuhkan oleh sodara kita yang sakit,” ujarnya

Untuk Banten, kata Tb Rahmat Sartika,   membutuhkan vaksin sebanyak 82 ribu dosis pada tahap pertama.

“Yang sudah datang saat ini berada di gudang farmasi kurang lebih 14 ribu diperuntukan untuk tenaga kesehatan,” imbuhnya.

Masih kata dr. Tb Rahmat Sentika, batasan usia pun berpengaruh pada penyuntikan vaksin covid 19.

“Yang boleh itu mulai dari usia 18-59 tahun,” tandasnya.

Menurutnya, terkait isu yang beredar di masyarakat dampak negatif pasca divaksinasi Covid-19, dr. Tb Rahmat Sentika meminta masyarakat tidak termakan isu yang belum tentu kebenarannya.

“Anggap saja hiburan, percayakan kepada Kementerian kesehatan. Saya sendiri dari bandung melihat langsung teman saya selama menyuntikan 1.600 orang, dan saat ini gak ada gejala apa-apa,” katanya.

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, dengan adanya penjelasan dari narasumber dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang.

“Sosialisasi Vaksin Covid ini pertama kalinya dilakukan, kami butuh informasi tentang vaksin tersebut, untuk itu kami mengundang ahlinya. Pada kesempatan ini kami mengundang semua lapisan agar lebih jelas, sehingga tidak terjadi kegaduhan pada saat pelaksanaannya,” ujar Irna .

Kendati demikian, Irna juga menghimbau kepada suruh aparatur tingkat kecamatan hingga desa, agar senantiasa mengedukasi mesyarakat pentingnya berprilaku hidup sehat.

“Tetap terapkan 3 M (Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker), Camat dan Kepala Desa harus sampaikan ini secara masif,” pesan Irna. (Bud/Red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *